Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing

Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing
64. Panggilan dari Leo


Tak tak tak.....


Bunga memotong-motong wortel karena dia sedang memasak di dapur.


Sementara Jessica, perempuan itu membongkar barang-barang mereka karena baru saja pindah ke negara Z.


"Ibu,, Mengapa kamar miliku tidak berwarna pink?" Tanya Nita yang kini keluar dari kamar miliknya yang masih belum direnovasi.


Hal itu membuat Jessica tersenyum, "tunggulah, kita akan merenovasinya dalam satu minggu. Setelah itu Kau boleh menentukan dekorasi kamarmu sendiri." Ucap Jessica sembari mengusap rambut halus milik putrinya.


"Baiklah,, tapi nanti Ibu harus berjanji akan membelikan kotak untuk pena yang kudapatkan dari ayah!!!" Ucap perempuan kecil itu sembari menunjukkan pena yang ia dapatkan dari Leo.


"Baiklah," jawab Jessica.


"Hore!!!" Seru Nita kembali memasuki kamarnya sembari mencium-ciumi pena dari Leo.


Sementara Nanta, pria kecil itu menyusun buku ke dalam rak lemari lalu menoleh ke arah ibunya, "Apakah seterusnya kita akan tinggal di sini?" Tanya pria kecil itu.


"Hm,, ibu dan tante Bunga sudah memutuskan, kalau seterusnya kita akan tinggal di sini. Juga, besok Ibu akan membawa Kalian pergi ke makam kakek dan nenek." Kata Jessica langsung membuat Nita Kembali keluar dari kamar dan bersorak kegirangan.


"Hore!! Terima kasih Bu!!!" Seru gadis kecil itu yang merasa sangat senang karena sudah lama dia memimpikan pergi ke tempat itu untuk melihat makam kakek dan neneknya.


Sementara di dapur, tak tak tak,,, Bunga yang masih memotong-motong wortel kini semakin mempercepat gerakan pisaunya.


'Aku tidak bisa menghentikan Jessica yang ingin kembali ke negara ini, tapi sekarang aku menjadi sangat takut kalau saja secara tiba-tiba dia bertemu dengan kakakku. Mengapa aku sangat gelisah.??


'Padahal, ibukota ini sangat luas, Jadi kemungkinan untuk mereka bertemu hanya 0,0 sekian persen!!!' ucap perempuan itu dalam hati sembari melampiaskan amarahnya pada wortel yang sedang ia potong-potong.


Dan benar saja, perempuan itu baru selesai bergumul ketika ponselnya yang diletakkan di meja tiba-tiba saja berdering dan memperlihatkan nama pemanggil adalah LEO.


Perempuan itu langsung me-reject panggilannya.


Tetapi beberapa saat kemudian ponsel itu kembali bergetar.


Drrrttt.....! Drrrttt.....! Drrrttt.....!


Drrrttt.....! Drrrttt.....! Drrrttt.....!


Drrrttt.....! Drrrttt.....! Drrrttt.....!


Drrrttt.....! Drrrttt.....! Drrrttt.....!


Reject...!!!


Drrrttt.....! Drrrttt.....! Drrrttt.....!


Drrrttt.....! Drrrttt.....! Drrrttt.....!


Reject...!!!


4 kali panggilan, semuanya direject oleh Bunga, sebab dia tidak mau berbicara dengan kakaknya.


Tetapi kemudian Jessica menghampirinya dan berkata, "angkat telepon itu, biar aku yang melanjutkan memasaknya."


"Ah, baiklah,," ucap Bunga kembali mengambil ponselnya yang terus saja bergetar.


Perempuan itu lalu pergi ke kamarnya dan menutup pintu, ia hendak menonaktifkan ponselnya ketika sebuah pesan dari Leo tiba-tiba mengejutkannya.


*Jangan terus-menerus menolak teleponku, karena aku sudah tahu kalau kau sudah kembali ke negara kita! Nanti malam, datanglah ke rumah untuk makan malam, ajak Jessica!!* Pesan dari Leo langsung membuat Bunga merasakan kepalanya ingin pecah.


Tetapi perempuan itu berusaha menahan dirinya lalu dia kembali mengetik, *aku akan datang tetapi Jessica tidak akan ikut!!!*


Setelah mengirim pesan itu dia menonaktifkan ponselnya dan melemparkannya ke atas ranjang.


'Ini sesuai dengan dugaanku,,, tapi Apakah dia juga tahu bahwa kami datang bersama dengan anak-anak Jessica?' ucap Bunga dalam hati kini merasa sangat gugup.


Dia merasa bahwa kakaknya telah menyelidikinya.