Celine And Her Arrogant Husband

Celine And Her Arrogant Husband
Episode 37-Kehadiran Ailen


Keira menatap wajah sendiri di pantulan kaca besar di dalam toilet perusahaan. Ia merasa ada yang salah. Mungkin tentang perasaannya yang mendadak menjadi bingung, setelah bertemu dengan Danu di malam itu. Keira selalu pintar dalam segala hal, dan selama ini nyaris tidak pernah salah dalam menilai seseorang. Namun, untuk saat ini, ia justru dibuat ragu sekaligus bimbang.


Dihelanya napas dalam oleh wanita yang tak kalah ayu dari sahabatnya sendiri. Seulas senyum manis menarik kedua sudut bibirnya yang sudah terpulas lipstik berwarna natural.


“Benar, sejak awal bertemu pun aku sudah tahu kalau dia sangat baik dan begitu ramah. Jadi, buat apa dipikirkan lagi? Justru aku enggak boleh seperti ini, sebab hanya aku yang bisa membantunya melupakan Celine, aku harus menghiburnya, alih-alih ikut galau seperti ini,” ucap Keira yang berusaha menutup kemungkinan bahwa hatinya mulai dibuat takjub oleh sikap seorang Danurdara.


Keira tidak boleh galau, tidak juga dengan bimbang atau bingung. Sudah seharusnya ia menjadi kawan yang bisa membantu Danu melepaskan perasaan mengenai cinta tak terbalaskan. Karena mungkin, hanya Keira-lah yang mengetahui isi hati Danu untuk saat ini.


“Baiklah. Setelah ini, aku akan bersikap seperti biasanya.” Keira kembali mengulas senyumannya. Di detik berikutnya, ia lantas memutuskan untuk keluar dari tempat tersebut dan bergegas ke ruang kerja.


Namun, langkah Keira harus berhenti tepat ketika seseorang yang memiliki followers jutaan di sosial media masuk ke dalam tempat tersebut. Tadinya, Keira hendak melanjutkan rencananya lagi, tetapi orang terkenal tersebut justru menahan lengannya.


“Halo, Kak,” ucap selebgram itu yang tidak lain dan tidak bukan adalah Ailen Deolinda Davira. Seorang selebriti sosial media yang memiliki image sexy dan nyentrik, tetapi setiap berkata-kata ia sengaja berlagak polos sekali. “Boleh saya bicara sebentar? Ah, saya Ailen.”


Keira mengangguk dengan terpaksa. Sungguh, ia benar-benar ingin cepat kembali bekerja karena sebentar lagi jam makan siang tiba, tetapi di sisi lain ia cukup segan untuk menolak permintaan Ailen. “Boleh, silakan, Nona. By the way saya masih berusia 24 tahun, jadi enggak perlu panggil saya kakak.”


“Ah, benarkah? Jadi, saya lebih senior dong?”


“Mungkin, Nona.”


“Waaah ... kalau begitu, boleh saya bertanya? Dengan ...?”


“Keira, Keira Santika.”


“Oh, iya, iya.” Ailen tersenyum-senyum. Tak peduli pada Keira yang sebenarnya sangat malas dalam meladeninya. “Anu, apakah Anda merupakan sahabat dari istrinya Tuan Reksa?”


Pertanyaan itulah yang sejak tadi Keira khawatirkan muncul dari bibir Ailen yang begitu tebal berkat perawatan filler. Hal yang sangat privasi dan sudah seharusnya tidak perlu Ailen ketahui. Mungkin pertanyaan tersebut masih terdengar ringan, tetapi Keira yakin setelah ia memberikan jawaban, Ailen pasti akan mempertanyakan semua hal tentang Celine sampai ke akar-akarnya.


Sesaat Keira bingung. Rasanya ingin segera kabur. Namun, posisi Ailen yang sebagai brand ambassador cukup berpengaruh membuatnya lantas sadar. Jika Ailen tidak puas dalam berbicara dengannya, maka dirinya yang akan terkena masalah besar. Apalagi resiko paling fatal bisa datang kapan saja, misalkan Ailen memprotes sikap Keira langsung pada Reksa. Mungkin nasib Keira akan sama seperti Katty, atau mungkin lebih parah lagi.


“Mm ... Nona Keira?” ucap Ailen berusaha menyudahi kegemingan wanita yang tiga tahun lebih muda darinya tersebut.


“Ya?” ucap Keira. “Ah, Nona Celine? Tentu, dia adalah sahabat saya. Memangnya ada apa, Nona?”


“Oh, penasaran ya? Kalau soal itu enggak perlu khawatir, Nona. Saya bisa menjelaskan bagaimana sosok Celine pada Anda.”


Mata Ailen langsung berbinar. “Be-benarkah?”


“Tentu saja.” Kini, senyum palsu Keira mendadak menjadi senyum sinis penuh kelicikan. “Soal Celine, dia sangat cantik. Wanita baik-baik yang berhati dermawan, bahkan sama semut saja, dia begitu enggak tega. Tipikal gadis yang paling digilai para pria. Mungkin itu sebabnya, Tuan Reksa langsung menerima Celine sebagai istrinya, karena Celine memang luar biasa baik. Saya saja enggak mampu melebihi kebaikannya meski kami sudah bersahabat sejak bertahun-tahun yang lalu.”


