Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Episode 156


Setelah melakukan pemeriksaan, Zaki dan Cela kembali pulang kerumahnya tapi sebelum itu Zaki menebus vitamin untuk di minum sang istri.


“Abang bahagia banget dek, mendengar kabar kalau kamu mengandung” ucap Zaki tersenyum bahagia.


“Aku juga bahagia kok Bang” jawab Cela membalas senyuman sang suami.


Zaki menggenggam jari jemari sang istri masih teringat dengan jelas bagaimana kepolosan sang istri saat di rumah sakit tadi, bahkan dokter saja di buat malu dengan pertanyaan Cela.


Setelah menempuh waktu beberapa menit ,Zaki dan Cela sudah sampai di halaman rumah nya, Zaki turun terlebih dahulu baru dia akan membuka kan pintu untuk istrinya.


Cela sangat bahagia karena suaminya memperlakukan dia dengan sangat istimewa.


“Ibu, Ayah aku ada kabar buat kalian” teriak Zaki setelah berada di dalam rumah.


Namun yang keluar hanya sang Ayah, Cela baru ingat kalau ibu mertuanya pergi arisan bersama teman-teman nya.


“Ada apa Ki ?? Kenapa kamu berteriak seperti itu ??” tanya sang Ayah heran.


“Cela Hamil Ayah, sebentar lagi Ayah akan menjadi seorang kakek” ucap Zaki antusias..


“Benarkah ??”


“Iya Yah”


“Alhamdulillah, kalau begitu jaga istri kamu baik-baik dan jangan buat di kecapekan karena akan berbahaya untuk calon anak kamu” nasehat Ayah untuk Zaki.


“Baik Yah, Zaki janji akan menjaga Cela dengan baik”


“Bagus, sekarang bawa istri kamu ke kamar untuk istirahat”


Zaki mengangguk dia langsung membawa Cela ke kamarnya, dia ingin Cela banyak istirahat untuk kesehatan anak nya.


**************


Di sisi lain, Siska baru saja selesai meminum obat penyubur kandungan, rasanya dia sudah sangat ingin menjadi seorang ibu seperti Alya.


“Kapan kamu hadir di perut Mama nak ??” lirih Siska


Tidak lama suaminya pulang bekerja karena memang ini sudah sore hari, Siska langsung menyambut suaminya dan mencium punggung tangan Pras.


“Capek ya Yang ??” tanya Siska sambil membawa tas kerja suaminya dan mengikuti Pras menuju kamarnya


“Tidak Sayang, capek ku akan hilang kalau sudah melihat kamu tersenyum, jadi mana senyuman nya ??”


Seketika Siska langsung tersenyum yang menampakan wajah cantik nya.


CUP.


Pras kembali mencium kening istrinya, rasanya dia tidak puas melakukan itu.


Setelah berada di kamar, Siska membantu melepaskan jas suaminya, meletakkan di tumpukan pakaian kotor, Pras begitu bahagia karena istrinya begitu perhatian terhadapnya.


“Mandi dulu sana, udah mau Maghrib setelah itu kita sholat berjamaah” tutur Siska dengan lembut.


“Iya Sayang”


Pras langsung masuk kedalam kamar mandi, sementara Siska menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya dan meletakkan di atas ranjang tempat tidur.


************


Hari berlalu begitu cepat, detik demi detik pun terlewati, tak terasa sudah tinggal 2 Minggu lagi dari janji yang telah Rian dan Dewi sepakati.


“Tinggal dua minggu lagi, dan aku akan pergi dari hidup kamu mas” ucap Siska lirih.


Sakit sekali dirinya, sakit tak berdarah , saat bibir nya mengatakan tentang perpisahan hatinya sakit seperti teriris sembilu.


“Harus kuat, jangan lemah”


Selama 2 Minggu ini sikap Dewi berubah kepada Rian, tak ada lagi sapaan untuk sang suami saat pulang bekerja, bahkan Dewi tak pernah menemani Rian saat sarapan ataupun makan malam. Tapi Dewi masih melayani Rian dalam urusan ranjang dia ingin hamil tapi dia ingin terbebas dari pria itu.


Dewi sudah mempersiapkan semuanya jika dia berpisah dengan Rian, sekarang Dewi tak akan berjuang lagi sudah cukup dia menahan sakit di hatinya, Rian tak pernah mengerti kondisinya bahkan dia selalu menekan perasaan Dewi tak peduli apa yang sedang terjadi dengan dirinya.


“Aku sangat mencintai kamu Mas, tapi kamu terlalu menyakiti aku, aku gak kuat di giniin, aku punya perasaan” kata Dewi lirih.


