
Hari ini Alya dan Kenan akan kerumah Dewi, sambil melihat keadaan Afnan. Alya juga ingin melihat anak kembar sahabatnya itu.
Dua buah kado yang begitu besar sudah di sediakan. Tadi pagi-pagi sekali Kenan menelpon Pras untuk mencarikan kado yang cocok untuk anaknya Dewi dan Afnan.
Setelah mengganti pakaian Keyla dan Zio. Giliran Alya yang mandi sementara Kenan menjaga kedua anak nya.
"Nanti ada Jihan gak Dad ?" tanya Keyla sambil duduk di pangkuan Kenan. Begitupun dengan Zio.
"Mungkin Nak, Daddy juga tidak tahu. Tapi Om Aska sama Tante Fina ada" jawab Kenan. Sesekali ia mencium pipi Keyla.
"Zio juga ingin di cium Dad" seloroh Zio.
Kenan terkekeh, lantas mencium kedua pipi Zio dengan gemas.
Tidak berapa lama Alya keluar dari kamar mandi, dan langsung masuk keruang ganti.
Alya mengenakan drees berwarna Toska yang sama dengan yanh Keyla pakai. Selalu begitu. Alya selalu membeli baju couple dengan Keyla.
"Mumpung Key masih kecil Dad, nanti kalau dia udah besar gak akan mau dia coupelan sama aku lagi" itu jawaban Alya saat Kenan bertanya.
Setelah siap mereka semua berangkat kerumah Dewi. Tak lupa Alya bertanya pada Maudy mau ikut atau tidak.
"Nanti saja aku Kak, soalnya agak gak enak perutnya" jawab Maudy.
Alya mengerti dengan kondisi Maudy. Karena hamil besar seperti ini sangat susa untuk bergerak apalagi Maudy tinggal menghitung hari.
"Ya sudah kakak pergi dulu ! Baik-baik di rumah ya !" pesan Alya.
"Baik Kak. Ini titip untuk anaknya Mbak Dewi" Maudy menyerahkan satu buah kado untuk kedua anak Dewi
"Baiklah"
Di dalam perjalanan kerumah Dewi. Keyla dan Zio tampak antusias karena akan melihat baby kembar.
"Kalau imut aku mau punya dedek kembar" ucap Zio sambiil terkekeh.
"Iya aku juga mau" balas Keyla.
Alya hanya mendelikan matanya, sementara Kenan mengerlingkan matanya.
"Daddy juga mau" sahut Kenan.
Plak.
Alya langsung memukul lengan Kenan, membuat Kenan kembali terkekeh.
"Jangan bicara apa-apa" hardik Alya.
Sampai di rumah Dewi, ternyata mobil Aska dan Zaki sudah ada disana begitupun dengan Pras serta Siska.
"Hai" sapa Alya kepada Siska.
"Hai Al" balas Siska.
"Anak kamu mana ?" tanya Alya karena melihat Siska hanya berdua dengan Pras
"Aku tinggal Al. Lagian gak lama kok"
"Oh"
Keduanya masuk kedalam begitupun dengan Kenan dan juga Pras.
Alya menggandeng Keyla sementara Kenan menggendong Zio.
"Wah udah ramai ternyata" ucap Alya melihat kehadiran Fina dan Chela.
"Kita duluan Al. Habis kamu lama sih" balas Fina
Alya duduk dan meletakkan Key bersama dengan Alwi sementara Alya duduk di sebelah Fina yang sedang menggendong salah satu anaknya Dewi. Sementara Chela menggendong kembaran nya.
"Ini Kakak apa adiknya Wi ?" tanya Alya.
"Ini adiknya Al namanya Kia. Nah kalau yang sama Chela namanya Arin"
"Lucu banget kan Al" sahut Fina
"Iya, kok jadi pengen bayi lagi ya" gumam Alya yang ternyata di dengar oleh Kenan.
"Tuh kan, pengen tadi aja bilang gak mau" seloroh Kenan.
Alya mendelik kesal kearah sang suami.
"Lo masih pengen anak lagi Ken ?" tanya Aska.
"Iyalah, banyak anak kan enak" jawab Kenan.
"Gue cukup dua aja lah, Jihan sama Bara (anak Aska dan Fina yang kedua) kalau Lo mau nambah gue dukung"
-
-
-
Sejak jam 3 pagi tadi Maudy terus bolak-balik kekamar mandi, membuat Rian menjadi khawatir.
