
Kelahiran kembar Z membawa kebahagiaan dan juga berkah yang luar biasa, bisnis Kelvin berkembang pesat dan bahkan cabang-cabang terus bertambah. Hal tersebut membuat Kelvin menjadi lebih sibuk di kantor bahkan hampir tidak ada waktu untuk bersantai.
Zack dan Zion menjadi bayi yang lucu dan menggemaskan, perkembangannya cukup pesat walaupun lahir secara prematur namun mereka bisa tumbuh dengan normal seperti bayi lainnya.
Kehadiran Zack dan Zion yang mulai bisa mengenali sang mommy dan memberikan ekspresi yang menggemaskan, membuat Klara berlahan sudah bisa hidup normal dan nampak kebahagiaan setiap bersama kedua putranya bahkan yang awalnya ingin memiliki anak lagi sekarang tidak mau lagi buru-buru punya anak, Klara ingin membesarkan Zack dan Zion terlebih dahulu dan tak ingin melewatkan momen indah bersama mereka berdua dan Kelvin menyetujuinya.
Kelvin sedang disibukan dengan berkas-berkas yang menumpuk di depannya untuk di tanda tangani.
Tiba-tiba sebuah kabar buruk datang dari kepolisian yang mengabarkan bahwa Aura mengalami kecelakaan dan di bawa ke rumah sakit namun sayang nyawanya tak tertolong.
Kelvin segera pergi dan menuju rumah sakit dimana Aura sempat di larikan ke rumah sakit sebelum meninggal dalam perjalanan. Sedangkan Marcel meninggal di tempat kejadian.
Ternyata, telah terjadi kecelakaan tunggal sebuah mobil dan korbannya ternyata Aura dan Marcel. Kepolisian sedang menyelidiki penyebab terjadinya kecelakaan tersebut dan harus menunggu sampai penyelidikan selesai, baru bisa di ketahui penyebab sebenarnya. Ternyata setelah pergi meninggalkan rumah Kelvin , Aura masih berhubungan dengan Marcel.
Kelvin masuk kedalam kamar jenazah untuk memastikan jika memang itu adalah adiknya. Perlahan Kelvin membuka kain yang menutupi jasad. Dan benar saja, itu adalah Aura yang sudah terbujur kaku di dalam kamar jenazah.
"Aura... kenapa kamu pergi secepat ini... apa kamu sangat benci sama kakak, karena sudah mengusirmu dari rumah. Kakak sudah di tidak marah lagi dan kakak iparmu Klara juga sudah memaafkan kamu. Bangun Aura, bangun..." Ucap Kelvin dan berusaha menahan kesedihannya.
"Yang sabar Vin, Aura sudah tenang, dia akan menemui papanya." ucap Akas menenangkan sambil mengusap punggung Kelvin.
"Aku hanya tak percaya dia pergi secepat ini. Padahal aku dan Klara sepakat akan membawa Aura kembali ke rumah dan melupakan semua masalah yang pernah ada."
"Lalu Apa yang akan kamu lakukan dengan jasad adikmu. Apa akan kamu makamkan di keluarga Casandro atau dimana?" tanya Akas untuk memastikan.
"Aura memang adikku tapi dia bukan keturunan Casandro, jadi urus pemakamannya di dekat makam papa bukan di pemakaman Casandro." jelas Kelvin.
"Baiklah aku akan segera mengurusnya."
****
Seharian Zion dan Zack tampak gelisah dan cerewet, mereka terus menangis tanpa sebab padahal tidak di dapati gejala apapun jika sakit mereka sakit. Hal tersebut membuat baby sitter dan juga klara bingung untuk menghadapinya.
Saat sedang menidurkan Zion, Klara dikejutkan dengan panggilan Lily.
"Nyonya... nyonya... ada kabar buruk... Ucap Lily sambil berlari menghampiri Klara.
"Ada apa bi... kabar buruk apa... kalau bicara yang jelas bi." saut Klara yang langsung ikut panik mendengar kabar buruk walaupun belum dijelaskan Lily.
"Non Aura... nyonya."
"Aura kenapa bi?"
"Bibi tadi lihat di tv, non Aura kecelakaan dan dari informasi di tv korbannya meninggal." jelas Lily.
"Yang benar bi, jangan mengada-ada kamu. " Klara. segera mengambil ponselnya dan mencari informasi kecelakaan hari ini dan dari sekian banyak kabar berita hari ini, Klara membaca salah satu informasi yang menyatakan tentang kecelakaan tunggal yang merenggut korban nyawa dan terpampang jelas nama Aura dan juga Marcel.
Dengan segera Klara menuju rumah sakit tempat dimana keberadaan Aura.
"Mas Kelvin...." panggil Klara yang mendapati suaminya sedang menunggu proses pengurusan jenasah Aura sebelum di makamkan hari itu juga. Sebab tak ada lagi keluarga yang dimiliki Aura selain Kelvin .
Sedangkan Marcel, Kelvin tak perduli dengan jazadnya Dan kematian Marsel memang diinginkan Kelvin.
Sebelumnya, lebih dahulu Alexo meninggal dunia, Beberapa hari setelah Klara melahirkan, Alexo menghembuskan nafas terakhir karena serangan jantung dan di makamkan di makam keluarga Alexo.
"Sayang kenapa kamu ada di sini?" Kelvin langsung memeluk tubuh istrinya yang datang menghampiri.
"Apa Aura pergi... apa berita yang tersebar itu benar adanya?" tanya Klara yang masih tak percaya.
"Iya sayang, Aura sudah pergi untuk bertemu dengan papa." jelas kelvin.
"Apakah aku masih bisa melihatnya mas, sekali saja?"
"Maaf sayang, jasad Aura sudah di masukan ke dalam peti mati, karena sebentar lagi akan diberangkatkan ke pemakaman."
********
Pemakaman Aura berjalan lancar, tak ada kendal apapun yang menggangu prosesi pemakaman Aura.
"Akas cari tahu penyebab kecelakaan Aura, aku tak yakin ini murni kecelakaan."
"Tapi... bukankah kepolisian sedang menyelidiki."
"Percayalah padaku, ada kejanggalan dari kecelakaan ini."
"Baiklah, aku akan segera menyelidikinya dan akan segera aku kabarkan jika memang ada kejanggalan." Akas pun menuruti perintah Kelvin.
Klara masih duduk di samping makam Aura, ia masih tak percaya Aura pergi secepat ini.
"Kenapa kamu pergi duluan, bukankah kamu berjanji akan membalasku, kerena telah membuatmu di usir kakakmu. Ayo sekarang balas aku, lakukan apapun caranya agar hatimu puas." ucap Klara di depan batu nisan Aura.
"Klara, ayo kita pulang, biarkan Aura tidur dengan tenang disampingnya papa." Ajak Kelvin yang kesekian kalinya setelah terus menerus di tolak Klara.
"Tapi mas...."
"Ayo pulang, Zack dan Zion menunggumu di rumah." Kelvin pun memaksa Klara segera pulang dan meninggalkan Aura yang sudah tertidur selamanya.
✔️ jangan lupa tinggalkan jejak
Hai... makasih setia menunggu updatenya, dua part lagi ending ya. Kira-kira siapa ya dalang dari semua masalah yang terus menggangu kebahagiaan keluarga Kelvin, part 75 akan kalian temukan Jawabannya.☺️☺️☺️☺️