
Akhirnya hari yang di nanti-nantikan telah tiba juga, casting untuk mendapatkan salah satu pemeran dalam film ibu diikuti oleh Jessica.
Hari itu, ruang penyekatan dibagi menjadi 3, untuk pemeran utama, pemeran pendukung dan pemeran kecil lainnya.
Jessica duduk di sekat kedua karena dia akan casting untuk adik dari pemain antagonis.
Seorang gadis tomboy yang sangat brutal, namun juga menjadi salah satu karakter yang menyukseskan pemeran protagonis untuk bersatu.
"Ibu,, ibu harus semangat!!!" Suara Nita dari seberang telepon langsung membuat Jessica yang duduk menunggu namanya dipanggil kini tersenyum semeringah.
"Ibu selalu semangat saat mendengar suaramu. Oh ya,, jangan merepotkan Tante Bunga, dan kau harus patuh pada apapun yang dikatakan oleh Tante Bunga!!" Ucap Jessica yang khawatir Jika saja Ketiga orang yang sedang duduk menunggu di sebuah kafe yang tak jauh dari tempat itu malah membuat ulah.
Apalagi kalau gadis kecil itu sampai pergi bermain-main lagi di luar cafe dan hilang seperti ketika mereka kembali berlibur.
"Baik Ibu!! Aku akan duduk dengan patuh bersama Olly dan Onny," suara manis Nita dari seberang telepon.
"Baguslah, kalau begitu ibu akan menutup teleponnya." Ucap Jessica, lalu panggilan itu segera diakhiri.
Dengan begitu, Jessica bersemangat untuk mengikuti castingnya, sementara di tempat Bunga menjaga kedua keponakannya, perempuan itu baru saja mendapatkan es krim dari para pelayan lalu membagikannya pada kedua keponakannya.
"Wah,, es krim!!!" Seru Nita langsung mengambil sendok dan melahap es krimnya.
Sementara Bunga, dia memotret kedua keponakannya yang sibuk menikmati es krim, lalu perempuan itu menyimpan foto tersebut di galeri ponselnya.
Baru saja foto Itu disimpan ketika tiba-tiba saja sebuah panggilan dari Leo masuk ke ponselnya.
Bunga langsung menatap kedua keponakannya yang sedang berbincang-bincang di depannya, lalu dia kembali melihat layar ponselnya.
'Kenapa dia menelponku?' ucap Bunga dalam hati, yang tidak mau bila Leo mendengar suara kedua keponakannya.
Dan yang lebih membuat heran perempuan itu, bahwa Leo punya waktu untuk meneleponnya, padahal pria itu adalah pria yang selalu sibuk dan tidak pernah meneleponnya sejak 6 tahun berlalu.
"Halo," ucap Bunga dengan suara yang pelan sembari memperhatikan dua keponakannya yang kini tampak diam menikmati es krim mereka.
Hal itu membuat Bunga merasa sangat lega, karena kedua orang itu seperti bersahabat dengannya. Sangat pandai membaca situasi!!!
"Sedang apa kau?" Tanya Leo dari seberang telepon membuat Bunga begitu terkejut dengan pertanyaan kakaknya.
'Apakah pria ini tiba-tiba menelponku hanya untuk menanyakan hal yang sedang kulakukan?' Bunga merasa sangat aneh dan berpikir bahwa dia salah menerima telepon dari orang lain.
Jadi perempuan itu menjauhkan telepon dari telinganya lalu menatap nama kontak yang tertera di layar ponselnya.
LEO
'Namanya benar,' ucap Bunga dalam hati lalu kembali meletakkan ponsel di telinganya.
"Halo?" Ucap Bunga pada orang di seberang telepon.
"Ya, sedang bersama siapa kau?" Kembali tanya Leo membuat Bunga menjadi lebih linglung lagi.
Tetapi perempuan itu berdehem dan berkata, "ehem,,, aku sendirian, ada ap--"
"Tante!!!" Tiba-tiba teriak Nita saat mendengar suara tantenya, "tante bersama aku dan juga Kakak Nanta!!! Kenapa Tante berbohong?" Tanya Nita langsung membuat Bunga menatap gadis kecil itu sambil meletakkan jari telunjuknya di bibirnya pertanda agar kedua anak kecil itu diam.
Nanta yang melihat itu langsung berpikir bahwa orang yang menelpon bersama dengan tantenya adalah kekasih yang ia lihat di CCTV.
Dia hendak berbicara ketika Nita mendahuluinya berbicara, "kenapa Tante menyuruh kami diam? Apakah Tante mau berbohong pada orang yang berteleponan dengan tante? Kenapa Tante berbohong?" Tanya Nita langsung membuat Bunga menelan air liurnya dengan tangan perempuan itu memegang erat ponselnya.
Apa yang harus dia lakukan???