Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Episode 114


Sore hari setelah pulang bekerja Cela langsung berangkat menuju sebuah alamat demi kembali mendapatkan uang yang di pinjam oleh lelaki yang belum dia kenal.


Mengendari motor butut yang sudah mengeluarkan asap, Cela melaju dengan kecepatan sedang, bersenandung ceria melintasi beberapa pengendara di jalanan.


Nanti malam adalah malam minggu wajar jika jam segini sudah banyak pasangan muda-mudi pergi berduaan, Cela tersenyum hambar di balik Helm yang melekat di kepalanya, hidupnya tak seindah mereka yang bisa bermain sepuasnya, Cela hanya akan menghabiskan waktunya untuk bekerja, memcari rupiah demi rupiah agar dia dan Sang Nenek bisa terus makan setiap hari walau hanya dengan nasi dan kerupuk.


Perempuan yang bernama lengkap Natasha Racehla itu baru berumur 18 tahun, setelah lulus SMA dia menggantikan Neneknya untuk bekerja, dulu saat dia masih sekolah nenek nya lah yang bekerja menjadi tukang cuci keliling, beruntung nya Cela sekolah dengan mahasiswa bukan karena siswa cerdas tetapi karena siswa kurang mampu, itulah yang menjadi bahan ejekan teman-teman nya saat di sekolah dulu, akan tetapi Cela tak marah dia mengabaikan semua perkataan menyakitkan itu.


“Kapan ya aku jadi cinderella ??” ucap nya pelan, iya dia ingin seperti cinderellah yang mendapatkan sepatu kaca serta di pinang oleh pria kaya, sungguh keinginan yang tak masuk akal.


Tidak berapa lama motor butut itu berhenti di depan ruko yang tutup, Cela kembali melihat alamat yang ada di secarik kertas.


“Sepertinya di depan itu” ucap nya yakin. Kembali menarik gas untuk segera sampai di sebuah alamat yang dia tuju.


Akhirnya Cela menemukan alamat yang dia cari, dia segera menghentikan motor nya di depan bengkel terbesar itu.


“Benar gak ya ini alamat nya ??” ucap Cela kemudian.


Dari dalam Diana memperhatikan gadis cantik yang tengah kebingungan, sepertinya dia sedang mencari seseorang. Diana akhirnya mendekat siapa tahu dia butuh bantuan.


“Permisi adek mau cari siapa ??” tanya Diana ramah, sambil tersenyum.


“Eh anu Kak, aku lagi nyari bapak-bapak yang tadi ngutang duit aku”


Kening Diana berkerut, siapa kah bapak yang di maksud oleh gadis memakai baju kemeja itu.


“Emang orang nya ada di sini ya dek ??” kembali Diana bertanya.


“Enggak tau Kak, tapi aku di kasih alamatnya di sini, oh iya ada nomor HP nya juga kok, bentar ya aku hubungi” jawab Cela kemudian mengambil ponsel butut nya di saku celana.


Diana memperhatikan tingka perempuan itu, dia juga penasaran siapa yang di cari.


Sementara itu Cela menempelkan ponsel ke daun telinga nya, namun sesaat kemudian wajahnya cemberut sambil menurun kan ponselnya, Diana heran ada apa lagi dengan gadis ini.


“Kenapa apa nomor nya gak aktif ??” tanya Diana lagi.


“Hehe bukan Kak, tapi pulsa nya habis” jawab Cela sambil nyengir.


“Oh gitu, ya sudah pakai ponsel aku aja, bentar ya aku ambil dulu”


Cela mengangguk biarlah dia di katakan tak tau malu langsung menerima bantuan dari orang lain, soalnya Cela sangat membutuhkan uang itu, karena harus membeli kan obat untuk Nenek nya.


Diana kembali dengan membawa ponselnya, kemudian dia langsung memberikan nya kepada Cela.


“Ini pakai aja !!”


“Makasih ya Kak”


Diana tersenyum, kemudian Cela langsung mengetik nomor yang tertulis di kertas yang dia pegang, tanpa melihat nama yang tertulis di sana Cela langsung menekan panggilan.


Dan benar saja tidak berapa lama panggilan telefon nya di jawab oleh Zaki, namun Zaki pikir itu adalah Diana.


“Iya Di ada apa ??” ucap Zaki di seberang sana.


Cela bingung, dia pun segera melihat layar ponselnya, dan tertera nama Zaki disana.. Cela kembali menyamakan nomor ponselnya dan hasil nya sama.


“Anu Pak aku Cela orang yang ngutangin uang sama Bapak” ucap Cela gugup.


