Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Episode 116


Ada banyak arti dari sebuah kata dan banyak maksud dari setiap kata yang terucap dari seseorang. Bagaikan petir di pagi hari, itulah perasaan yang Zaki rasakan setelah mendengar kata Cinta terucap oleh Diana.


Terkejut sudah pasti, Zaki tidak menyangka bahwa Diana akan menaruh rasa cinta untuknya.


“Gue cinta sama Lo ki, Hiks---Hiks---Hiks” ucap Diana lagi.


“Lo jangan bercanda Di, gue gak suka”


“Gue gak bercanda Ki, entah kapan perasaan ini tumbuh gue juga gak tau, tapi satu yang pasti gue nyaman di samping Lo”


“Enggak itu bukan cinta Di, tapi obsesi”


Zaki tak percaya akan cinta yang di ucapkan Diana.


“Memang nya kamu gak suka sama Gue ??” kali ini Diana bangkit, dia menatap Zaki dengan tajam mencari keadilan untuk perasaan nya, Diana ingin Zaki membalas perasaan cintanya.


“Maaf Di, gue gak ada rasa sama Lo, gue nolongin Lo selama ini karena gue nganggap Lo sahabat gak lebih” jawab Zaki apa adanya, karena memang dirinya tak menaruh rasa apa-apa terhadap Diana, selama ini Zaki memberi perhatian kepada Diana hanya karena kasihan dan menganggap Diana sahabatnya.


“Tapi kenapa Lo kasih gue perhatian ?? kenapa Lo merhatiin Kaisar kalau Lo gak cinta sama gue Ki ?? kenapa ??”


“Maaf kalau sikap gue selama ini udah bikin Lo salah sangka, tapi jujur gue cuman nganggap Lo sahabat gak lebih, maafin gue Di”


“Lo jahat Ki, setidak nya Lo hargai perasaan gue !! gue sayang sama Lo Ki”


Zaki menghela nafas kasar, dia tidak menyangka kalau selama ini perhatian yang dia berikan kepada Diana dan Kaisar akan di anggap hal yang lebih, padahal Zaki memberikan perhatian gak lebih dari sekedar kasihan.


“Maafin gue Di, maaf gue gak bisa membalas rasa cinta Lo, gue harap Lo lupain semuanya anggap kita gak pernah bertemu”


Diana menggeleng bagaimana bisa dia harus bersikap seperti itu, bersikap seolah-olah mereka tak pernah bertemu padahal mereka pernah tertawa bersama, mengasuh Kaisar sama-sama dan makan sama-sama.


Zaki meninggalkan Diana, entah kemana tujuan nya yang jelas dia pergi tapi sebelum itu dia menitipkan bengkelnya kepada karyawan yang ada disana, karyawan Zaki pura-pura tak tahu kalau telah terjadi keributan disana.


Mobil Zaki melesat meninggalkan bengkel, sementara Diana masih diam terpaku sambil memandangi mobil Zaki sampai hilang tak terlihat.


“Jangan tinggalin gue Ki” ucap Diana lirih.


Mendengar tangisan Kaisar segera Diana beranjak masuk kedalam rumahnya, dan benar saja putra kesayangan nya itu sudah terbangun, tangis nya kencang hingga membuat Diana langsung menghampirinya.


“Sayangnya Mama, haus ya ?? sini sayang Minum susu dulu” ucap Diana sembari mengelap air mata yang terus membasahi pipinya.


Menyingkap sedikit bajunya hingga menampakkan buah Dada kemudian mengarahkan put*ing susunya ke mulut kecil Kaisar, tampak Bayi berusia 3 bulan itu menyedot dengan lahapnya.


Diana melamun sambil menyusui anaknya, kata-kata Zaki masih terngiang di kepalanya.


“Kita harus pergi dari sini Nak,.Om Zaki sudah tak mengharapkan kita lagi” kata Diana berbicara kepada anak nya yang sedang menyusu.


Suara ponsel membuat Diana menoleh tangan nya terulur untuk mengambil ponsel tersebut, sebuah SMS Notif dari Bank bahwa rekeningnya sudah di isi, Diana membulatkan matanya manakala mendapat transferan uang sebanyak itu oleh Zaki.


Tidak berapa lama muncul pesan WA dari Zaki.