Dia sedang berada di taman belakang, entah kenapa sekarang itu menjadi favoritnya untuk menenangkan hatinya yang selalu terluka. Untuk sikap Rian jangan tanyakan bagaimana dia sekarang tentu saja masih sama bahkan yang membuat Dewi semakin sakit Rian akan bermain kasar saat akan bercinta dengan nya.


Tes


Tes


Tes


Tetesan air mata menjadi saksi bisu bagaimana terluka nya hatinya saat ini, berulang kali Dewi menghapusnya tapi selalu saja menetes bahkan tidak henti.


“Entah bagaimana dengan perasaan Mama dan Papa setelah tau aku akan bercerai dengan Mas Rian”


Malam kembali datang, setelah melaksanakan sholat Maghrib Dewi membaringkan tubuhnya di atas ranjang, seperti biasa dia tak akan menyambut kepulangan suaminya, bahkan Dewi bersikap masa bodoh dengan Rian mau pulang atau tidak.


Ceklek.


Pintu kamar terbuka lebar, Rian baru saja pulang bekerja, dia melirik kearah istrinya yang berada di atas kasur, walaupun Dewi memejamkan matanya tapi Rian tau kalau istrinya itu tak tidur.


“Dasar istri tak berguna, suami pulang bekerja bukan nya menyambut mala tidur” ledek Rian dengan tersenyum sinis.


Dewi yang memang berpura-pura tidur mendengar semuanya, air matanya menetes karena kembali merasakan sakit karena perkataan sang suami.


“Aku gak kuat lagi Ya Allah ampuni hamba jika harus melakukan sesuatu yang paling engkau benci” batin Dewi lirih.


Suara gemericik air menandakan kalau saat ini Rian sedang mandi, Dewi segera bangun dan langsung keluar kamarnya, karena berhadapan dengan Rian akan selalu membuatnya sakit.


Dewi pergi keruang keluarga dan menyalahkan televisi, dia menonton walaupun pikiran nya sedang kalut.


Tidak berapa lama Rian terdengar menuruni anak tangga, Dewi yakin kalau Rian ingin makan malam.


Benar dugaan Dewi, Rian menuju meja makan dan makan hasil masakan nya, Dewi tersenyum kecut melihat semua itu.


Beberapa menit kemudian Rian selesai makan malam, dia menyusul sang istri yang duduk di ruang keluarga.


“Bagaimana apa kamu sudah telat datang bulan ??” tanya Rian dengan nada meledek .


Dewi terdiam bukan bingung harus menjawab apa tapi Dewi tak suka dengan pertanyaan suaminya, padahal Rian dokter pasti tau kapan Dewi akan kembali datang bulan.


“Apa kau tuli ??” bentak Rian.


Dewi tersentak kaget mendengar teriakkan Suaminya, dia mengelus dadanya karena kaget.


“Cukup Mas !! jangan bentak aku lagi !! aku udah gak tahan dengan bentakan kamu” balas Dewi yang ikut berteriak.


“Kalau kamu sudah gak tahan ayo kita berpisah, aku siap mengatakan kata talak untuk mu”


“Baik silahkan talak aku !! aku udah gak kuat jadi istri kamu, ayo talak aku sekarang !!” Dewi berkata dengan menggebu-gebu tak ada air mata yang menetes mungkin sudah kering selama ini.


Rian terdiam dia tak percaya istrinya akan mengatakan semua itu padahal yang dia tahu Dewi tak pernah mau berpisah dengan nya tapi kenapa sekarang Dewi berubah. batin Rian.


“Ayo talak aku !! kenapa kamu diam ??” kembali Dewi berkata.


“Baik, mulai malam ini aku talak kamu !!” suara Rian begitu lantang dalam mengatakan semua itu.


Dan malam itu menjadi saksi bisu perceraian antara Rian dan Dewi, sekarang mereka bukan lagi sepasang suami istri, entah siapa yang akan menyesal kemudian.


BERSAMBUNG....


JANGAN PADA TEGANG YA GUYS.....


CERITANYA BUKAN TENTANG KENAN DAN ALYA LAGI. SEKARANG CERITA RIAN DAN DEWI AKAN ADA KESERUAN DI KEHIDUPAN MEREKA JADI TETAP TUNGGUIN UPDATENYA OK.


ENTAH NANTI DEWI AKAN KEMBALI DENGAN RIAN ATAU AKAN MENEMUKAN PASANGAN BARU INI MASIH MENJADI RAHASIA AUTHOR.. 😁