Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Episode 169


Allah hu Akbar


Allah hu Akbar


Suara Adzan Magrib berkumandang dengan jelas. Terdengar sangat merdu bagi siapa saja yang hendak menjalankan sholat. Begitupun dengan sepasang suami istri dan juga kedua anaknya. Mereka tenga bersiap untuk menjalankan sholat Magrib berjamaah.


Kenan akan menjadi Imam. seperti biasa dia akan mengarahkan kedua anak nya untuk berdiri ke tempat yang sudah di siapkan.


Memang harus ekstra sabar menghadapi kedua bocah yang masih dalam tahap pertumbuhan apalagi Zio yang masih aktif-aktif nya bergerak.


Setelah melaksanakan sholat Maghrib bersama. Kenan membawa kedua anaknya turun untuk makan malam. Sementara Alya membereskan perlengkapan sholat mereka dan menaruh nya di tempat biasa.


“Apa suami ku mengizinkan jika aku melanjutkan kuliah ku ?? aku ingin sekali menjadi dokter spesialis bedah” batin nya lirih.


Ada rasa yang sulit untuk di jelaskan. Ada keinginan yang takut untuk di utarakan. Takut jika seseorang tak mengizinkan dirinya kembali menimbah Ilmu seperti yang dia ingin kan.


Bagaimana kabar Tante Mayang ?? bagaimana kabar Rayhan ?? apa dia sudah lulus kuliah ??


Kembali pikiran nya berkelana. Memikirkan sesuatu yang selama ini terpendam. Walau keluarganya pernah berniat jahat tapi tak bisa di pungkiri kalau dirinya merindukan mereka.


Alya bukan tak tahu apa yang terjadi kepada keluarganya. Walau suaminya tak pernah mengatakan semuanya. Tapi Alya bisa mengerti kesalahan Tante Mayang sungguh di luar nalar.


“Mom ayo makan !! semuanya udah siap” ucap Kenan yang baru kembali ke kamar.


Dia melihat istrinya berdiri menghadap ke lemari besar. Tak ada sahutan dari sang istri itu berarti Alya sedang melamun.


Kenan berjalan. Mendekati Alya dan menanyakan apa yang sedang istrinya pikirkan..


“Kamu kenapa ??” tanya Kenan sembari kedua tangan nya ia lingkarkan di perut sang istri. Membuat Alya terperanjat kaget.


“Astaga Sayang kamu bikin aku kaget tau enggak ??” balas Alya sambil memegangi dadanya.


“Lagian kamu aku panggil gak nyaut-nyaut. Ternyata sedang melamun. Kamu mikirin apa sih Yang ??”


“Hehe Maaf . Aku gak mikirin apa-apa Kok”


Apa yang terucap justru berbeda dengan apa yang ada di hati dan pikirannya. Kenapa sulit sekali untuk mengatakan semuanya. Mengutarakan keinginan nya untuk kembali melanjutkan pendidikan.


“Jangan bohong !! aku tau kamu sedang memikirkan sesuatu”


Alya menggelengkan kepalanya sembari tersenyum kaku. Lantas dia membalik kan badan nya hingga berhadapan dengan sang suami.


Tangan nya terulur untuk mengelus rahang Koko itu.


“Ayo katanya mau makan malam !! kasian anak-anak nungguin di bawah !!” ajak nya kemudian.


“Cium dulu” balas Kenan sambil memajukan wajahnya..


Cup.


“Udah”


“Ini belum”


Cup


“Udah ih. Entar anak kamu marah loh”


Kenan terkekeh. Mereka langsung turun kebawah dimana kedua anaknya serta Papa Bayu sedang menunggu di meja makan. Dengan tingkah Zio yang selalu bikin berantakan terkadang membuat Alya marah.


“Dad sama Mom kenapa lama sekali ??” tanya Keyla yang sudah menahan rasa lapar.


“Masa sih lama ?? perasaan cuman bentar” jawab Kenan sambil menarik kursi dan mendudukkan diri disana.


Keyla mencibir. Tentu saja dia merasa lama karena perutnya sudah berbunyi terus dari tadi. Membuat Zio selalu meledeknya.


“Pelut Kakak bunyi. Klok-klok Dad.” sahut Zio dengan suara cadalnya.


“Itu cacing di perut Kakak mu udah minta jatah nak ”


“Hei. Udah-udah !! ayo katanya mau makan. Keyla mau lauk apa Nak ??” lerai Alya sambil bertanya kepada putrinya.


