Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Episode 117


Bukan hanya Alya yang merasa sangat bahagia mendengar suaminya telah memaafkan Zaki tapi Pras pun demikian.


“Makasih Ken, karena Lo udah maafin gue” ucap Zaki sambil memeluk tubuh Kenan.


Dan itu berhasil membuat Kenan kaget, dia juga merasa risih di peluk seperti itu oleh Zaki.


“Udah-udah gak usah main peluk segala, risih gue” ujar Kenan sambil berusaha melepaskan diri dari Zaki.


Alya terkekeh pelan, dia merasa tenang karena suaminya sudah berbaikan dengan Zaki, dirinya juga merasa rindu dengan canda tawa serta kebersamaan suami dan kedua sahabatnya itu.


“Ya Ellah, gue kangen Ken, udah lama gak peluk Lo” balas Zaki


“Jijik gue dengarnya”


“Haha, gak usah ngomong gitu Lo Ken, dulu aja Lo meluk gue pas lagi nangis waktu Alya ngilang dulu”


“Kapan ?? perasaan gak pernah”


“Gak mau ngaku dia, Pras aja jadi saksi kok, iya Kan Pras ??” tanya Zaki ke Pras.


“Saya tidak ingat Ki” balas Pras kikuk, karena mendapat tatapan tajam dari Kenan.


“Sudah-sudah, kamu katanya ada meeting pagi ini, sana berangkat !!” ucap Alya melerai perdebatan suaminya.


“Gue ikut ya Ken ” sahut Zaki membuat Kenan langsung menatap nya.


“Mau ngapain Lo ikut ??”


“Biasalah !! tebar pesona di kantor Lo, udah lama gue gak kayak gitu siapa tau kan langsung dapat jodoh”


“Hahahaha” kali ini Alya tertawa terbahak-bahak , sungguh dia merasa lucu dengan tingkah Zaki sementara Kenan diam-diam tersenyum simpul karena sekarang persahabatan nya telah kembali.


“Ya sudah ayo !! tapi ingat jangan ganggu mereka yang lagi kerja !! awas Lo kalau kek gitu gue usir nanti” ancam Kenan dan langsung mendapat anggukan semangat dari Zaki.


“Gue ikut mobil Lo ya !! mobil gue biarin di sini”


“Hemmmm”


Pras langsung membukakan pintu mobil untuk Zaki sementara Kenan berpamitan kepada istrinya terlebih dahulu.


“Sayang aku ke kantor dulu, kamu jangan capek-capek di rumah,kalau ada apa-apa langsung kabarin aku !!” ucap Kenan memperingati istrinya.


“Iya sayang, aku gak lupa kok sama ucapan kamu”


Kenan mengelus perut sang istri, lalu kemudian dia mencium kening istrinya dan di balas Alya mencium punggung tangan suaminya.


Kenan masuk kedalam mobil meninggalkan Alya, sementara Alya memandangi mobil suaminya sampai tak terlihat barulah dia masuk kembali kedalam rumah.


------------------


Jam terus berputar tak terasa sudah waktunya makan siang, setelah menyelesaikan meetingnya Kenan kembali kedalam ruangan nya, dia melirik ke sofa dimana Zaki tengah tertidur mungkin karena lelah menunggunya.


“Bangun Ki, mau ikut makan siang gak ??” ucap Kenan sambil menggoyangkan tubuh Zaki dengan pelan.


“Huuuuaaammm” Zaki menguap, dia menggeliat sambil membuka matanya sedikit demi sedikit.


“Ada apa Ken ??” tanya Zaki dengan suara serak, rupanya dia masih mengumpulkan kesadaran nya.


“Mau ikut makan siang gak ?? gue udah hubungin Aska supaya ikut”


“Mau makan siang dimana ??”


“Terserah, gue ikut aja kebetulan jadwal gue setelah ini kosong, jadi kalau mau kumpul ya ayo”


Zaki akhirnya memikirkan tempat makan yang enak, namun tiba-tiba dia mengingat kafe dimana Cela berada


“Ok deh” balas Kenan tanpa curiga sedikitpun.


