
Sepanjang hari Jessica syuting dengan hati yang begitu senang, karena dia sudah mendapat pekerjaan baru yang akan membantunya mendapat lebih banyak uang sebagai tabungannya untuk membesarkan kedua anaknya.
Karena meskipun dia sudah mengetahui bahwa ayah dari anak-anaknya adalah orang yang sangat kaya, tetapi dia tidak mau Jika dia bergantung pada Leo, jadi perempuan itu merasa bahwa dirinya perlu mencari biaya untuk keperluan anak-anaknya.
'Hari ini Aku merasa sangat senang, tapi mengingat perkataan Clara tadi pagi, aku rasa Dia sedang merencanakan sesuatu. Pantas saja selama 1 bulan ini dia tidak melakukan apapun. Bahkan dia tidak pernah menggangguku syuting seolah dia berharap agar syuting kami berjalan dengan lancar dan cepat selesai. Tapi sebenarnya apa yang direncanakan?' ucap Jessica dalam hati sembari melirik Clara yang sedang melakukan syuting.
Bagaimanapun, dia terus saja merasa was-was pada Clara, karena apa yang terjadi pada 6 tahun yang lalu begitu mengerikan baginya, hingga dia selalu merasa bahwa perempuan itu terus saja merencanakan sesuatu yang buruk untuknya.
Sama seperti dengan 6 tahun yang lalu ketika perempuan itu merencanakan sesuatu yang sangat besar yang mempengaruhi kehidupannya.
Tetapi sampai sore dia tidak bisa menemukan hal yang mencurigakan pada Clara.
Jadi ketika dia pulang dan dijemput, perempuan itu memasuki mobil sambil menghela nafas dan mengintip ke arah mobil baru yang datang menjemput Clara.
"Ada apa?" Tanya Leo yang merasa bingung ketika perempuan itu masih melihat ke arah mobil mantan kekasihnya bersama mantan saudara angkatnya.
"Hah,,," Jessica menghembuskan nafasnya dengan berat lalu berkata, "aku merasa ada sesuatu yang sedang direncanakan oleh Clara. Tadi pagi dia menyinggung bahwa aku memiliki banyak pria yang datang berganti-gantian menjemputku.
"Dan anehnya, selama beberapa waktu terakhir ini dia tidak pernah lagi menyulitkanku di lokasi syuting. Padahal, waktu awal-awalnya dia selalu mencari cara untuk membuat kesal supaya mempengaruhi performa syuting ku." Ucap Jessica dengan wajah yang cemasnya membuat Leo tersenyum.
"Jangan khawatir, mungkin saja dia berubah seperti itu karena ada sesuatu yang lain yang sedang terjadi yang mempengaruhi sikapnya. Bukan karena dia sedang merencanakan sesuatu yang buruk terhadapmu," ucap Leo menenangkan Jessica karena dia tidak mau kalau perempuan itu sampai terlalu banyak berpikir hanya karena seorang yang tak layak untuk dipikirkan.
"Kau belum memberikanku suntikan tenaga untuk menyalakan mesin kendaraan," tiba-tiba ucap Leo langsung membuat Jessica terkekeh menoleh ke arah pria itu.
"Kau ini, jadi setiap kali kau akan menyalakan mesin kendaraan aku harus menciummu dulu?" Tanya Jessica sembari tersenyum melepas sabuk pengamannya agar dia bisa mencondongkan tubuhnya ke arah pria yang sedang menantikan ciumannya.
"Justru aku berharap setiap detik, setiap saat akan selalu mendapat ciuman darimu," jawab Leo dengan senyum mengembang menghiasi bibir pria itu hingga membuat Jessica semakin tertawa sambil mendekatkan dirinya ke arah Leo.
Tetapi, ketika perempuan itu berpikir hanya akan mencium Leo dia terkejut ketika Leo tiba-tiba saja menarik tubuhnya dan mendudukkannya di pangkuannya.
"Cup!!!" Ciuman tiba-tiba dari Leo mengejutkan perempuan itu, tetapi beberapa detik kemudian dia merasa senang dan memeluk Leo dengan erat.
"Aku senang," ucap Jessicca.
"Aku juga," kata Leo mendaratkan ciuman di puncak kepala Jessica lalu pria itu menyalakan mesin kendaraannya dan melajukan kendaraannya ke jalanan yang sudah sepi karena saat itu sudah hampir tengah malam.
"Eh,, Kenapa kau menjalankan mobilnya?" Tanya Jessica yang merasa khawatir mereka akan mengalami kecelakaan karena pria itu tidak akan konsentrasi menyetir saat dia masih duduk di pangkuan Leo.
Tetapi Leo mempererat pelukannya dan berkata, "jangan khawatir, Aku tidak akan membiarkanmu terluka."