“Ikan aja Mom”


...*************...


Selamat istirahat anak-anak Mommy. Jadi anak yang pintar ya.


Ceklek.


Pintu kamar terbuka lebar. Menampakan Kenan yang baru kembali dari ruang kerjanya.


“Sudah tidur ?” tanya nya kepada sang istri.


“Iya barusan” jawab Alya.


“Sini aku mau bicara Sama kamu” ajak Kenan sambil menepuk sofa sampingnya.


Deggg


Alya terdiam. Apa yang akan di bicarakan suaminya ?? kenapa mendadak seperti ini ?? namun untuk menghilangkan rasa kegugupan nya Alya berjalan dan duduk di samping sang Suami.


“Mau bicara apa ??” nada suara Alya begitu lembut.


“Biasa aja sih !! gak usah gugup gitu”


“Siapa yang gugup ??”


“Kamulah Yang”


Alya memalingkan wajahnya. Merasa enggan untuk menatap sang suami.


“Kamu lagi mikirin apa sih ?? coba cerita. Aku ini suami kamu” kata Kenan yang kembali mengingat kejadian tadi dimana istrinya sedang melamun.


“A--ku sebenarnya Mmmm”


“Apa Yang ?? coba bicara yang jelas !!”


Alya menarik nafas panjang kemudian ia keluarkan secara perlahan. Terus begitu sampai hatinya merasa siap untuk mengatakan semuanya.


“Aku mau lanjutin kuliah ku. Aku mau jadi dokter spesialis bedah” ucap Alya menunduk.


Kenan terdiam dia memandang wajah istri nya yang sedang menunduk dengan lekat. Bukan kaget hanya saja Kenan tak pernah berpikir kalau Alya masih menginginkan untuk melanjutkan sekolahnya.


Salah dia juga yang tak pernah bertanya hal itu. Selama ini yang dia pikir Alya sudah tak menginginkan semua itu. Namun ternyata dia salah.


“Kenapa baru ngomong sekarang ?? kenapa gak waktu abis lahiran Key dulu . Kan kamu bisa lanjut lagi dan mungkin sekarang kamu udah mau wisuda”


Siapa sangka reaksi Kenan membuat Alya terperanga. Dia yang membayangkan kalau suaminya akan marah ataupun tak setuju justru sebaliknya.


“Aku mah dukung aja keputusan kamu. Kalau mau lanjut kuliah lagi ya silahkan. Asal kamu gak melupakan kewajiban kamu sebagai istri dan Ibu”


“Jadi kamu setuju ??” tanya Alya antusias.


“Ya pasti lah Sayang !! mana mungkin aku gak setuju. kalau kamu jadi sarjana juga suatu hari nanti anak-anak mu akan bangga karena memiliki seorang Mommy yang memiliki pendidikan yang tinggi” jelas Kenan sambil tersenyum manis.


“Makasih Sayang” Alya langsung berhambur memeluk suaminya. Rasanya lega sekali setelah mengatakan kejujuran kepada suaminya. Tidak seperti kemaren selalu merasa bimbang dan bingung serta tak tenang.


“Mau lanjut dimana ?? di Singapura lagi ??” tanya Kenan lagi.


“Di sini aja. Lagian kan Sama aja”


“Nanti aku daftarin. kamu tinggal terima beres aja”


“Oh ya satu lagi”


“Apa Yang ??”


Untuk yang ini Alya benar-benar gugup. Sekaligus takut kalau suaminya akan marah. Tapi dia sangat ingin menanyakan kabar Tante Mayang yang sudah sangat lamah tak ia temui.


“Boleh aku ketemu sama Tante Mayang ?? aku juga udah gak pernah datangin rumah peninggalan kakek” tanya Alya hati-hati.


“Kalau gak boleh ya udah. Kamu jangan marah !!” lanjutnya lagi melihat perubahan wajah sang suami.


“Untuk yang ini nanti aku pikirkan. Kalau Masalah rumah kamu jangan khawatir karena seminggu sekali rumah itu ada yang bersihin. Jadi tetap terjaga” balas Kenan langsung.


Alya tak bisa lagi membantah jika memang suaminya menjawab seperti itu.


BERSAMBUNG.


INI MAU DI LANJUT CERITA RIAN LAGI APA TAMAT ??