Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Episode 127


Cela membeku seketika mendengar perkataan dari Zaki, bagaimana dia harus menjawab nya ?? karena memang sebenarnya dia tak begitu serius, ada alasan yang menyebabkan Cela berkata demikin.


“I--tu, Anu Bang, emmmm” ucap Cela gugup.


“Gak usah pakai anu segala lah, kita ke KUA langsung aja yok, gue udah gak tahan pingin kawin, eh maksudnya nikah”


“Tapiiiiiiiiii”


“Tapi apa lagi ?? Lo jangan mempermaikan gue ya !! karena gue gak suka di permainkan”


Tambah bingung aja Cela, harus apa dia sekarang, kalau bukan karena neneknya yang sedang sakit dan membutuhkan biaya banyak, Cela belum mau menikah di usia muda seperti ini.


Cela terpaksa mengucapkan semua itu, entah kenapa ucapan itu lolos begitu saja saat dia bertemu dengan Zaki, cowok menyebalkan bagi Cela.


Saat ini Neneknya sedang berada di rumah sakit, sakit nya yang sudah parah dan mungkin juga karena dia sudah tua, akan tetapi Cela ingin Nenek nya sembuh, Cela belum sanggup kehilangan seorang wanita yang menjadi ibu kedua baginya. Biaya rumah sakit yang banyak membuat Cela kebingungan gaji dari hasilnya bekerja hanya cukup untuk membiayai kehidupan mereka sehari-hari.


Cela berpikir jika dia menikah dengan lelaki kaya seperti Zaki maka dia akan bisa membayar setiap pengobatan sang Nenek.


“Maafin Cela bang, Cela terpaksa mengatakan itu”


“Maksud Lo ??”


“Duduk dulu yok Bang, nanti Cela jelaskan”


Zaki menurut dia mengikuti Cela duduk di teras rumah, tak ada kursi disana makanya Cela mengajak Zaki duduk di lantai.


“Cela terpksa ngomong gitu karena Cela lagi bingung, Nenek masuk rumah sakit dan Cela gak ada uang, makanya Cela pikir jika Cela nikah sama orang kaya, Cela bisa membiayai pengobatan Nenek sampai sembuh”


Zaki mendengarkan setiap cerita dari Cela, dia memandang lekat wajah cantik nan imut itu, terdapat guratan kesedihan di wajahnya, dan Zaki yakin Cela memang sedang kebingungan.


“Jadi Lo udah ngomong sama siapa aja buat minta di nikahin ??” tanya Zaki tanpa mengalihkan pandangan nya.


“Cuman sama Abang aja, itu aja udah buat Cela malu, mana ada sih cewek ngelamar cowok duluan, pasti Abang pikir aku cewek gampangan ya Bang ??”


“Tidak”


Cela menoleh sejenak mata mereka saling pandang, dan itu membuat jantung kedua nya berdegup kencang, buru-buru Cela mengalihkan pandangan nya setelah menyadari semuanya.


“Gue akan bantu Lo buat biayain pengobatan nenek Lo sampai sembuh” ucap Zaki tiba-tiba.


“Yang benar Bang ??” tanya Cela antusias, senyum kecil tersungging di bibirnya, dia bahagia mendengar semua itu karena harapan Neneknya untuk sembuh masih ada..


“Iya, tapi ada syarat nya”


“Apa Bang ?? Cela janji akan menyanggupi syarat yang Abang berikan”


Zaki tampak berpikir, apa benar syarat yang akan dia katakan akan di sanggupi oleh Cela.


“Jadilah istriku !!”


Cela terdiam, tak tau harus menjawab apa, namun jika dia menolak maka siapa yang akan membiayai neneknya, dan bukan kah dia juga yang duluan minta di nikahin sama Zaki.


“Apa gak ada syarat lain Bang ??”


“Tidak ada, bagaimana apa kamu mau jadi istriku ?? ”


Bagaimana ini ??umurnya masih sangat mudah untuk menikah, sedangkan Zaki dia seperti orang yang sudah dewasa. Tapi tidak mungkin dia menolak kesembuhan Neneknya sudah ada di depan mata.


Ragu-ragu Cela menganggukan kepalanya, dan itu membuat Zaki bahagia.


