
Setelah Devania sudah merasa cukup lama mengajak dia kan mengobrol bersama, maka perempuan itu kemudian memutuskan untuk meninggalkan restoran. Karena dia pikir bahwa Jessica sudah masuk dalam jebakan Tuan Deliono.
Perempuan itu kembali ke apartemennya dan menikmati acara berendamnya di dalam bak berendam.
'aAhirnya aku sudah berhasil memberi pelajaran pada perempuan itu, Dan mulai sekarang tidak ada alasan lagi baginya untuk menolak apapun yang ku inginkan. Jadi mulai sekarang aku bebas melakukan apapun tanpa harus mengingat bahwa dia adalah artis yang diusulkan seseorang dari kantor pusat.' ucap perempuan itu dalam hati yang merasa amat senang karena selama ini tidak ada satupun artisnya yang berani mengaturnya, tetapi Jessica,,, perempuan itu benar-benar menyebalkan baginya.
Namun, baru saja perempuan itu selesai bergumam ketika ponsel yang diletakkan di samping bak berendam tiba-tiba saja bergetar memperlihatkan CEO agensi mereka yang menelponnya.
Maka dengan cepat perempuan itu mengambil ponselnya dan mengangkat panggilan dari CEO.
"Halo," ucap perempuan itu dengan suara yang begitu bahagia karena saat itu dia merasa amat senang karena apa yang ia rencanakan telah berjalan dengan lancar.
Tetapi, dia sangat terkejut ketika pria dari seberang telepon tiba-tiba saja meneriakinya.
"Apa yang sudah kau lakukan malam ini?!!" Teriak sang CEO dari seberang telepon langsung membuat Devania menjauhkan ponsel itu dari telinganya agar gendang telinganya tidak pecah karena suara melengking itu.
Setelah merasa bahwa pria di seberang telepon tidak akan meneriakinya lagi, maka barulah Devania mendekatkan kembali ponsel itu ke telinganya dan dengan hati-hati Dia berbicara, katanya: "Apa maksudmu? Mengapa kau berteriak seperti itu?"
Sang CEO yang mendengar suara kekesalan dari perempuan di seberang telepon merasa begitu amat kesal.
Jadi dia menggertakkan giginya sembari meremas kencang sebuah pajangan yang ada di tangannya.
"Jadi sebelum orang-orangku yang menemukan apa yang sudah kau lakukan malam ini, maka cepat katakan padaku! Mungkin saja aku masih bisa menolongmu,," ucap CEO langsung membuat wajah Devania menjadi pucat pasi.
"A,,, a,, apa?" Tanya Devania yang kini langsung mengetahui bahwa apa yang terjadi itu semuanya karena dia telah mengganggu Jessica.
Mulai dari Revan yang awalnya ia gunakan untuk mengganggu perempuan itu, dan kemudian kejadian di restoran, semuanya langsung diketahui oleh CEO yang menandakan bahwa Jessica benar-benar diperhatikan oleh orang dari pusat.
"Cepat katakan!!" Kembali terdengar suara CEO dari seberang telepon yang terdengar sangat marah pada Devania.
Devania yang masih berusaha menenangkan dirinya akhirnya dengan suara terbata-bata dia kemudian berusaha berbicara, katanya: "Itu,,, aku,, aku hanya memberi pelajaran kecil pada Jessica, aku menyuruh Revan untuk membuat skandal dengannya, dan,, dan,, aku mempertemukan Jessica dengan Tuan Deliono karena berpikir Tuan Deliono bisa membantu kita untuk me--"
"Keparat!!!!" Teriak CEO dari seberang telepon langsung membuat suara Devania terputus dan perempuan itu merasakan tubuhnya semakin bergetar hebat hingga air di dalam bak berenang tidak bisa tenang.
"Apa kau bodoh? Aku sudah mengatakan padamu kalau kau harus memperlakukan Jessica dengan baik karena dia kemungkinan dekat dengan CEO pusat. Dan lagi, berani-beraninya kau mempertemukan Jessica dengan Tuan Deliono yang mesum itu,,, kau benar-benar sudah bosan hidup!!!" Teriak CEO diikuti suara panggilan yang dimatikan secara sepihak.
Tut tut tut....
Devania yang merasakan bahwa panggilan itu sudah ditutup langsung dengan tangan gemetarnya dia berusaha menghubungi CEO, tetapi tentu saja panggilannya langsung di-reject oleh CEO membuat perempuan itu semakin ketakutan dan mau tak mau harus mengakhiri acara berendamnya lebih awal dari yang seharusnya.