
Begitu tiba di lokasi syuting, Jessica langsung bertemu dengan Dika yang akan menjadi asistennya.
Keduanya berbincang-bincang sembari berjalan ke dalam lokasi syuting dengan semua orang melihat ke arah mereka.
Terlebih lagi, karena Dika adalah pria muda yang seumuran dengan Jessica dan memiliki paras yang tampan, jadi banyak perempuan yang menatap ke arah mereka.
Tak terkecuali Clara yang saat itu datang diantar oleh Baron, dia sangat terkejut melihat Jessica yang secara terang-terangan membawa seorang pria ke lokasi syuting.
"Itu,, siapa pria yang bersama Jessica?" Ucap Clara pada Baron sembari memperhatikan pria yang datang bersama Jessica.
Baron tidak mengatakan apapun, Tetapi dia juga sangat penasaran akan identitas pria itu.
"Halo semuanya, perkenalkan nama saya Dika, mulai sekarang saya adalah asisten Nona Jessica," ucap Dika memperkenalkan diri pada semua orang langsung membuat semua orang mengangguk-angguk.
Sementara Clara, dia yang mendengar itu langsung mencibir dan berkata, "itu benar-benar asistennya, atau pria yang menjadi simpanannya, tapi sengaja berkedok asisten?"
Ucapan Clara langsung membuat Baron menatap perempuan itu, "apakah mungkin Jessica seperti itu?" Tanya Baron yang merasa tak yakin.
Clara yang mendengar itu hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kesal karena dia tidak percaya bahwa sampai sekarang Baron masih tetap saja mempercayai Jessica, padahal kemarin-kemarin kepercayaan pria itu sudah mulai goyah.
"Kak Baron kan lihat sendiri ketika ada banyak pria yang datang mengantar jemputnya, aku rasa selama 6 tahun ini dia sudah banyak berubah. Atau mungkin dari hari ke hari kelicikannya menipu semua orang semakin bertambah." Ucap Clara langsung membuat Baron kembali menatap Jessica yang kini berbincang-bincang dengan asistennya.
Pria itu entah kenapa merasa sakit hati, entah kenapa dia merasakan perasaan bergejolak yang terasa aneh dalam hatinya.
"Ah,, Sepertinya kau sudah harus pergi sekarang," ucap Baron segera berdiri mengambil tasnya dan mengusap rambut Clara.
Clara menatap pria di depannya dengan sebuah senyum terukir di wajahnya, "hati-hati di jalan dan bekerjanya jangan terlalu dipaksakan," ucap perempuan itu langsung dijawab anggukan Baron lalu pria itu segera pergi meninggalkan lokasi syuting.
Clara yang ditinggalkan kembali menoleh ke arah Jessica dan perempuan itu menggertakkan giginya, 'kemarin aku sudah mengirim pesan pada pria itu, tapi kenapa Jessica masih tampak baik-baik saja? Kenapa dia tidak terlihat seperti baru saja menghadapi sebuah masalah besar?' kesal Clara dalam hati sembari mengambil sebuah ponsel rahasia dari tasnya dan membuka ponsel itu.
Dia langsung mengerutkan keningnya ketika melihat ternyata setelah mengirim foto-foto Jessica bersama dengan beberapa pria, Dia mendapat balasan dari orang yang dia kirimi foto-foto itu.
*Terima kasih sudah mengambil foto-foto yang cantik itu. Semoga hari Anda menyenangkan.*
"Apa maksudnya?" Ucap Clara yang merasa aneh dengan isi pesan itu.
Pria itu bukannya marah atau apa, tetapi dia malah berterima kasih???
Clara menggertakan giginya dan berkali-kali membaca pesan itu, tetapi dia sama sekali tidak mengerti dengan maksud pria itu.
'Ataukah jangan-jangan bukan pria itu yang membuka ponselnya saat aku mengirim pesannya. Tetapi malah Jessica? Kalau diingat-ingat lagi, aku mengirimnya pada malam hari, dan saat itu Jessica juga sudah kembali ke rumah.
'Kalau begitu sebaiknya aku ulangi mengirimnya sekarang, karena saat ini Jessica sedang tidak bersama pria itu.' ucap Clara dalam hati, lalu dia kembali mengirim pesan itu, berharap supaya pemilik asli ponsel itulah yang melihat pesannya dan bukannya orang lain, apalagi Jessica.