
"Begitu ya, kalau begitu saya mengerti," ucap Jessicca.
"Bagus, kalau begitu kalian berdua bisa ber-selfi sekarang dan menguploadnya di laman media sosial kalian masing-masing. Oh ya, ini adalah caption yang harus kamu tulis di postinganmu." Ucap devania mengeluarkan selembar kertas yang berisi tulisan yang harus diikuti oleh Jessica ketika dia mengunggah foto selfie-nya bersama dengan Revan.
Begitu Jessica membaca tulisan di kertas itu, dia langsung mengerutkan keningnya karena tidak percaya bahwa dia benar-benar harus mengatakan hal seperti itu di akun media sosialnya.
*Senior terhebat yang kumiliki, karena bersamanya aku bisa mencapai mimpiku hingga saat ini. Terima kasih senior yang baik hati semoga ke depannya senior terus membantuku di dunia hiburan.*
Karena Jessica merasa bahwa apa yang tertulis di situ adalah sebuah kesalahan maka dia mengangkat kepalanya dan berkata, "aku tidak bisa menulis hal seperti ini di postinganku karena aku berada di sini bukan karena dia."
'Aku berada di sini karena perjuanganku sendiri dan juga karena bantuan dari suamiku, tidak ada sangkut pautnya dengan Revan!!' ucap Jessica dalam hati yang merasa bahwa dirinya tidak perlu mengatakan hal seperti itu pada Revan.
Lagi pula, jika suaminya membaca postingan itu, maka suaminya mungkin akan mengamuk dan akan sulit untuk ditenangkan.
Lagi pula, jika dia mengupload hal seperti itu maka sudah dipastikan orang-orang akan berpikir bahwa dia berusaha mencuri hati Revan dan mungkin saja para penggemar perempuan dari pria itu akan mencibirnya.
Sementara Devania yang mendengar ucapan Jessica, perempuan itu langsung berkata, "ini semua bertujuan untuk mempercepat naiknya popularitasmu juga. Lagi pula, Kau tidak perlu memikirkan hubungan kalian berdua karena itu sama sekali tidak ada dan agensi akan membantahnya nanti dan hanya mengatakan bahwa kalian hanyalah antara senior dan junior."
Ucapan Devania sangat tidak bisa diterima oleh Jessica, karena meski agensi bisa membantahnya, tetapi orang-orang mungkin akan berpikir bahwa dialah yang berusaha untuk mendekati Revan demi memanfaatkan popularitas pria itu.
Dan sama sekali dia tidak mau terlibat skandal seperti itu karena akan menyakiti hati suami dan keluarganya, terutama jika Ibu mertuanya mendengar masalah itu, maka perempuan itu mungkin akan berpikir negatif.
Oleh sebab itu, Jessica berkata, "Terima kasih atas usaha kalian untuk mendongkrak popularitasku juga, tetapi aku rasa Aku tidak bisa melakukan ini, karena aku sudah memiliki keluarga dan tidak ingin keluargaku merasa resah dengan postingan seperti ini."
"Lagi pula keluargamu harusnya bisa memahami semuanya karena ini semua demi kebaikanmu." Ucap Devania yang sebenarnya merasa kesal pada Jessica, karena perempuan itu mendapat perhatian lebih dari para atasan, jadi dia ingin melakukan sedikit sesuatu untuk menekan perempuan itu.
"Maaf, untuk meningkatkan popularitasku aku bisa melakukannya dengan cara memberikan penampilan yang baik dalam pekerjaanku bukan dengan cara seperti ini." Kata Jessica meletakkan kertas yang ia dapatkan dari depannya lalu perempuan itu berdiri meninggalkan ruangan Devania dengan perasaan marah.
Beraninya orang-orang itu mengatakan supaya dia tidak memikirkan keluarganya dalam pekerjaannya, bahkan mereka hendak menyakiti keluarganya??
Dia tidak bisa membiarkan hal itu terjadi!!!!!
Sementara Devania yang ditinggalkan, perempuan itu memijat keningnya dengan perasaan kesal yang semakin menumpuk.
"Hah,, perempuan itu benar-benar membuatku kesulitan, semua pekerjaan terbaik harus diberikan padanya. Tetapi dia sama sekali tidak mau mendengarkanku!!!" Gerutu Devania sambil menghembuskan nafasnya dengan panjang.
Revan yang melihat itu kemudian berdiri dan menatap managernya, "kak Devania tenang saja, biar aku yang mengurusnya." Ucap pria itu langsung membuat Devania mengangkat kepalanya menatap Revan.
"Apa yang akan kau lakukan?" Tanya Devania yang merasa khawatir Jika saja pria itu melakukan hal macam-macam yang bisa membuatnya semakin pusing lagi.
Tetapi Revan tersenyum dan berkata, "kak Devania tenang saja, pokoknya percayakan saja dia padaku, maka aku akan membuatnya takluk dan akhirnya menuruti semua keinginanku."
Setelah berbicara, Revan kemudian keluar dari ruangan Devania dan menyusul Jessica yang sudah turun ke lantai bawah.