Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Episode 123


Jam sudah menunjukan pukul 07 malam, sementara Papa Bayu belum juga keluar dari ruang operasi, padahal Papa Bayu masuk kesana pas jam 02 siang tadi.


Kenan semakin khawatir, kenapa Papa nya lama sekali di dalam sana ?? apa yang para dokter lakukan sehingga sang Papa belum juga selesai di operasi, perasaan khawatir dan takut membuatnya lupa mengabari sang istri yang saat ini dalam perjalanan ke tempatnya.


“Ya Allah selamatkan Papa ku” kembali Kenan berdoa dalam hati.


Dirinya menunduk sambil menunggu kabar dari dokter yang tenga mengoperasi Papa Bayu, buliran air mata kerap membasahi pipinya, namun lelaki itu menutupi nya dengan menunduk agar tak ada yang tahu bahwa dirinya tengah menangis.


Kenan butuh sandaran saat ini, dirinya butuh kekuatan untuk menguatkan dia dan menyakinkan dirinya bahwa semua akan baik-baik saja.


“Daddy ??”


Tiba-tiba suara yang Kenan dengar seperti suara orang yang sangat iya butuhkan saat ini, akan tetapi dia masih menunduk, karena Kenan tahu istrinya tidak mungkin ada di sini.


“Daddy ngapain disini ??” tanya Alya dengan suara pelan.


Kenan mendongak, suara Alya semakin terdengar dengan jelas, dan kenyataan nya memang istri serta adik nya ada disana, sedang menatapnya bingung, bukan hanya Alya dan Rian akan tetapi disana juga ada Pras dan Dewi adik iparnya.


“Daddy kenapa disini ?? siapa yang sakit Dad ?? kenapa Mommy gak di kabari ??” pertanyaan beruntun keluar dari mulut Alya, namun bukan nya menjawab Kenan malah berlari dan memeluk istrinya dengan erat.


Ini yang dia butuhkan dari tadi, sebuah pelukan yang membuatnya sedikit damai, untuk menghilangkan rasa berkecamuk yang sedang menggrogoti hatinya.


“Kamu kenapa.??” kembali Alya melakukan pertanyaan serupa, mungkin saja Alya belum akan menguba pertanyaan nya sampai Kenan menjawab dan menjelaskan sedang apa dia di rumah sakit itu.


“Kakak kenapa ?? siapa yang sakit Kak ?? kenapa mata Kakak bengkak ?? Kakak nangis ??” sekarang suara Rian yang keluar juga melakukan pertanyaan beruntun.


Kenan melepaskan pelukan istrinya, menyeka air mata yang mungkin masih mengalir di pipinya, itu semakin membuat semua orang disana penasaran.


“Saudara Kenan” sebelum Kenan menjawab pertanyaan istri dan adiknya, suara dokter membuatnya menoleh. Buru-buru Kenan mendekat di ikuti yang lain nya.


“Bagaimana dok ??” tanya Kenan dengan suara serak mungkin karena tangisan nya.


“Kami sudah berhasil mengeluarkan peluru nya, Dan saat ini kondisi Papa anda kritis, berdoa saja semoga beliau bisa melewati masa kritisnya dengan cepat”


Duuuuuaaarrr.


Penjelasan dari dokter membuatnya semuanya terkejut.


“Papa” ucap Rian lirih.


“Papa kenapa ?? apa yang terjadi dengan Papa” tanya Alya kepada suaminya, air matanya sudah mengalir deras.


“Sayang tenang dulu !! akan aku jelaskan tapi aku mohon kamu tenang dulu, kasihan anak kita” tutur Kenan berusaha membuat istrinya tenang.


Dewi sudah menenangkan suaminya, sementara Kenan menenangkan Alya, akhirnya yang mengambil alih mendengar penjelasan dari dokter adalah Pras.


“Jelaskan Kak, kenapa Papa bisa seperti ini !!” pinta Rian dengan tegas.


Kenan menarik nafas dalam kemudian dia hembuskan secara perlahan.


