Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing

Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing
75. Ingin terus tidur bersama ayah


Setelah keluar dari kamar Nanta, Ketiga orang itu berhenti saat melihat Bunga yang kembali dari dapur mendapatkan air putih.


Bunga pun menghentikan langkah kakinya dan menatap kakaknya yang telah memakai pakaian tidur.


"Ka,, Kakak mau tinggal di sini?" Tanya Bunga yang tak percaya bahwa kakaknya yang tidak pernah tinggal bersama orang lain kecuali keluarganya, kini akan tinggal bersama dengan mereka di apartemen.


Nita yang mendengar itu langsung melemparkan senyum pada tantenya sambil berkata, "tentu saja, Kami bertiga akan tidur bersama!!!"


"Hah?!" Bunga sangat terkejut hingga dia menatap Jessica dengan bingung.


"Itu,," Jessica kebingungan harus berkata apa dan dia menatap Putri kecilnya lalu menatap Leo dengan wajah yang gugup.


"Aku tidak keberatan tidur denganmu," ucap Leo dengan wajah tak tahu malunya langsung membuat Jessica menolototkan matanya.


'Kalau kau tidak keberatan tidur denganku maka aku yang keberatan!!!!' geram Jessica dalam hati yang masih merasa sangat takut akan kejadian 6 tahun yang lalu yang terus terangi yang yang dalam pikirannya.


Jadi perempuan itu kemudian menatap Nita sambil berkata, "putriku sayang, malam ini adalah malam pertama Ayah tidur di rumah kita, jadi sebaiknya dia tidur sendirian di kamarmu dan kau tidur bersama ibu di kamar ibu. Bagaimana menurutmu?"


Nita dengan wajah tegasnya menggelengkan kepalanya, "tidak!!! Aku tidak mau jika tidak tidur bersama ayah dan ibu!!!" Ucap gadis kecil itu lalu dia berlari ke kamarnya untuk mengambil bonekanya agar dipindahkan ke kamar ibunya.


Jessica yang dilihat itu hanya bisa menghela nafas lalu dia menatap Leo, "aku akan membujuknya dulu, kau tunggulah sebentar." Ucap Jessica hendak masuk ke dalam kamar milik putrinya ketika Leo menghentikannya dengan ucapan pria itu.


"Aku hanya akan menemani kalian sampai Nita tertidur, lalu pindah ke sofa untuk tidur." Ucap Leo langsung membuat Jessica terdiam lalu beberapa detik kemudian dia menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, Terima kasih atas pengertianmu," kata Jessica segera berbalik memasuki kamar putrinya dan membantu gadis kecil itu membawa bonekanya.


Bunga yang melihat itu hanya bisa tercengang di tempatnya lalu dia berjalan ke kamarnya dalam keadaan bingung.


'Aku rasa anak-anak jauh lebih pandai menyatukan kedua orang tua mereka. Tapi melihat Jessica, aku rasa kejadian 6 tahun lalu masih terus menghantuinya.' ucap Bunga dalam hati sembari menghela nafas dengan rasa penyesalan yang kembali muncul di hatinya.


Sementara itu, di dalam kamar Jessica, tiga orang sudah berbaring di atas ranjang dengan Nita yang memeluk erat lengan ayahnya.


"Apakah besok, besok dan besok lagi Ayah akan tetap tinggal di sini?" Tanya Nita dengan mata berbinar-binar menatap ayahnya yang terlalu tampan dalam tidurnya.


"Hm,, Ayah lihat besok," ucap pria itu langsung membuat Jessica berbalik memunggungi dua orang itu dan menggigit bibir bawahnya.


Tangan kanannya memegang dada kirinya yang terasa berdegup amat kencang karena baru pertama kali ini dia tidur satu ranjang bersama dengan seorang pria, selain pada kejadian di 6 tahun yang lalu.


Meski ada Nita di tengah mereka, tetapi tetap saja mereka satu ranjang dan satu selimut!!!!!


"Pokoknya, mulai hari ini aku harus tidur terus bersama ayah!! Jadi kalau ayah tidak tinggal di rumah ini maka Ayah harus membawaku pergi ke tempat tinggal ayah!!!" Tegas Nita mempererat pelukannya pada tangan ayahnya.


"Itu tergantung dari izin ibumu," ucap Leo langsung membuat Nita duduk dan menatap ibunya yang tidur memunggungi mereka.


"Ibu!!!" Kata gadis kecil itu berusaha membangunkan ibunya yang kini berpura-pura tidur.


Melihat itu maka Leo langsung menarik gadis kecil itu ke dalam pelukannya.


"Ibumu sudah tidur, jangan mengganggunya lagi." Ucap Leo langsung membuat Nita menghembuskan nafasnya, lalu gadis kecil itu balas memeluk ayahnya dan berusaha memejamkan matanya.