"Dek kerumah sakit aja ya ! ini kek nya mau lahiran" ucap Rian yang terlihat sangat panik.
"Iya Mas. Tolong bawa persiapan si kecil" jawab Maudy menyetujui ajakan suaminya.
Setelah bersiap Kenan memanggil Alya.
"Kak Alya" panggil Rian.
Alya yang masih didalam kamar panik karena mendengar panggilan dari Rian.
"Rian kenapa Yang ?" tanya Alya kepada suaminya.
Kenan mengangkat kedua bahunya "entah, coba kamu lihat" pinta Kenan.
Alya langsung menghampiri Rian "Ada apa Rian ? kenapa teriak-teriak ?" tanya Alya.
"Maudy mau melahirkan Kak, tolong temani kerumah sakit"
"Ya sudah ayo, bentar Kakak ambil tas sama panggil Kakak kamu dulu"
"Baik Kak, aku tunggu dibawa sekalian siapin mobil..Maudy masih di kamar"
Alya mengangguk, ia kembali masuk kekamar dan memberi tahu Kenan jika Maudy hendak melahirkan.
Setelah mengambil tas Alya menemui Maudy dulu, membantu Maudy menuruni anak tangga dan mengecek persiapan melahirkan Maudy.
Sementara Kenan menitipkan Keyla dan Zio kepada Papa Bayu. Keyla merengek minta ikut namun Papa Bayu tetap menahan.
"Key sama Kakek dulu, Daddy sama Mommy bawa tante kerumah sakit" ucap Kenan.
"Gak mau, key mau ikut Dad"
"Kita jalan-jalan mau gak ? kakek ajak ke Mall" sahut Papa Bayu memberi penawaran
"Beneran ke Mall ?" tanya Keyla.
"Iya dong" papa Bayu meyakinkan.
"Baiklah Key mau, tapi Daddy sama Mommy nanti nyusul" pinta Keyla
"Kalau keadaan Tante baik-baik saja Daddy dan Mommy akan menyusul. Key sama Zio main sama Kakek dulu ya"
Keyla mengangguk setelah menenangkan Keyla..Kenan langsung menyusul keluar dimana istri dan adiknya sudah ada di mobil.
Mereka hanya membawa satu mobil dengan Kenan yang menyetir. Alya duduk di samping Kenan sementara Rian dan Maudy duduk di belakang.
Dari tadi perut Maudy belum merasakan sakit hanya ingin buang air kecil terus. Tapi sekarang Maudy mulai merasakan sakit.
"Aaawwwww. Sakit Mas" teriak Maudy.
"Iya sayang sebentar lagi sampai" jawab Rian.
"Kak cepetan dong bawa mobilnya. Kenapa lambat sekali kek keong" ujar Rian kepada Kenan.
"Ini sudah ngebut Rian, Astaga"
"Jangan panik Rian. Kalau kamu panik istri kamu juga akan ikutan panik" Alya menasehati.
Rian mengangguk, namun saat Maudy kembali menjerit Rian pun ikut menjerit.
"Kau ngapain teriak juga Rian" pekik Kenan.
"Panik Kak" jawab Rian.
"Kan sudah di bilang jangan panik, kamu ini kan dokter"
Hingga beberapa saat kemudian Kenan sudah menghentikan mobil nya tepat di depan pintu rumah sakit.
Seorang suster membawa kursi roda untuk membantu Maudy. Sementara Alya membantu membawakan barang-barang Maudy.
Maudy langsung di bawa keruang bersalin. Seorang dokter perempuan yang memang akan membantu persalinan Maudy sudah ada disana. Karena tadi Rian sudah menghubungi.
Wajah Rian terlihat sangat tegang, apalagi istrinya terus meringis karena menahan sakit.
"Ya Allah Mas sakit sekali" ucap Maudy
"Ayo dok, tolong urusi istriku dia udah kesakitan" pinta Rian.
"Sabar dokter Rian. Kita periksa dulu" jawab dokter Adinda.
Dokter Adinda memakai sarung tangan steril dan mengecek pembukaan persalinan Maudy. Namun saat akan memasukan jarinya Rian langsung mencegah.
"Jangan dok ! nanti itu istri saya sobek"