Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Episode 115


“Tunggu !!” ucap Zaki berusaha menghentikan langkah kaki Cela.


“Kenapa lagi Pak ?? Kan kita udah gak ada kepentingan lagi, hutang Bapak kan sudah lunas” tanya Cela setelah langkah nya terhenti.


Zaki memandang wajah Cela, wajah yang putih bersih dan mata yang sipit, jika dia tersenyum maka akan nampak lesung pipinya yang menambahkan kecantikan gadis itu.


“Ini uang nya buat kamu semuanya, lagian kan saya udah janji akan bayar 3 kali lipat, tapi kenapa kamu hanya mengambil 300 ribu.”


“Tidak apa-apa Pak, karena memang uang saya cuman segitu, itu saja saya udah mengambil lebih dari 250 aku harap bapak ikhlas ya buat ganti uang bensin”


Zaki terdiam mendengar ucapan Cela, entah kenapa dia menjadi kagum dengan gadis itu.


Tak terasa suara Adzan Maghrib pun tiba, dan itu membuat Cela semakin panik.


“Aduh udah maghrib, Nenek pasti khawatir, Bapak sih ngajak ngobrol terus” seru Cela memarahi Zaki.


“Lah kok Gue yang salah, kamu yang salah kenapa main gak mau nerima uang yang saya berikan”


“Ah sudah lah berdebat sama Bapak gak akan ada habisnya, aku pulang ya Pak, Assalamualaikum”


Cela langsung bergegas meninggalkan Zaki yang masih menatapnya, berusaha menghidupkan motor butut nya agar segera menyala.


----------------


Keesokan paginya Zaki sudah bangun sejak pukul 05 pagi, dia memikirkan setiap kata yang akan dia katakan kepada Diana, iya keputusan Zaki sudah bulat bahwa dia akan memberikan modal buat Diana dan menyuruh Diana mencari tempat tinggal lain.


Di sisi lain Zaki takut Diana akan tersinggung namun dia harus egois sekarang, dia harus melakukan itu supaya persahabatan nya dengan Kenan kembali lagi. Zaki rindu bercanda dengan Kenan.


“Gue pasti bisa” ucapnya memberi semangat untuk diri sendiri.


Setelah sarapan bersama kedua orang tuanya, Zaki langsung pamit untuk segera ke bengkel, tiba disana Zaki langsung menuju tempat tinggal Diana.


Ternyata Diana sedang bermain bersama Kaisar, melihat kedatangan Zaki, Diana tersenyum.


“Tumben pagi sekali kamu udah buka Ki ??” tanya Diana langsung setelah Zaki berada di dekatnya.


“Tidak apa-apa Di, kenapa main di luar ??”


“Iya tadi Kaisar agar rewel, mungkin karena bangun terlalu pagi, tapi sekarang kayak nya udah mulai ngantuk lagi”


“Ooohhh”


Zaki memandang wajah mungil Kaisar, kembali terbesit rasa kasihan terhadap bayi itu, karena sampai sekarang dia juga belum bertemu dengan ayah kandungnya, sejujurnya Diana ingat wajah ayah kandung Kaisar hanya saja dia malas untuk bercerita.


“Di gue pingin ngomong penting sama Lo” ucap Zaki terlihat serius.


Diana menatap wajah Zaki “Mau ngomong apa Ki ??” tanya Diana kemudian, namun ada yang salah Diana melihat wajah Zaki yang serius.


“Ya sudah kalau begitu aku nidurin Kaisar dulu, kebetulan dia juga sudah tidur” ucap Diana lagi, dan di jawab anggukan oleh Zaki.


Diana masuk kedalam rumahnya, dia menidurkan Kaisar di Box bayi, disana Diana terlihat berpikir apa yang akan Zaki sampaikan kenapa tiba-tiba perasaan nya menjadi tidak enak.


Namun Diana segera menepis bayangan yang mungkin membuatnya sakit, sekarang Dirinya malah membayangkan Zaki akan menyatakan cinta kepadanya.


“Apa Zaki akan menyatakan cinta ya ?? apa dia juga menaruh rasa dengan ku ??”