Kenan dan Zaki pergi meninggalkan ruangan Kenan, tak lupa mereka mengabari Aska bahwa mereka berdua menunggu di kafe yang di sebutkan oleh Zaki tadi.


Pras juga ikut serta, sekarang kalau di luar kantor Kenan melarang Pras memanggilnya dengan sebutan Tuan atau pun Pak, awalnya Pras agak kaku namun sekarang dia sedikit terbiasa..


Mereka sampai di sebuah Kafe yang di sebutkan Zaki, disana juga sudah ada Aska dia datang lebih awal karena memang Aska sedang berada di dekat sana.


“Gue kangen dengan keakraban kalian berdua” ucap Aska setelah Kenan dan Zaki sudah ada di dekatnya.


Zaki dan Kenan hanya membalas dengan senyuman, kemudian ke empat pria tampan itu masuk ke dalam kafe tersebut, membuat para pengunjung menatap mereka dengan kagum terutama kaum hawa.


“Gue berasa kayak lagi berada di Fashion Show tau gak” ucap Aska setenga berbisik.


“Maksdu Lo ??” tanya Kenan tak mengerti.


“Lo gak nyadar mata mereka menatap kita seperti itu, apalagi para cewek sampai iler mereka pada netes di meja”


Zaki dan Pras cekikikan mendengar ucapan Aska.


Setelah sampai di dalam mereka langsung memilih meja yang dekat dengan kaca, mereka sengaja tak memesan ruangan VVIP karena ingin berbaur dengan yang lain.


“Kalian mau pesan apa ??” tanya Zaki tapi matanya melirik sekitar mencari keberadaan sang pelayan kafe.


“Panggil dulu pelayan nya !! gue mau lihat menunya apa aja” sahut Aska.


“Mbak sini” ucap Zaki sambil melambaikan tangan nya.


Seorang pelayan mendekat ke arah mereka, dan tak di sangka itu adalah Cela wanita yang di cari Zaki.


“Lo bapak kesini lagi ?? Mau ngutang lagi ya Pak ??” tanya Cela langsung hingga membuat ketiga teman nya menatap ke arah Zaki.


“Lo pernah ngutang di sini Ki ??” tanya Aska heran.


“Wah Zaki, malu sama bengkel segede itu kalau makan di tempat ini aja ngutang” sahut Pras kemudian.


“Lo malu-maluin gue tau gak Ki, lagian ngapain harus ngutang segala” Kenan pun ikut meledek.


Zaki merasa sangat malu, lalu dia menatap Cela dengan tajam, akan tetapi Cela mala tersenyum.


“Eh tiang listrik, gue udah jelasin sama Lo beratus kali ya, kalau waktu itu dompet gue ketinggalan” ucap Zaki kemudian.


“Bapak jangan manggil aku tiang listrik ya, aku benar-benar akan sumpahin bapak supaya suka sama aku” balas Cela.


“Bodo amat, dan satu lagi Lo jangan manggil gue bapak, karena sejak kapan gue nikah sama emak Lo”


“Terus mau di panggil apa ?? memang kenyataan nya kamu sudah pantas di panggil Bapak”


“Hey sudah, kita ini mau makan bukan mau menonton perdebatan kalian” ucap Aska melerai keduanya.


“Iiih, mas tampan mau pesan apa mas ?? di sini makanan nya enak-enak loh” balas Cela sambil memberikan buku menu kepada Aska serta Kenan dan Pras.


Sementara Zaki yang mendengar Cela memanggil Aska dengan sebutan Mas menjadi kesal.


“Lo manggil dia Mas, kenapa manggil gue bapak ??” tanya Zaki


“Iya karena muka bapak kelihatan lebih tua dari pada muka nya Mas ini, mata aku gak karatan ya Pak aku bisa membedakan mana yang ganteng dan mana yang abal-abal”


Aska tertawa begitupun dengan Kenan dan Pras, sementara Zaki semakin kesal.


“Tau aja sih kamu neng, kalau Mas ini tampan” goda Aska sambil mengedipkan sebelah matanya.


“Gue bilangin sama Vina Lo kalau macam-macam” ancam Zaki yang langsung membuat Aska menatapnya kesal.