
Saat hendak pulang ke rumah setelah selesai bekerja, Sonia tiba-tiba saja di hadang oleh sekelompok orang tak di kenal dan menangkapnya.
Saat ia tersadar dirinya sudah berada di sebuah tempat yang tak diketahui dengan kaki dan tangan di ikat di sebuah kursi.
Seorang laki-laki asing yang menghampirinya, "Apa kabar Sonia? lama kita tidak bertemu." tanya seorang laki-laki yang mendekatkan wajahnya hingga begitu dekat dengan dirinya.
"Andra!" Dengan suara lemah Sonia menyebut nama laki-laki yang berada di hadapannya. Laki-laki yang sudah ia kenal sebelumnya.
"Apa yang kamu lakukan padaku? cepat lepaskan aku atau aku akan teriak."
"Lakukan saja, teriak sekeras mungkin. Tak akan ada yang mendengarkan teriakanmu atau pun orang yang akan datang menyelamatkan kamu."
"Apa maumu? kenapa kamu melakukan ini padaku? bukankah kita sudah tidak ada hubungan apa-apa setelah kamu memutuskan hubungan kita begitu saja, dan sekarang aku sudah bisa melupakan kamu kenapa kamu harus kembali menemui ku." Ucap Sonia dengan sedikit emosi.
"Aku hanya ingin menjadikan kamu umpan, jika berhasil aku akan segera membebaskan kamu."
"Apa maksudmu? siapa yang akan kamu jebak. Cepat lepaskan aku, aku gak mau melakukan apapun." Sonia terus memberontak berusaha melepaskan diri.
Plaaakkk....
Tamparan mendarat di pipi kanan Sonia. Membuatnya langsung terdiam dan kepalanya langsung pusing, pipinya memerah akibat tamparan dari seorang laki-laki yang memiliki tenaga lebih kuat.
Rambut Sonia di jambaknya, setelah itu seseorang memotret dirinya beberapa kali. Akhirnya mereka pun pergi setelah mendapatkan apa yang mereka inginkan.
"Ancam segera Kelvin dan buat dia masuk perangkap." perintah Andra pada nak buahnya.
*****Kediaman Mahendra*****
Kelvin tiba-tiba saja datang ke rumah orang tuanya dengan membawa beberapa paper bag di tangannya.
"Kelvin, kamu datang nak? papa kamu pasti senang melihat kedatanganmu." ucapnya yang selalu berpura-pura baik pada Kelvin.
"Ini untukmu" Kelvin menyerahkan paper bag pada ibu tirinya itu. Kelvin langsung menghampiri papanya yang sedang makan malam dan langsung ikut makan malam.
"Apa kabar pa?" tanya Kelvin basa-basi.
"Seperti yang kamu lihat, papa baik-baik saja. Mamamu merawat papa dengan baik."
"Ooohhh, baguslah kalau begitu."
"Lihatlah pa, Kelvin membawakan oleh-oleh muat mama. Sepertinya Kelvin sudah bisa menerima mama sebagai mama sambungnya." Dengan senang wanita itu membuka isi paper bag satu persatu.
Setelah beberapa dibuka dan hadiahnya sangat di sukainya, namun di saat membuka isi paper bag yang terakhir, membuat wanita itu terkejut dan langsung membuangnya. Sofia berteriak histeris, melihat isi Kotak itu yang berisi foto-foto Herlambang, dari saat di hajar hingga kehilangan sebelah bola matanya dan juga ginjalnya.
Mahendra melihat salah satu foto Herlambang yang terlihat sangat menderita, lalu ia melirik putranya yang terlihat santai tanpa ekspresi , "Apa ini semua ulahmu Kelvin?" tanya Mahendra sambil memperlihatkan foto tersebut.
Kelvin meletakkan sendok dan garpu yang ia gunakan untuk makan di atas piring dan dengan santainya ia membersihkan mulutnya, lalu meneguk segelas air.
"Apa yang sudah aku lakukan? aku tak melakukan apa-apa, aku hanya melayangkan tinjuan beberapa kali di wajahnya itu saja."
