Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing

Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing
61. Memberi tumpangan untuk Jessica


"Oh ya, aku dengar di negara Z ada sebuah perumahan yang sangat bagus di sana dan sesuai dengan latar belakang film ini, jadi sutradara memutuskan untuk memboyong kita semua ke negara Z." Ucap Shiro mengejutkan Jessica yang tak percaya bahwa dia akan kembali ke negara di mana dulunya orang-orang di negara itu telah menghianatinya.


"Ah, benarkah?" Tanya Jessica dengan suara yang serak. Karena dia sudah merasa takut untuk membawa anak-anaknya ke negara itu.


Sangat berisiko untuk bertemu orang-orang yang mungkin mengetahui masa lalunya di 6 tahun yang lalu.


Shiro mengangguk, "Hm,, itulah yang ku dengar, dan nanti di sana, aku berjanji akan mengajakmu bersama anak-anakmu untuk pergi berjalan-jalan. Bagaimanapun, di syuting terakhir kau sudah menyelamatkan nyawaku.


"Seandainya hari itu kau tidak dengan cepat menarik pedangmu, maka aku yakin, saat ini aku sudah tidak berada di sini, melainkan di tempat yang gelap dan dingin." Ucap Siro langsung membuat Jessica tersenyum kikuk sambil menoleh ke arah dua orang yang ada di depan mereka.


Clara yang menyadari Jessica yang menoleh ke arahnya langsung menatap sinis ke arah Jessica sambil tersenyum menghina, lalu dia menyandarkan kepalanya di bahu Baron.


Jessica sama sekali tidak terprovokasi dengan hal itu, karena sudah lama dia melupakan pria itu.


Kebenciannya terhadap dua orang itu sudah lebih besar daripada rasa sayangnya terhadap dua orang itu di enam tahun yang lalu.


Jadi Jessica hanya fokus saja berbicara dengan Shiro sampai akhirnya acara dimulai.


Banyak pers yang datang ke tempat itu dan para pemeran utama maupun pameran pendukung menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan oleh pers.


Namun karena Jessica termasuk salah satu pemain yang paling cantik di antara semuanya, maka mereka semua tiba-tiba saja terfokus pada Jessica.


"Kami dengar Nona adalah pemeran untuk gadis tomboy dalam film ini,, Mengapa Nona memilih peran itu? Padahal Nona terlihat sangat cantik, sangat cocok untuk menjadi pemeran Hanania yang memiliki karakter cantik dan lembut di dalam film itu." Ucap salah seorang wartawan.


Ming yang mendapatkan peran Hananiah langsung tersenyum ketika tatapannya bertemu dengan Jessica yang sedang berbicara.


Sementara Baron dan Clara yang mendengar pertanyaan para wartawan yang kini terfokus pada kecantikan Jessica hanya bisa terdiam di tempat mereka.


Memang Jessica adalah perempuan yang sangat cantik, tapi sayang sekali, terkadang kecantikan malah membawa malapetaka untuk seseorang.


Sementara Clara, meski dia diam, dia meramas tangannya dengan kuat sambil melirik ke arah Baron.


'Apa Kak Baron juga memikirkan hal yang sama? Kalau Jessica adalah perempuan yang sangat cantik, bahkan lebih cantik dariku?' pikir perempuan itu dalam hati, ia merasa sangat marah dengan para wartawan yang lebih fokus pada kecantikan Jessica.


Maka sepanjang acara pertemuan itu, Clara terus berada dalam rasa gelisahnya sampai akhirnya acara telah selesai dan semua orang hendak pulang.


Clara melihat Jessica yang hanya sendirian saja dan hendak pulang menggunakan taksi, jadi perempuan itu tersenyum menyindir lalu dia menatap Baron sambil berkata, "Kak Baron, aku rasa Jessica tidak punya mobil untuk pulang. Bagaimana kalau kita memberinya tumpangan?"


Baron yang mendengar itu tentu saja merasa sedikit lebih lega, karena dia masih bisa menolong Jessica, tidak, masih bisa berdekatan dengan perempuan itu meski tidak bisa memilikinya.


Jadi pria itu menganggukan kepalanya, "tentu saja kita harus memberinya tumpangan. Karena bagaimanapun, dia tetap menjadi saudaramu." Ucap pria itu langsung membuat Clara tersenyum senang.


'Pokoknya, aku harus menunjukkan pada Jessica bahwa sekarang dan selamanya, Kak Baron hanya milikku seorang!!!' ucap perempuan itu dalam hati lalu dia berjalan bersama Baron untuk menawari Jessica tumpangan.