Cinta ?? entahlah kapan rasa itu tumbuh di hatinya, yang jelas Diana merasa nyaman saat bersama laki-laki itu, apalagi melihat Zaki yang sangat menyayangi Anaknnya, perlahan rasa nyaman itu menjadi rasa cinta di hatinya, dan sekarang Diana berharap Zaki benar-benar akan membalas cintanya.


Bercermin sebentar untuk melihat penampilan nya, untung dia sudah mandi tadi pagi, batin Diana. Setelah di rasa penampilan Ok Diana keluar dari kamar dan kembali ke depan menemui lelaki yang barusan ingin berbicara kepadanya.


“Maaf ya Ki lama nunggu” ucap Diana basa-basi, menarik kursi dan duduk di samping Zaki.


“Tidak apa-apa” balas Zaki tanpa menoleh.


“Mau bicara apa Ki ??” tanya Diana, dan detak jantungnya semakin kencang.


Zaki menghela nafasnya kasar, jujur dia tidak tega bicara begitu namun dia harus melakukan nya, persahabatan dengan Kenan jauh lebih berharga bagi Zaki.


“Sebelumnya gue mau minta maaf dulu sama Lo Di, mungkin dalam pembicaraan kita ini ada yang menyakiti hati kamu”


Diana masih diam, dia hanya menjawab dengan anggukan, telinga nya mendengar setiap kata demi kata yang akan di ucapkan oleh Zaki.


“Maafin gue Di, tapi sepertinya gue hanya sampai sini buat nolongin Lo, maaf gue gak sanggup persahabatan gue sama Kenan hancur Kek gini, gue sayang banget sama Kenan, apalagi Kenan juga berjuang banyak demi gue agar bisa membangun bengkel ini, sekali lagi maafin gue Di” ucap Zaki to the point.


“Maksud nya Apa Ki ??” tanya Diana terbata-bata.


“Gue akan kasih Lo modal supaya Lo bisa membuka usaha serta mencari tempat tinggal yang baru”


“Lo ngusir gue ya Ki ?? salah gue apa Ki, apa kinerja gue kurang baik selama ini ??” tanya Diana bertubi-tubi


Air matanya mulai menetes membasahi pipi mulusnya, Ada rasa sakit yang tak bisa di jelaskan dan lagi-lagi gara-gara Kenan, kenapa lelaki itu selalu merusak kebahagiaan nya, pikir Diana.


“Lo gak salah Di, dan kinerja Lo bagus banget, tapi gue gak sanggup persahabatan gue sama Kenan hancur seperti ini, tolong ngertiin gue, gue akan bantu Lo buat cari tempat tinggal yang baru”


Diana menggeleng air matanya terus mengalir, sementara Zaki tak berani menatap wajah nya, tiba-tiba tanpa Zaki duga Diana malah sujud di kakinya.


“Tolong Ki jangan usir gue sama Kaisar, gue udah nyaman di sini, untuk Kenan biar gue yang urus, gue yang akan ngomong kedia supaya persahabatan Lo sama Kenan seperti dulu lagi, tapi aku mohon jangan usir gue sama anak gue” ucap Diana yang masih bersujud di kaki Zaki.


“Di jangan kayak gini, gue mohon, Lo harus ngertiin gue, ngertiin kondisi gue, dan gue udah janji akan tetap bantu Lo sampai Lo dan Kaisar ada tempat yang baru” Zaki berusaha mengangkat tubuh Diana akan tetapi Diana tetap mau dengan posisinya , dia berharap dengan begitu Zaki akan luluh dan tidak jadi mengusirnya.


“Gua gak akan bangun sampai Lo cabut ucapan Lo buat ngusir gue”


“Maaf Di, gue tetap dengan keputusan gue, ini harus berakhir Di, maafin gue”


Diana terdiam, ternyata bukan kata cinta yang dia dengar dari Zaki melainkan hal lain.


“Gue cinta sama Lo Ki,, gue cinta” teriak Diana hingga membuat Zaki terdiam.


---------


...**LIKE DAN KOMEN...


...ADD FAVORIT...


...RATE BINTANG LIMA...


EPISODE SELANJUTNYA LAGI DI KETIK, MOHON DI TUNGGU YA** !!