“Begitu ya ... mm, katanya mereka dijodohkan?”


Keira mengangguk, membenarkan ucapan pertanyaan Ailen. “Benar, karena orang tua mereka saling mengenal sejak masih muda. Dan mereka berdua langsung dihadiahi bulan madu ke Rusia, itu sebabnya Tuan Reksa enggak ada di kantor selama satu bulan. Aa! Saya ingat, Nona Ailen, Celine bercerita bagaimana Tuan Reksa begitu manis ketika berada di sana. Padahal image Tuan Reksa sangat buruk, tapi kalau sama istri sepertinya enggak begitu. Lalu, saat kami, maksud saya, saat saya dan Celine bertemu dengan seorang pria, Tuan Reksa langsung bergegas mengejar kami, karena dia terlalu cemburu dan takut jika Celine direbut oleh pria lain.”


Sesak. Dalam beberapa saat semua cerita Keira sukses membuat Ailen kesulitan menghirup udara. Padahal, ia berniat mengulik kisah buruk tentang pernikahan Reksa dan Celine yang hanya berasal dari sebuah perjodohan. Namun, yang ia dengar justru manisnya sikap Reksa pada istrinya tersebut. Apalagi Keira mengatakannya sampai sedetail itu, sehingga Ailen tidak dapat meragukannya lagi.


Oh, seandainya Ailen yang berada di sisi Reksa saat ini, mungkin ia akan sangat bahagia. Bagaimana tidak, saat Reksa yang ia kagumi memiliki sikap angkuh dan dingin pada siapa pun, justru bisa bersikap semanis itu pada sang istri. Bahkan meski sifat Reksa tidak berubah dan tetap dingin, sebenarnya Ailen tidak masalah untuk menjadi istrinya. Bagi Ailen, pria seperti Reksa adalah sosok pria super keren yang wajib dijadikan sebagai pasangan, sebab mereka akan lebih setia dan tidak mata cewek-an.


“Sekarang boleh saya yang bertanya, Nona Ailen?” tanya Keira mendapatkan satu keberanian untuk balik mengutarakan apa yang membuatnya sangat penasaran. Dan pada dasarnya memang sudah pintar, Keira begitu mudah dalam menganalisa tindakan Ailen saat ini. Akan tetapi, tidak akan seru, jika ia tidak memastikan secara langsung.


Ailen mengangguk. “Silakan, Nona Keira,” jawabnya.


“Mm, apa Anda menyukai Tuan Reksa? Kenapa belakangan ini terus-terusan mencari informasi tentang istrinya?” Bagai lesatan peluru pistol, Keira bertanya dengan suara yang jelas dan lugas, bahkan sampai mengenai inti hati selebgram sexy tersebut.


“Su-suka?” Ailen berlagak bingung. “Haha, enggak kok, enggak begitu.”


“Oh, saya pikir memang begitu. Hmm ... soalnya nih ya, Katty benar-benar disiksa oleh Tuan Reksa, setelah membicarakan tentang Tuan Reksa sendiri sekaligus sang istri.” Keira mendekati Ailen dan kali ini berbisik, “Katty nyaris bangkrut. Mungkin kalau Tuan Reksa enggak segera dihentikan, Katty bakalan memilih keluar. Anda tahu kenapa? Karena Tuan Reksa paling benci pada orang yang mempertanyakan sekaligus membicarakan tentang diri dan kehidupan pribadinya. Kita harus hati-hati ketika membicarakannya seperti saat ini."


Glup! Ailen menelan saliva, matanya bergetar, pun pada perasaannya yang kini terisi oleh segala macam kekhawatiran. Saking syoknya, ia tidak tahu bahwa Keira sudah pamit lalu pergi dari hadapannya. Takut memang takut, tetapi sampai saat ini Ailen tak pernah mampu melupakan sosok Reksa Wirya Pandega yang telah sukses menumbuhkan perasaan ingin memiliki. Sayangnya, sebelum keinginannya kesampaian, Reksa justru sudah menikah dengan wanita lain, saat dirinya sedang ada syuting di Pulau Bali.


“Hanya Tuan Reksa yang menurutku sangat pas untuk menjadi pasanganku. Aku sudah lelah dengan semua pria tukang selingkuh, pria yang memiliki sifat ramah, tapi hatinya benar-benar laknat. Berbeda dengan Tuan Reksa yang bahkan enggak pernah melihat wanita dengan tatapan jorok. Masa iya, aku menyerah begitu saja, hanya karena dia menakutkan? Lagi pula, secantik apa sosok Celine ini sampai membuat Keira begitu antusias menceritakannya?” ucap Ailen yang tetap bersikukuh mempertahankan perasaannya pada Reksa, daripada memilih kalah dan takluk pada rasa takutnya sendiri.


***