Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing

Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing
103.


"Ha ha ha... Nyamuk yang menggigit Jessica begitu besar sampai membutuhkan tangan dewa untuk menempuhnya supaya dia bisa mati dalam satu kali tepukan!! Ha ha ha....!!!" Bunga tidak bisa menahan tawanya yang terlalu keras hingga tawanya itu mengganggu seorang anak kecil yang sedang membaca di ruang bermain Jadi dia langsung keluar bersama dengan kakeknya.


"Kalian masih di sini juga?!" Teriak Tuan Zaki langsung membuat semua orang menatap ke arah pria itu.


🐾🐾🐾


"Apa maksud Ayah?" Tanya Bunga dengan bingung yang sama sekali tidak mengerti dengan ucapan ayahnya.


Pria itu tiba-tiba saja keluar dari ruang bermain dan langsung berteriak dengan marah.


Padahal biasanya ayahnya tidak pernah bersikap seperti itu, karena pria itu selalu tenang,, dan jika marah, dia selalu bersikap dingin menunjukkan kemarahannya.


"Mulai hari ini cucu-cucuku akan tinggal di sini, dan Kalian bertiga silakan tinggal di apartemen dan jangan menginjakkan kaki di tempat ini lagi!!!" Ucap Tuan Zaki yang merasa amat kesal pada 3 orang yang sudah menyembunyikan cucunya.


"Kakek, kenapa kakek mau mengusir ayah dan ibuku serta Tante Bunga? Apakah kakek tidak menyukai mereka?" Tanya Nita dengan wajah yang polosnya karena sama sekali tidak mengerti mengapa kakeknya mau memisahkannya dengan Ketiga orang itu.


Menyadari bahwa dia tidak bisa berbicara seperti itu pada anak kecil, maka Tuan Zaki langsung mendekati cucunya dan mengambil garis kecil itu dari pangkuan Leo.


Berbicara dengan Nita harus menggunakan kata-kata yang lembut dan nada suara yang halus.


"Kakek tidak bermaksud seperti itu, tapi kakek hanya mau kalian tinggal di sini, karena mulai hari ini Tante Bunga akan bekerja jadi tidak akan ada yang menjaga kalian di apartemen.


"Oleh sebab itu mulai hari ini kalian akan tinggal bersama dengan kakek dan nenek karena setiap hari kakek dan nenek akan menjaga kalian!!!" Ucap Tuan Zaki langsung membuat Nita menganggukkan kepalanya.


"Bagus sekali!! Kalau Tante Bunga bekerja maka uang Tante Bunga jadi banyak, jadi dia bisa membelikan kain es krim setiap hari!!!" Seru gadis kecil itu langsung diangguki oleh Tuan dan Nyonya Zaki.


"Benar, Jadi kalian tinggal di sini saja biar kakek dan nenek yang menjaga kalian karena mereka bertiga akan bekerja." Ucap Nyonya Zaki.


Mendengar jawaban cucunya maka kedua orang tua itu menjadi sangat senang sebab mereka tak menduga bahwa cucu mereka akan begitu mudah untuk dibujuk.


Tetapi sayangnya, mereka hanya membujuk Nita saja dan Nanta yang sudah duduk di samping ibunya langsung menatap kedua orang tua itu sambil berkata, "biar Nita saja yang tinggal di sini, aku akan tinggal di apartemen sendirian saja."


"Apa?!" Tuan Zaki dan nyonya Zaki serentak berbicara karena tak menyangka pria kecil itu memilih sendirian di apartemen ketika semua orang meninggalkan apartemen.


Leo langsung menahan tawanya mendengar ucapan putranya, tetapi pria itu tidak mengatakan apapun dan hanya membiarkan kedua orang tuanya kesulitan menghadapi cucu mereka.


"Aku tidak mau pisah rumah dengan ibuku!! Kalau aku tidak ada di bersama dengan ibuku Lalu siapa yang akan menjaga ibuku? Aku tidak pernah mempercayakan keselamatan Ibuku pada orang lain!" Tegas pria kecil itu sembari memeluk lengan ibunya dengan wajah tegasnya menatap dua orang yang terkejut di depannya.


Nita pun yang mendengar ucapan kakaknya langsung turun dari pangkuan kakeknya lalu dia naik ke pangkuan Leo.


Dengan erat gadis kecil itu memeluk Leo, "aku juga tidak mau pisah tidur dengan ayahku." Kata gadis kecil itu sembari menggembungkan pipinya mendongak menatap ayahnya yang tersenyum ke arahnya.


Sementara Leo yang mendengar itu, dia langsung mengusap rambut Putri kecilnya dan merasa amat senang memiliki Putri kecil yang sangat menggemaskan.


"Kalau begitu, biarkan semua orang tinggal di sini saja. Lagi pula, apartemen itu terlalu kecil untuk semua orang." Ucap Bunga yang duduk di samping Jessica.


Lagi pula kau mah tidak ada ruginya kalau mereka tinggal di kediaman keluarga mereka, karena kediaman mereka juga strategis dari perkantoran dan juga tidak terlalu jauh dari lokasi syuting Jessica.


Tuan Zaki yang mendengar itu merasa agak kecewa karena dia tidak bisa memberi pelajaran pada Ketiga orang yang sudah bersikap menyebalkan terhadap orang tua mereka.


Tetapi pria itu belum mengatakan apapun Ketika istrinya sudah lebih dulu mendahuluinya berbicara.


"Ah bisa juga, kalau begitu hari ini kalian langsung menginap saja di sini karena Ibu sudah menyiapkan kamar untuk semua orang." Ucap Nyonya Zaki.