“Papa terkena tembakan, hari ini Aku sama Papa mendatangi rumah Tante Mayang dan Fandi, Papa tidak terima jika harta warisan nya Alya jatuh ketangan mereka dengan mudah makanya Papa membuat rencana untuk menjebak mereka. Namun Fandi tak terima dia mala mengeluarkan senjata, harusnya aku yang kena tembakan akan tetapi aku di selamatkan Papa” jelas Kenan sehingga membuat Alya tercengang.


Alya berdiri dari duduknya, kemudian dia menghadap ke suaminya.


Plaaaakkkkk


Sebuah tamparan Alya berikan kepada suaminya, Rian, Dewi dan juga Pras kaget dengan perlakuan Alya, namun Kenan diam dia tahu istrinya marah karena memang Alya tak tahu apa-apa.


“Kenapa kamu lakukan itu ?? bahkan aku tak tau apa-apa, aku sudah bilang tidak usah membahas masalah harta itu lagi, aku juga sudah ikhlas dengan semua itu, tapi kenapa kamu tak mendengarkan aku ?? kenapa hah ??” ucap Alya marah.


Alya sudah menangis, rasa khawatir bercampur takut membuatnya tak tahu harus apa, Alya histeris Dewi yang melihat itu langsung menenangkan Alya.


“Al tenang, Papa akan baik-baik saja, kamu jangan seperti ini, kasihan bayi kamu” ucap Dewi dengan lembuat.


“Sayang tenang dulu !! kita berdoa semoga Papa baik-baik saja” sahut Kenan yang langsung memeluk istrinya.


Tubuh Alya melemas, wajahnya sudah pucat, tidak lama kemudian Alya jatuh pingsan, membuat Kenan panik begitupun dengan yang lain nya.


“Biar aku yang manggil dokter !!” ucap Rian.


Kenan langsung menggendong istirnya, seorang suster mengarahkan Alya keruang IGD.


“Tenang Kak, jangan ikutan panik” ucap Rian menenangkan sang Kakak.


Kenan hanya diam saja, bagaimana dia bisa tenang Papa nya masih berjuang sekarang istrinya sudah jatuh pingsan juga. Pikiran nya kalut dia benar-benar ketakutan sekarang.


Tidak lama dokter keluar, Kenan langsung bertanya mengenai kondisi istrinya.


“Bagaimana istri saya dok ??” tanya Kenan.


“Istri bapak tidak apa-apa, dia hanya syok tapi tolong tetap di jaga ya Pak, apalagi istri bapak sedang hamil tua”


“Syukurlah !! baik dok, terima kasih sebelumnya”


“Iya, sekarang biarkan istri bapak di rawat sebentar, minimal sampai infus nya habis”


Kenan hanya menjawab dengan anggukan, Dokter pamit dari hadapan nya, Sedangkan Kenan langsung masuk untuk menemui istrinya.


“Sayang” panggil Kenan lirih.


Mata Alya masih terpejam, Kenan duduk di kursi samping tempat tidur istrinya, Tangan nya menggenggam dengan kuat.


“Sayang bangun !! maafkan aku ya !!”


Kesadaran Alya mulai pulih, telinga nya mendengar suara sang suami, perlahan mata Alya sudah terbuka.


“Sayang kamu sudah bangun ??” tanya Kenan lagi.


Alya menoleh, dia menatap wajah sembab suaminya, tidak seharusnya dia bersikap seperti tadi,.harusnya Alya memberikan semangat untuk Kenan.


“Sakit ya Yang ??” tanya Alya.


“Apanya ??”


“Itu bekas tamparan aku ??”


Kenan tersenyum sambil merabah pipinya.


“Enggak, kamu nampar nya kurang kuat, makanya tenaga harus ada kalau mau menampar seseorang, biar sekali tampar orang langsung pingsan” canda Kenan hingga membuat Alya terkekeh.


Kenan tak lagi membahas masalah Papa nya, untuk sementara biarlah seperti ini, nanti dia akan kembali menjelaskan jika kondisi Alya sudah membaik.


Saat sedang asik bercanda Rian langsung masuk secara tiba-tiba, nafas nya ngos-ngosan.


“Kak, Papa sadar dan dia ingin bertemu dengan Kakak dan Kak Alya, katanya ada yang ingin Papa sampaikan !!” ucap Rian.


BERSAMBUNG ------