“Gue harap uang itu cukup buat Lo bangun usaha sama beli rumah, pergilah yang jauh Di, pergilah dari kota ini !!”


Diana meremas ponselnya, mendapatkan uang sebanyak itu tak membuatnya bahagia, kalau ternyata begini buat apa dulu dia di pertemukan dengan Zaki, luka lama kembali terulang dan sayang nya permulaan dari semuanya adalah Kenan.


“Gue benci sama Lo Ken, kenapa Lo selalu ngancurin hidup gue” ucap Diana


------------------


Hidup tak akan berwarna tanpa orang-orang di sekeliling kita. Termasuk sahabat. Betul, sahabat adalah seseorang yang memiliki hubungan dekat dengan kita. Bahkan mungkin sahabat dikategorikan sebagai orang yang paling berarti dalam hidup. Setelah Tuhan, pasangan maupun keluarga.


Tak dapat dipungkiri, sahabatlah yang mengetahui diri kita yang sebenarnya. Sahabatlah tempat kita membagi perasaan. Sahabatlah yang mengisi hari-hari kita dengan ocehan cerewetnya. Sahabatlah pembangkit semangat kita. Sahabatlah yang turut mendoakan kesuksesan kita. Dan, sahabat selalu mendukung serta menemani kita tak peduli seburuk apapun kondisi yang kita alami.


Zaki terus melajukan mobilnya, tujuan nya saat ini rumah Kenan, dia sudah tak kuat menahan untuk tak bertegur sapa dengan sahabatnya itu.


Tinnnn


Tinnnnn


Tinnn


Klakson mobil Zaki bunyikan setelah berada di depan gerbang rumah mewah milik Kenan, seorang satpam yang berjaga disana langsung membukakan gerbang, Zaki menebar senyum nya bertegur sapa sebentar kemudian melajukan mobilnya untuk masuk kedalam..


“Gue rindu rumah ini” gumam Zaki kemudian turun ternyata disana ada Pras, mungkin saja Pras sedang menunggu Kenan.


“Pagi Pras, nungguin Kenan ya ??” sapa Zaki sambil bertanya.


“Iya Tuan”


“Sudah ku bilang jangan panggil aku Tuan, panggil nama saja, kita ini hampir seumuran Pras”


“Maaf Ki”


“Nah gitu dong”


Tidak berapa lama terdengar suara langkah kaki seseorang, jantung Zaki berpacu dengan kuat, dia takut kalau Kenan tidak juga mau memaafkan nya.


“Kenan”


“Lo”


Ucap Zaki dan Kenan serempak, Kenan sangat kaget melihat kehadiran Zaki disana.


“Ngapain Lo kesini ??” tanya Kenan datar.


Alya yang berdiri di samping suaminya langsung menegur, untuk tak membiarkan Kenan bersikap seperti itu.


“Jangan gitu sayang kan Zaki sahabat kamu” ucap Alya.


Kenan hanya memiringkan bibirnya, tak sudi rasanya kalau Zaki masih di anggap sahabatnya.


“Maafin gue Ken !!” ucap Zaki tiba-tiba.


“Gue tau gue salah, tapi gue gak sanggup kehilangan Lo, Diana udah gue suruh pergi dan gue mohon maafin gue” lanjut Zaki lagi.


Sekarang bukan hanya Kenan yang kaget akan tetapi Alya dan juga Pras ada disana, memang pertengkaran antara Kenan dan Zaki di ketahui oleh Pras, pria itu tahu saat akan menyebar undangan pernikahan Rian dan Dewi akan tetapi Kenan langsung membuang undangan atas nama Zaki makanya Pras bertanya.


“Ken” kembali Zaki bersuara karena memang Kenan belum juga menjawab perkataan nya.


“Sayang, maafin Zaki ya !!” sahut Alya merasa kasihan dengan Zaki.


Kenan menarik nafas dalam kemudian menghembuskan nya secara perlahan, pandangan nya tertuju kepada Zaki, sejujurnya Kenan juga tidak mau seperti ini.


“Iya Lo gue maafin !!” ucap Kenan dan berhasil membuat Zaki tersenyum.


-------


Udah 2 episode ya !!


kalau ada banyak yang dukung entar soreh Up lagi 😂