
Di dalam ruangan VVIP, tinggalah Rian dan juga Dewi sementara yang lain sudah berpamitan pulang, tak ada yang berbicara mereka berdua hanya diam.
Hanya dentingan jam yang menjadi suara di ruangan itu, sesekali Dewi melirik suaminya yang sedang rebahan di atas sofa panjang ruangan itu, Rian masih sama dia masih betah dengan diamnya.
“Mas” panggil Dewi pelan.
Namun tak ada sahutan dari Rian, suaminya masih sibuk dengan ponselnya entah apa yang sedang dia lakukan Dewi pun tak tau. Padahal setau Dewi suaminya tidak pernah seperti itu, jika sedang berduaan maka Rian tidak akan memainkan ponselnya.
Huuuuuuuu
Dewi melepaskan nafasnya kasar,sungguh dia tak tahu kenapa suaminya semarah ini, padahal Dewi sudah mengucapkan ribuan kata maaf untuk suaminya, tapi Rian seolah menutup telinga dan tak mau mendengarkan apapun yang terlontar dari bibir Dewi.
Sepatal itukah kesalahan Dewi sehingga Rian begitu membencinya seperti ini, apa tak ada lagi kata maaf untuknya dan memberikan Dewi kesempatan untuk kembali mengandung anaknya ??
“Mas Rian ??” panggil Dewi sedikit keras berharap kali ini suaminya mau mendekat. Dewi rindu lelaki itu, dia ingin sekali memeluknya membenamkan wajahnya di dada Rian.
“Apa ?? ” Akhirnya Rian buka suara .
“Ambilin aku minum” pinta Dewi.
“Kamu punya tangan ambil sendiri gak usah manja !! nyikat kamar mandi aja bisa kenapa sekarang untuk mengambil minum aja gak bisa”
Deeeggggg
Dewi kalah telak, dia tak tau harus menjawab apa-apa lagi, Jika Rian sudah membahas masalah itu Dewi tak bisa berbuat apa-apa, karena Dewi sadar kalau dirinya sangat salah, jika dia menurut mungkin saja semuanya gak akan terjadi.
“Maafkan aku Mas !!” ucap Dewi dengan suara bergetar.
Rian mendekati istrinya, berdiri di bibir ranjang rumah sakit tersebut.
“Sudah berapa kali kau mengucapkan kata maaf itu ?? bahkan aku sudah muak mendengarnya, ingat seribu kata maaf yang keluar dari mulutmu anak ku tidak akan hidup lagi, camkan itu”
“Mas ini takdir, aku juga tidak ingin semua ini terjadi, aku juga kehilangan bukan cuman kamu saja, jangan kamu pikir hanya kamu yang sedih karena anak kita pergi !! aku juga Mas, aku ibunya aku yang paling sakit dengan semua ini” jelas Dewi dengan lelehan air mata di pipinya
“Hahahaha” Apa yang terjadi Rian malah tertawa terbahak-bahak, mendengar semua perkataan istrinya entah apa yang lucu.
“Kau pikir aku percaya dengan omong kosong mu, Cuih , jangan harap !!” ucap Rian lagi, setelah itu dia kembali duduk di sofa meninggalkan istrinya yang masih menangis.
Kenapa Rian begitu cepat berubah, Dewi bahkan hampir tak mengenalinya, yang Dewi kenal Rian adalah sosok lelaki yang lemah lembut, penyayang dan jarang sekali bermain kasar. Tapi apa sekarang Rian malah berprilaku seperti itu.
“Sabar Wi !! suamimu sedang dalam kehilangan, suatu hari nanti dia akan kembali seperti semula” batin Dewi dalam hati.
Malam semakin larut, sementara Rian sudah terlelap dalam tidurnya, hanya Dewi yang masih menangis meratapi nasibnya sekarang, Anaknya pergi sementara suaminya bersikap seperti itu.
-
-
“Sayang cepetan !! aku udah gak tahan” teriak Pras kepada istrinya yang masih berada di dalam kamar mandi.
