Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing

Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing
65. Bertemu Ayah


Tetapi perempuan itu berusaha menahan dirinya lalu dia kembali mengetik, *aku akan datang tetapi Jessica tidak akan ikut!!!*


Setelah mengirim pesan itu, dia menonaktifkan ponselnya dan melemparkannya ke atas ranjang.


'Ini sesuai dengan dugaanku,,, tapi Apakah dia juga tahu bahwa kami datang bersama dengan anak-anak Jessica?' ucap Bunga dalam hati kini merasa sangat gugup.


Kehidupannya belum menghilang ketika ponsel yang ada di atas tempat tidur kembali berdering dengan nama pemanggil ialah LEO.


Perempuan itu mengambil ponselnya dan gemetar memegang ponsel itu.


Dring....!! Dring...!! Dring..!!


Dring....!! Dring...!! Dring..!!


Dring....!! Dring...!! Dring..!!


Panggilan itu berdering sampai selesai dan tidak pernah digubris oleh Bunga, sebab dia terlalu takut menghadapi kakaknya.


Dan setelah panggilan selesai dia menonaktifkan ponselnya dan keluar menemui Jessica dan kedua keponakannya.


Mereka terus membersihkan rumah sampai akhirnya malam telah tiba.


"Tante mau ke mana?" Tanya Nita ketika dia melihat tantenya keluar dari kamar dengan bau parfum yang melekat di seluruh.


"Tante mau keluar sebentar," ucap Bunga.


"Ikut!!!" Teriak Nita langsung berbalik pergi ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya.


Hal itu membuat Jessica sangat terkejut dan mengejar gadis kecil itu.


Sementara di ruang tamu, Jessica tersenyum melihat kelakuan kedua orang itu.


Setelah beberapa saat dia mendengar keributan dengan kamar, dia kemudian berkata, "jangan terlalu ribut, Nanta sedang membaca."


Tetapi ucapannya sama sekali tidak dihiraukan oleh dua orang yang kini sedang bergulat di dalam kamar karena Bunga tidak bisa membawa Nita pergi.


Sementara Nita, gadis kecil itu mengancam akan menangis Jika Bunga tidak membawanya jadi bunga kerepotan menghadapi gadis kecil itu.


Ding dong!!!


Ding dong!!!


Ding dong!!!


'Siapa yang bertamu pada kami?' ucap Jessica dalam hati yang merasa aneh, bahwa mereka baru saja pindah ke situ dan belum ada satupun orang yang mengetahui, apalagi mengenal mereka.


Jadi sangat aneh jika di saat-saat seperti itu ada tamu yang datang ke rumah mereka.


Namun ketika perempuan itu membuka pintu, dia tertegun dan terpaku menatap orang yang datang bertamu ternyata adalah Leo.


Deg!


Deg!


Dua jantung tiba-tiba saja berdetak amat kencang saat kedua orang itu saling bertatapan satu sama.


"Kak,, Kak Leo?" Ucap Jessica dengan suara yang pelan, karena rasa terkejutnya memenuhi seluruh tubuhnya.


Leo yang berdiri di depan Jessica menahan tangannya dan gejolak rasa di dalam hatinya.


Ia merasa begitu lega senang sekaligus puas melihat perempuan yang selalu dirindukannya akhirnya berada di depannya.


"Pokoknya aku mau ikut!!!" Terdengar suara teriakan Nita berlari ke arah Jessica karena gadis kecil itu sudah berhasil menggunakan semua pakaiannya.


Dengan pena yang diberikan Leo di tangannya, gadis kecil itu berlari ke arah Ibunya dan terkejut melihat pria yang ada di depan rumah ternyata adalah pria yang ia anggap sebagai ayahnya.


"Ayah!!!" Teriak Nita begitu terkejut dan langsung memeluk Leo dengan erat.


"Ayah!! Ternyata Ibu menyuruh Kita pindah ke sini karena Ayah ada di sini?!!" Seru Nita melompat-lompat kegirangan sembari tangan gadis kecil itu memegang erat kemeja Leo.


Sementara 2 perempuan yang berada di belakang Nita, Jessica dan Bunga terpaku di tempat mereka dan tak tahu harus berkata apa.


Saat itu juga, seorang pria kecil yang berada di dalam kamar kini meletakkan bukunya saat ia mendengar seruan Nita yang mengatakan bahwa dia bertemu ayahnya.


'Siapa Ayah yang dimaksud oleh Nita?' ucap Nanta dalam hati sembari turun dari tempat tidur dan bergegas membuka pintu kamarnya.