OB Milyader ( Menantu Sampah)

OB Milyader ( Menantu Sampah)
part 62


Doooorrrrr......


Peluru menembus bahu Brandon dari arah belakang dan membuat pestol yang di arahkan ke kepala Davan meleset dan peluru tersebut mengenai Paha Davan.


Aaarrrhhh...


Davan langsung tersungkur dan menahan rasa sakit akibat peluru yang menembus paha kanannya.


Kemunculan Kelvin dan yang lain menjadi kejutan tak terduga. Anak buah Brandon dan anak buah Kelvin saling menodongkan pistol.


Ternyata, setelah anak buah Brandon masuk kedalam hutan, Kelvin dan yang lain menyusul dan membututi mereka, hingga akhirnya mereka pun menemukan keberadaan Klara.


Kelvin ingin segera menyelamatkan istrinya namun di tahan Akas karena waktu yang belum tepat.


Setelah berhasil menembak bahu Brandon, Kelvin segera mendekat untuk menyelamatkan Klara.


Kelvin yang mendapati istrinya yang tak berdaya segera berlari menghampiri. Merebut tubuh Klara dari tangan Davan.


"Sayang, Kamu harus bertahan, kita akan segera pulang." Kelvin memeluk istrinya.


"Mas, mereka ingin melenyapkan anak kita." ucap klara sebelum pingsan.


Ha... ha... ha...


Brandon tertawa sambil berusaha bangkit, menunjukkan siapa dirinya. Brandon bukakanlah orang yang mudah menyerah,


"Keluarga Casandro memang semuanya bodoh" sangat mudah di jebak. Terlalu banyak musuh dalam selimut." Menyaksikan kelvin yang hampir terlambat menyelamatkan istrinya.


Akas memberikan tinjuan pada Brandon hingga membuatnya kembali tersungkur.


"Apa yang kamu tertawakan brengsek. Sudah mau mati masih saja bisa tertawa." Akas yang sudah terlanjur emosi menghajar Brandon.


"Kau sudah berani ingin mencelakai istriku. Kau harus mati di tanganku."


Kemarahan Kelvin memuncak, setelah mengetahui istrinya di jebak dan calon ahli warisnya akan di lenyapkan. Kelvin mengamuk, ia menghampiri Brandon dan menghajarnya dengan membabi buta.


Tak ada perlawanan saat Kelvin menghajarnya, beberapa pistol menodong Brandon dan membiarkan Kelvin melampiaskan amarahnya.


"Kenapa kau ingin melenyapkan anakku?"


"Tanyakan pada mereka yang menginginkan kehancuran keluarga Casandro. Walaupun aku mati sekarang, hidupmu masih belum tenang sebelum mereka yang menginginkan kehancuran Casandro di lenyapkan." Brandon masih bisa terkekeh, walaupun sudah tidak ada daya untuk membebaskan diri.


"Bajinga*n. Katakan padaku siapa yang menyuruhmu, katakan kepa*t atau aku akan melenyapkan kamu sekarang juga." Tinjuan kembali dilayangkan bertubi-tubi.


Tak ada ampun lagi untuk Brandon yang telah berani menjebak yang ingin melukai istri dan calon anaknya. Satu tembakan, sebuah peluru menembus kepala Brandon hingga membuatnya meninggal di tempat.


Anak buah Brandon pun, menurunkan senjata, menyerah saat bos mereka sudah mati.


"Urus mayat bos kalian ini." Kelvin meninggalkan tubuh Brandon dan mengangkat tubuh Klara.


"Bagaimana dengannya Vin?" tanya Akas tanpa menoleh pada orang yang di maksud.


"Bawa dia."


Kelvin dan yang lain pun segera keluar dari hutan dan meninggalkan tempat terpencil itu sesegera mungkin.


Sepanjang perjalanan Kelvin terus mendekap Klara untuk menghangatkan tubuh Klara yang kedinginan. Penyesalan terus menyelimuti Kelvin, hampir... dan hampir saja ia kehilangan orang yang ia sayang jika dirinya tak segera datang.


"Akas, setelah Klara pulih, persiapan acara untuk mengumumkan kehamilan istriku. Aku yakin ada Seseorang yang tak menginginkan anakku dan akan membuat onar. Persiapan semua sesuai rencana." Kelvin ingin menjebak orang yang ingin menghancurkan keluarga Casandro. Walaupun ada tebakan, Kelvin tak punya bukti untuk menuduhnya.