“Cela siapa ya ??”


“Iss, bapak gak usah pura-pura lupa ya !! bapak kan yang ngutang uang waktu di kafe tadi, dan bapak sudah janji akan membayar nya 3 kali lipat”


“Oh iya iya saya ingat, kamu dimana sekarang ??”


“Aku di bengkel sesuai dengan alamat yang bapak kasih”


“Ok saya kesitu”


Tuuuuut


“Ini Kak, terima kasih” ucap Cela sopan


“Sama-sama, bagaimana apa orang nya akan kesini ??”


“Iya Kak katanya di suruh nunggu bentar”


“Oh ya udah, nunggu di kursi itu aja !! nama kamu siapa ??”


“Saya Rachela Kak, panggil Cela aja”


“Nama yang bagus, saya Diana”


Mereka berdua berkenalan, Diana terlihat sangat ramah begitupun Cela yang begitu sopan dalam menanggapi pertanyaan Diana, karena dia tahu Diana lebih tua dari nya.


Tidak lama menunggu akhirnya sebuah mobil mewah masuk kedalam bengkel itu, Diana yakin itu adalah Zaki namun berbeda dengan Cela dia tidak yakin bahwa pemilik mobil itu adalah orang yang dia tunggu.


Zaki keluar dengan gaya yang sangat tampan dan itu selalu menjadi perhatian Diana, dia terlihat tersenyum sambil memperhatikan Zaki berjalan ke arah nya, sementara Cela melongo tak percaya melihat orang yang dia tunggu keluar dari mobil mewah itu.


“Wah bapak mobilnya pinjem dimana ??” celetuk Cela tiba-tiba membuat Diana dan Zaki langsung menatapnya.


“Eh, itu mobil gue, masa iya pinjem”


“Jangan bohong deh Pak, kalau memang bapak punya mobil mewa kenapa tadi ngutang”


“Ya elllah di bahas lagi, kan gue udah jelasin kalau gue ketinggalan dompet masih aja gak percaya”


Diana memperhatikan interaksi keduanya, mereka seperti terlihat sangat akrab, dan tiba-tiba terbesit rasa tidak suka di hatinya.


“Siapa Ki ??” tanya Diana


“Dia karyawan kafe, tadi gue minum disana eh lupa bawa dompet makanya nyuruh dia bayarin dulu”


“Oh” jawab Diana.


“Mana uang nya Pak ?? nanti keburu malam, rumah saya jauh loh, saya takut pulang sendiri takut di culik” ucap Cela tak sabaran


“Iya bentar, lagian siapa yang mau nyulik elo ?? gak ada yang doyan juga dengan tubuh kerempeng kayak Lo” jawab Zaki sambil mengambil dompet di saku celana belakangnya.


“Banyak ya Pak, saya ini kan cantik biar kecil tapi saya ini seksi, bapak jangan bilang gitu aku sumpahin bapak suka nanti sama aku”


Mendengar itu Zaki tertawa terbahak-bahak, lalu dia memandang tubuh Cela dari atas sampai bawah masih dengan tawa mengejek.


“Seksi apaan, tubuh kek tiang listrik kamu bilang Seksi” Zaki terus menertawakan Cela membuat Cela kesal.


“Cepetan sih mana uangnya !!”


Zaki pun mengambil uang berjumla 2 juta rupiah, kemudian meletakkan di atas tangan Cela, membuat Cela melongoh dengan tumpukan uang yang begitu banyak pikirnya.


“Kebanyakan ini Pak, kan utang Bapak hanya 250 ribu”


“Udah ambil aja anggap saja itu tanda terima kasih gue karena Elo mau nolongin gue tadi”


Akan tetapi Cela meletakkan kembali uang itu di atas meja kemudian dia mengambil uang sebanyak 300 ribu.


“Utang bapak kan 250 tapi saya ambil 300 yang 50 nya buat ganti uang bensin aku ya Pak, makasih” ucap Cela kemudian berlalu pergi dari sana.


“Eh tunggu, ini ambil semuanya buat kamu” Zaki mengambil kembali uang nya dan berjalan mengejar Cela.


BERSAMBUNG --------


--------------------


AUTHOR MAU MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1442 HIJRIA. MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN SEMUANYA.


BESOK SAMA LUSA LIBUR DULU YA, DI MOHON MENGERTI NAMANYA LEBARAN, BUKAN KARENA KEHABISAN IDE.


AUTHOR AKAN KREZI UP DEH NANTI BUAT GANTIIN BESOK SAMA LUSA, TUNGGU YA !! TETAP SEMANGAT DUKUNG AUTHOR NYA.