Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing

Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing
57.


Setelah hari di mana Leo terakhir kali menelpon, maka pada saat itu Bunga menjadi selalu kesal karena ponselnya selalu saja berdering dengan nama pemanggil adalah nama kakaknya.


Tetapi karena Bunga terlalu takut kalau semua rahasianya terbongkar, maka dia selalu saja mengabaikan telepon dari kakaknya.


Hal itu membuat Leo menjadi sangat gelisah, lalu pria itu meninggalkan seluruh pekerjaannya dan memilih pergi ke bar untuk melampiaskan emosinya.


"Hei,, apa yang terjadi?" Seorang pria yang merupakan teman dari Leo menatap pria di depannya dengan wajah yang begitu penasaran.


Seumur hidup pria itu, Leo tidak pernah pergi ke bar, tetapi selama 6 tahun terakhir ini pria itu jadi lebih sering ke bar meski hanya sebulan sekali.


Namun, beberapa minggu terakhir ini pria itu semakin lebih sering ke bar, bahkan dalam satu minggu kadang 3 atau 4 kali datang ke bar.


"Tidak usah banyak bicara dan temani saja aku!!" Ucap Leo dengan suara yang dingin sambil menatap segelas anggur di tangannya yang sedang ia mainkan.


"Hah,, Apakah kau tahu kalau aku sedang banyak pekerjaan? Sekarang semuanya harus kutinggalkan hanya demi menemanimu yang bahkan tidak mau memberitahuku masalahmu?" Ucap Jordan yang merasa kesal dengan temannya itu.


Leo tidak mengatakan apapun, tetapi pria itu terus berpikir dalam hatinya tentang apa yang membuatnya merasa begitu kacau.


'Suaranya,, aku sangat ingin mendengar suaranya lagi. Dan gadis kecil yang terakhir kulihat itu, mengapa dia terus terbayang-bayang bersama dengan Jessica? Sebenarnya apa yang terjadi, Mengapa aku sangat merindukan kedua perempuan itu???' kesal Leo dalam hati sambil memejamkan matanya.


Jordan yang melihat itu hanya bisa menghela nafas, "kau ini sedang jatuh cinta atau sedang memikirkan masalah apa? Tapi kalau kau jatuh cinta. Aku tidak yakin ada perempuan yang bisa kau cintai." Ucap Jordan yang jelas tahu bagaimana Leo tidak pernah berhubungan dengan perempuan.


Bahkan dengan adiknya sendiri, pria itu tidak pernah berhubungan, apalagi dengan perempuan lain, intinya, tidak ada satupun perempuan yang pernah berada di sekitar Leo selain Bunga!!!


Mendengar ucapan Jordan, akhirnya Leo membuka matanya dan meletakkan gelasnya.


"Masalah 6 tahun yang lalu ketika aku menyuruhmu memulihkan semua rekaman CCTV di hotel,,,, Apakah kau sudah berhasil melakukannya?" Tanya Leo menatap Jordan.


"A,, apa?!" Jordan terkejut, "Jadi sampai sekarang kau masih galau karena masalah itu?" Ucap Jordan yang tak habis pikir bahwa pria itu masih memikirkan masalah CCTV pada 6 tahun yang lalu.


"Cepat saja katakan!" Tegas Leo langsung membuat Jordan menghela nafas.


"Hah,,, entah siapa orang yang bisa melakukan itu, padahal semua orang yang bekerja di hotel itu sudah kau pecat, tapi tidak ada satupun yang mengaku.


"Tapi,, Apakah kau galau karena tidak bisa menemukan perempuan pada malam hari itu?" Tanya Jordan kini menatap Leo dengan serius.


Dia benar-benar tidak percaya bahwa Leo masih memikirkan perempuan pada malam hari itu, padahal, tidak ada bukti yang menyatakan bahwa pria itu benar-benar tidur dengan seseorang.


Leo hanya mengira-ngira saja!!!


Atau jika benar,,, itu hanya hubungan satu malam, tidak ada artinya!!!!!


"Hah,,," Leo menghela nafas sambil meneguk anggurnya sampai habis, karena dia tahu bahwa tidak ada gunanya berbicara dengan Jordan.


"Aku pergi!" Ucap Leo langsung berdiri lalu meninggalkan Jordan sendirian membuat pria itu berdecak kesal.


"Dia yang menelponku dan memaksa aku datang kemari, sekarang dia pergi meninggalkanku sendirian!!!" Geram Jordan sambil menghabiskan satu gelas anggurnya, lalu pria itu menyusul Leo.


Ketika mereka bertemu dengan para pelayan perempuan, pelayan itu langsung menjaga jarak dari Leo karena Leo adalah orang yang paling benci mencium parfum perempuan.


Namun, seorang perempuan bernasib tidak baik, karena dia yang terburu-buru melangkah akhirnya tak sengaja menjenggol lengan Leo.


"Ma,, maaf,," ucap perempuan kini berdiri menjaga jarak dari Leo sembari tangan perempuan itu gemetar memegang sebotol anggur di tangannya.


Leo yang menghentikan langkahnya langsung melepas jsnya dan melemparkan jas miliknya ke lantai.


"Semua gajimu akan dipotong untuk mengganti jasku!!!" Ucap Leo dengan suara yang dingin, lalu pria itu pergi dengan langkah yang cepat meninggalkan pelayan yang langsung runtuh ke lantai.


Sementara Jordan, pria itu bahkan tidak bisa menghibur seorang pelayan, 'pelayan yang malang,' pikir Jordan dalam hati sambil menyusul Leo.