“Apa jawaban nya ??”


“Iya aku mau jadi istri Abang !!”


-


-


-


Di dalam ruangan rumah sakit itu Seorang wanita paruh baya, mungkin umurnya sudah mencapai 65 tahun tengah terbaring lema dengan wajah pucat dan juga keriput.


Zaki dan Cela masuk kedalam, seperti biasa Cela akan meneteskan air matanya saat melihat kondisi sang Nenek, Cela menarik kursi dan duduk di samping ranjang Neneknya menggenggam tangan tua sang Nenek dengan erat.


Mata sayu Nenek terbuka, dia memandang Cela dan juga Zaki kebingungan, karena cucunya itu belum pernah datang bersama seorang laki-laki.


“Siapa dia Cela ??” tanya Nenek dengan suara lemah.


“Perkenalkan Nek nama saya Zaki, saya calon suami nya Cela” ucap Zaki langsung.


Dan tentu saja perkataan Zaki membuat Neneknya Cela kaget, dia memegang dadanya saking kagetnya, beruntungnya riwayat penyakit jantung Nenek tidak kambuh.


“Benar itu Cela ??” tanya nya pada sang Cucu


“I---ya Nek, Abang Zaki adalah calon suami Cela, apa Nenek setuju dengan hubungan kami”


Nenek tersenyum, bagaimana mungkin dia tidak setuju jika cucu satu-satunya akan di nikahi oleh laki-laki tampan itu, Nenek dapat melihat jika Zaki adalah orang berada.


“Kapan kalian menikah ??” tanya Nenek lagi.


“Setelah Nenek sembuh” jawab Cela.


“Tidak perlu menunggu sampai Nenek sembuh, menikah lah besok di rumah sakit ini Nenek ingin melihatnya”


Cela dan Zaki saling pandang bagaimana mungkin mereka akan menikah besok, sementara belum ada persiapan apapun, Zaki juga belum ngomong sama kedua orang tuanya, dan lagi pula Zaki ingin menikah dengan mengadakan pesta, namun melihat wajah Nenek yang sangat pucat Zaki tak tega untuk menolaknya.


“Baiklah saya dan Cela akan menikah besok, Zaki akan mengurusnya Nek” ucap Zaki ragu.


“Tapi Bang” sahut Cela kemudian.


Zaki hanya menjawab dengan anggukan, sementara Nenek langsung tersenyum mendengarnya.


“Ayo kita bicara di luar” bisik Zaki di telinga Cela.


“Iya Bang”


“Nek aku mau pamit dulu, buat mempersiapkan semuanya, Nenek cepat sembuh” ucap Zaki kepada Nenek.


“Iya Nak. Hati-hati di jalan !!”


Zaki keluar duluan setelah mencium punggung tangan Nenek, kemudian Cela menyusul setelahnya.


“Bagaimana Bang ?? kita tidak mungkin nikah dadakan seperti ini ??”


“Kamu tenang saja, biar aku yang urus semuanya, aku akan meminta bantuan kedua sahabatku” jawab Zaki, sekarang dia tidak memakai Lo-gue lagi saat berbicara dengan Cela.


Cela hanya mengangguk, dia juga tidak enak karena Zaki harus repot dengan permintaan Neneknya, setelah mengatakan itu Zaki pamit dan Cela kembali masuk kedalam, sebentar lagi Nenek akan di pindahkan keruangan VVIP dan biaya semuanya sudah di lunasi oleh Zaki sebelum mereka menemui Nenek.


Di dalam perjalan pulang Zaki mendadak kebingungan, pernikahan nya sudah di depan mata tapi kenapa dia bingung harus mempersiapkan semuanya dari mana.


“Gue harus minta bantuan Kenan dan Aska kalau gini caranya”


Entah apa tanggapan dari Kenan dan Aska mendengar kalau Zaki akan menikah secepat itu.


Walaupun pernikahan ini mendadak Zaki berjanji akan memperlakukan Cela dengan baik nantinya, untuk rasa cinta itu urusan belakang bagi Zaki karena jika mereka sering bertemu maka rasa cinta itu akan tumbuh.


BERSAMBUNG-------