Entah sudah berapa kali Siska masuk sana akibat ulah suaminya yang tak ada puas nya menjelajah tubuhnya.
Ceklekkkk
Pintu kamar mandi terbuka membuat Pras tersenyum senang.
“Yang lanjut besok ya !! aku udah capek ini udah ke empat kalinya” ucap Siska sambil menunjukan angka empat melalui jari tangan nya.
“Sekali lagi sih Yang !! biar cepat jadi”
Pras terdiam, dia memandang lekat wajah cantik istrinya, ada banyak kelelahan yang Pras dapat, membuat hati Pras tak tega jika meminta kembali hak nya.
“Ya sudah kita tidur besok lagi aja di lanjut”
Siska menelan ludahnya dengan kasar karena suaminya tak ada puas-puasnya melakukan itu, tapi Siska bersyukur jika Pras selalu bahagia saat bersetubuh dengan nya.
Siska naik ke atas tempat tidur berbaring di samping suaminya, sebelum tidur Pras akan mengawali dengan ciuman kening terlebih dahulu.
***********
Pagi kembali datang, Siska sudah bangun terlebih dahulu setelah menunaikan ibadah sholat subuh Siska langsung turun ke dapur untuk membuat sarapan.
Hari ini Siska akan mengajak suaminya kerumah sakit untuk menjengok Dewi.
“Pagi sayang !!” sapa Pras
“Pagi, udah bangun rupanya, udah mandi belum kamu Yang ??”
“Belum , mau nya di mandiin sama kamu”
“Manja !!” ucap Siska terkekeh.
Pras mendekat dia lingkarkan tangannya di perut istrinya, begitu romantis bukan ?? saat Siska asik memasak di peluk suami dari belakang.
“Yang jangan gini, aku mau masak”
“Masak aja, aku kan juga mau peluk”
Beruntungnya mereka tinggal berdua, di rumah Pras yang bergaya klasik, mininalis tapi sangat mewah, tapi Pras tetap mengajak Siska menginap di rumah kedua orang tau Siska seminggu dua kali. Itulah yang membuat Siska bersyukur mempunyai suami seperti Pras bukan hanya kepada Siska dia perhatian tapi kepada kedua orang tuanya juga.
“Hari ini kita kerumah sakit dulu, mau jengok Dewi”
“Iya beb”
Tidak berapa lama masakan Siska jadi walau banyak sekali drama yang di lakukan oleh Pras, pagi ini Siska masak ayam goreng lengkap dengan sambal dan lalapan nya membuat cacing-cacing di perut Pras meronta-ronta minta di isi makanan.
Pras menarik kursi dan mendudukan bokongnya disana, Siska langsung mengambil nasi beserta ayam gorengnya, untuk sambal biar Pras sendiri yang akan mengambilnya.
“Gimana enak gak ??” tanya Siska saat suaminya mulai melahap masakan yang dia masak.
“Enak banget” jawab Pras dengan mulut penuh.
“Pelan-pelan makan nya !! masih banyak kok ayamnya kalau kurang entar aku masakin lagi”
Suasana di meja makan terlihat sangat romantis karena terkadang mereka berdua saling menyuapi, memang ya kata orang enak tinggal berdua dari pada satu rumah dengan mertua, walaupun ngontrak.
Begitupun dengan Pras dan Siska di tambah karena mereka masih pengantin baru, Pras selalu membuat Siska merasa bahagia.
BERSAMBUNG....
Sekedar info kalau novel nya dokter Arif sudah bisa kalian baca, baru satu episode sih tapi bisa langsung kalian berikan tanggapan disana.
Novel Dokter Arif tidak akan adanya pelakor tapi akan banyak perjuangan dari dokter tampan itu, jadi di pengantin kecilku peran dokter Arif akan sangat jarang ya karena dia ada novel tersendiri.
Silahkan baca guye, berikan komentar kalian tentang novel tersebut.. jika suka jangan lupa masukan ke favorit ya ?? thank you..