"Baiklah, aku akan persiapkan semuanya sesuai rencana."


******


Saat tersadar Klara sudah berada di rumah sakit, dan mendapati kelvin tertidur sambil menggenggam erat tangannya.


"Mas..." Panggil Klara dengan suara serak, sontak membangunkan kelvin yang tertidur karena kelelahan.


"Sudah bangun sayang." Kelvin mengusap pucuk rambut klara dan mengecup keningnya.


"Mas... aku..." Klara menghentikan ucapannya karena malu.


"Kenapa sayang, apa ada yang sakit? atau butuh sesuatu? katakan pada mas."


"Aku... aku lapar mas." Kekuatiran Kelvin berubah seketika, saat mendengar hal yang di ucap istrinya.


"Lapar!! ... baiklah, kau ingin makan apa? mas akan membelikannya."


"Aku hanya mau makanan buatan mas saja, tidak mau yang lain. Jika mas marah, jangan padaku tapi dengan kedua putramu ini, dia sangat nakal sekali. tak mau makan jika bukan papanya yang buat dan membuat mamanya rakus karena sering makan. Kelvin mengusap perut istrinya.


"Dia anak-anak yang pintar, yang akan mewarisi bakat papanya."


Klara meraih tangan Kelvin, "Mas maaf, aku sudah ingkar janji, Memberitahu orang lain tentang kehamilanku, aku tahu mas mewanti-wantinya untuk tidak memberitahu siapapun, tapi mulutku ini tidak mau di ajak kerja sama. Maukah mas maafkan aku. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi, karena itu bisa membahayakan anak kita." Klara merasa bersalah telah memberitahu kehamilannya pada orang lain yang tidak ada ikatan keluarga.


Kelvin sengaja merahasiakan calon pewarisnya, karena suatu alasan. Bahkan Klara pun tak tahu alasannya, Kelvin hanya berkata, jika klara lakukan akan membahayakan calon ahli waris.


"Jangan pikirkan masalah itu lagi. Mas sudah memutuskan untuk mengumumkan tentang kehamilanmu setelah kamu membaik." Klara terkejut, suaminya yang melarang dan sekarang suaminya sendiri yang akan mengumumkan.


Kelvin pun pergi untuk membuat makanan yang di inginkan Klara, dan meninggalkan dirinya sendiri di rumah sakit. Kelvin meminta beberapa anak buahnya untuk menjaga ketat dan tidak ada seorang pun di izinkan menjenguk Klara.


Dalam diam Klara menitikkan air mata, mengingat perjuangan Davan menyelamatkan dirinya.


Klara sedih karena tak bisa melihat Davan untuk yang terakhir kalinya, bahkan tak bisa mengucapkan perpisahan.


"Nak, mommy punya teman baik banget dia sudah mau berkorban demi menyelamatkan mommy dan kalian. Walaupun baru sebentar kami bertemu, tapi teman mommy memberikan satu pelajaran, jika pengorbanan itu lebih mulia daripada menyerah. Dan sesuai keinginan terakhir paman Davan. Salah satu dari kalian nanti akan mommy beri nama Davan, sebab jika tidak ada paman Davan mungkin kalian sudah tidak bersama mommy lagi. Mommy akan ceritakan kebaikan paman Davan pada kalian." klara mengusap perutnya.


*****


Sebelum meninggalkan rumah sakit, Kelvin menemui dokter yang memeriksa kondisi Klara dan kehamilannya yang sudah memasuki sepuluh Minggu.


"Bagaimana kondisi kehamilan istri saya, apa kandungnya baik-baik saja. Saya sangat kuatir jika terjadi sesuatu pada kedua putra saya yang masih dalam kandungan." Tanya Kelvin yang begitu penasaran.


"Sepertinya, bukan dua, tapi tiga bayi yang akan dilahirkan istri anda."


"Tiga?? bukankah waktu pemeriksaan awal dokter bilangnya dua."


"Maaf, satu kantong rahim lagi baru terlihat, dan semua baik-baik saja hanya saja istri bapak butuh pengawasan ekstra untuk memantau perkembangan janin yang ada di rahim istri bapak.


"Astaga. ini merupakan berita bahagia, aku akan memiliki tiga penerus sekaligus." Wajah Kelvin terpancar kebahagiaan


_TBC


Jangan lupa tinggalkan jejak.