Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing

Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing
67. Leo dan Nanta sangat mirip


Setelah cukup lama berusaha membangunkan Bunga, akhirnya perempuan itu mengerjapkan matanya dan perlahan membuka kelopak matanya.


"Bunga?" Ucap Jessica menatap dalam perempuan yang kini menatapnya dengan lemah.


"Jes,, aku bermimpi buruk,," ucap Bunga dengan suara yang lemah serta mata perempuan itu beralih menatap langit-langit kamarnya dengan pikirannya yang masih membayangkan pertemuan Jessica dan Leo.


Bunga berpikir bahwa apa yang baru saja terjadi itu hanyalah sebuah mimpi, itulah sebabnya dia terbangun di atas tempat tidurnya.


"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Jessica yang merasa cemas pada perempuan yang tampak linglung di depannya.


Bunga mengangguk perlahan, "aku baik-baik saja, untunglah aku hanya bermimpi." Ucap Bunga merasa lega.


"Kau barusan bermimpi buruk? Mimpi apa itu?" Tanya Jessica yang merasa curiga bahwa perempuan itu tidaklah bermimpi, namun menganggap kejadian yang baru saja terjadi ialah sebuah mimpi.


Tetapi Bunga tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, "bukan apa-apa kok, aku hanya bermimpi dipaksa kembali ke rumahku." Ucap Bunga langsung diangkuti oleh Jessica.


'Syukurlah, ternyata pikiranku salah,' ucap Jessica meletakkan botol minyak angin di atas meja lalu perempuan itu berdiri.


"Kalau kau sudah baikan cepatlah keluar, kakakmu menunggu di luar," ucap Jessica ketika dia membuka pintu lalu perempuan itu segera keluar untuk membuat minuman bagi Ketiga orang yang berbincang-bincang di ruang keluarga.


Sementara Bunga, perempuan yang ditinggalkan itu langsung melototkan matanya dan dia duduk di atas ranjang memandang pintu yang tertutup.


"Kakakmu menunggu di luar."


"Kakakmu menunggu di luar."


"Kakakmu menunggu di luar."


"Tante!!!" Seru Nita melemparkan senyumnya ke arah Bunga dengan gadis kecil itu menikmati dudukannya di atas paha Leo.


"Ka,, kakak!" Ucap Bunga dengan suara terbata sembari perempuan itu merasakan kakinya kembali menjadi lemas dan perlahan melangkah sempoyongan menuju ruang keluarga.


"Tante baik-baik saja?" Tanya Nanta saat melihat wajah Bunga tampak lebih pucat dan tubuh Perempuan itu agak bergetar memandang Nita yang duduk di pangkuan Leo.


"Tante!!!" Nita menatap tantenya dengan kesal lalu gadis kecil itu lanjut berkata, "tante bilang nomor Ayah aku tidak ada pada tante, tetapi ternyata ayahku dan tante bersaudara!! Tante sangat jahat sudah berbohong padaku!!!"


Cara Nita marah padanya langsung membuat Bunga merasakan dadanya begitu sesak lalu dia melihat Jessica muncul dari belakang sembari membawa minuman dan cemilan.


Wajah Jessica juga tampak tidak baik, terlihat bahwa perempuan itu sangat terkejut akan kedatangan Leo dan terlebih, saat melihat kemiripan Nanta dan Leo.


"Terima kasih ibu!!!" Seru Nita langsung mengambil satu gelas minuman dan menyerahkannya pada Leo.


"Ayah harus mencoba minuman buatan Ibu, ini adalah minuman kesukaanku!!!" Ucap gadis kecil itu langsung membuat Leo mengambil minuman dari tangan Nita.


Jessica dan Bunga yang melihat hal itu hanya bisa menelan air liur mereka dengan Jessica yang kemudian beralih menatap Bunga.


'Mengapa aku merasa sangat aneh di sini? Mengapa aku merasa bahwa Bunga sudah menyimpan rahasia yang begitu besar??' ucap Jessica dalam hati kemudian memperhatikan putranya dan juga melihat Leo.


Kedua orang itu memiliki sikap dan pembawaan yang sama dan yang lebih penting wajah mereka,,, mirip!!


Sulit bagi Jessica untuk tidak mengira bahwa kedua orang itu adalah ayah dan anak!!