Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing

Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing
86. Gantungan kunci pemberian Jessicca


Jessica melanjutkan makan di tengah malamnya sembari memperhatikan pria yang membuat kopi.


Perempuan itu mengerutkan keningnya, "Kenapa di malam-malam begini kau minum kopi?" Tanya Jessica yang merasa aneh pada orang yang minum kopi di malam hari seperti itu, padahal sudah waktunya untuk tidur.


Kalau mau minum kopi begitu, nanti tidak bisa tidur lagi.


"Aku punya pekerjaan yang belum selesai malam ini, jadi aku harus mengerjakannya karena besok pagi ada rapat penting." Kata Leo sembari mengaduk kopi miliknya lalu berjalan ke arah meja untuk duduk bersama dengan Jessica.


"Ahh,, begitu," kata Jessica sembari fokus pada makanannya, karena tidak ingin lagi bertanya banyak hal pada pria di depannya.


Sementara Leo yang menyeruput kopinya, pria itu tidak tahan untuk bertanya tentang jawaban dari 4 pertanyaannya kemarin malam jadi dia menatap perempuan itu dengan lekat.


"Itu,, Apakah kau sudah memikirkan pertanyaanku yang kemarin malam?" Tanya pria itu langsung membuat Jessica mengangkat wajahnya menatap Leo lalu dia kemudian tertunduk mengingat pertanyaan Leo yang kemarin malam dilontarkan oleh pria itu.


"Apakah saat ini jantungmu berdegup kencang sama seperti aku? Apakah kau teringat akan ciuman itu karena kau juga sebenarnya merindukanku? Apakah dari 6 tahun yang lalu kau pernah berpikir untuk menemuiku? Apakah setelah kita bertemu sekarang kau merasa senang?" Ucapan Leo kembali memenuhi pikiran Jessica karena sejak di lokasi syuting pun ketika dia istirahat dia sudah memikirkan pertanyaan itu.


Tiba-tiba saja jantungnya berdegup kencang, dan dia merasa gugup untuk menjawab pertanyaan itu, tetapi ketika dia kembali menatap Leo, pria itu tampak sangat berharap agar dia menjawab pertanyaannya.


"Itu,," Jessica menahan ucapannya sembari tertunduk mengambil satu suapan nasi dan memasukkannya ke dalam mulutnya agar menjadi alasan supaya dia punya waktu untuk berpikir lagi.


Leo jelas tahu apa yang dimaksud oleh perempuan di depannya, jadi dia tersenyum kecil melihat cara Jessica menunda waktu.


"Kalau aku boleh jujur, sebenarnya aku benar-benar ingin memulai hubungan denganmu. Kau tahu, selama beberapa waktu terakhir Aku merasa sangat tersiksa karena kamu.


"Entah mungkin karena aku sudah merasakan bahwa kau perempuan 6 tahun yang lalu itu, tetapi ketika kita pertama kali bertemu juga aku sangat senang melihatmu.


Dia juga sudah melupakan apa yang ia berikan pada pria itu karena itu sudah sangat lama sudah bertahun-tahun sekali lamanya.


Namun Leo merogo sakunya dan mengambil sebuah gantungan kunci dari dalam sakunya.


Begitu melihat gantungan kunci yang ada di depannya, Jessica langsung tertegun dan perhatikan gantungan kunci yang warnanya sudah tampak pudar itu.


Hal itu menandakan bahwa gantungan kunci itu telah lama di gunakan atau sering disentuh hingga membuat warnanya menjadi sangat kusam.


"Ini pertama kalinya aku diberikan barang oleh seorang perempuan, Dan itu pertama kalinya jantungku berdegup aneh saat bersama dengan perempuan." Ucap Leo sangat mengejutkan Jessica.


Dia tidak tahu bahwa perasaan yang ia simpan selama ini pada Leo ternyata dirasakan juga oleh pria itu.


Dan ketika dia pergi ke kota pada keluarga angkatnya, dia sering melihat Leo ketika pergi ke rumah Bunga.


Tetapi dia tidak berani bercakap-cakap dengan pria itu karena pria itu menjadi sangat dingin dan terlihat menakutkan.


Dan ketika dia bertemu dengan Baron, seorang pria yang hangat langsung membuatnya merasa bahwa dia lebih baik bersama dengan Baron daripada harus mengharapkan sebuah perasaan yang diberikan pada pria dingin yang menakutkan.


Tapi ternyata....?


Jessica menatap lekat gantungan kunci itu, lalu dia langsung teringat masa lalunya.