"Kau ..." Mahendra menunjuk Kelvin dengan telunjuknya, ingin mengatakan sesuatu namun tertahan.
"Memang dia pantas mendapatkannya, aku akan melakukan hal yang sama pada siapapun yang ingin melenyapkan ku termasuk dia. Kalian paham kan, yang aku maksud."
"Papa harus melakukan sesuatu pada Kelvin putramu itu, dia psikopat yang berbahaya, jika tidak , mungkin seluruh keluarga ini akan habis di bantainya. "Ucap Sofia dengan penuh ketakutan.
"Tutup mulutmu ma, jangan buat semuanya makin kacau, dia putraku kandungku, tak mungkin aku menghancurkannya, jika dia melakukan Kesalahan, aku yang pantas di hukum karena gagal mendidiknya, bukan dengan menghakiminya seperti ini."
"Terserah papa, jika terjadi sesuatu pada papa ataupun Marcel, karena anak psikopat itu, aku bersumpah akan membunuhnya mengunakan tanganku sendiri." Setelah sumpahnya itu, Sofia memilih pergi ke kamar dan meninggalkan mereka.
" Apa yang sudah kamu lakukan Kelvin, kenapa kamu bisa berubah, kenapa kamu tega melakukan itu pada dokter Herlambang. Dia yang sudah menolongmu dan merawatmu selama bertahun-tahun dan kamu balas dengan begitu kejinya. Jika kejadian ini tersebar, mau ditaruh di mana muka papa, dan kamu tau kan akibatnya apa?"
"Papa terlalu naif dan egois, hanya memikirkan citra papa tanpa memperdulikan aku yang selama ini menderita. Kenapa papa tidak membiarkan saja aku mati daripada aku hidup dan menjadi boneka yang hidup dalam kendali orang lain."
"Aku sudah tahu semuanya pa, jangan lagi menutupi kesalahan papa dariku, aku tak bisa membalas rasa sakit ku pada papa, tapi aku bisa melakukan kepada yang lain, Jangan pernah halangi aku melakukan apapun untuk membalas semuanya." Kelvin pun bangkit berdiri dan pergi setelah berhasil menakuti ibu tirinya dan juga mengancam papa kandungannya sendiri.
Tiba-tiba ponsel Kelvin menerima pesan gambar dari nomor tak di kenal dan terlihat sangat jelas itu adalah Sonia yang sedang tak berdaya.
Kelvin meremas ponselnya menahan kemarahannya, "Kalian memang ingin bermain-main denganku, baiklah, akan aku layani permainan kalian, tapi jika terjadi sesuatu pada Sonia aku pastikan kalian tak akan bisa bernafas lagi." gumam Kelvin sebelum ia menghubungi akas untuk menyiapkan anak buahnya, untuk menyelamatkan Sonia.
****Rumah penyekapan****
"Bagaimana? apa dia akan datang?" tanya Marcel pada Andra yang masih mengawasi Sonia yang tengah tak berdaya di kursi.
"Aku yakin dia pasti datang, jika dia membiarkan wanita ini, aku masih ada dua target lagi untuk di jadikan umpan, dan ini pasti akan berhasil." jawab Andra.
"Kamu memang hebat, tidak sia-sia aku menjadikan kamu orang kepercayaanku. Jika ini berhasil aku pastikan memberimu posisi terbaik di perusahaan."
"Terimakasih, aku tidak salah mendukungmu, walaupun Kelvin teman masa kecilku, aku tak perduli lagi, karena dia tak bisa memberikan apa yang aku inginkan dari dulu. Aku temannya bukan pelayannya. Aku tidak seperti Akas yang selalu setia menjadi budak Kelvin."
Marcel menyeringai mendengar pengakuan Andra,"Kamu memang bodoh Andra. Mana mungkin Kelvin percaya padamu, sedangkan kamu sudah berulangkali mengecewakan kepercayannya. Jangan pernah mimpi mendapatkan apapun dariku, bagiku kamu sama saja dengan budak yang bodoh."Gumam Marcel dengan pikiran liciknya.
Sedangkan Andra, terlihat begitu senang dengan janji yang di ucapkan Marcel tanpa dia sadari, Marcel hanya ingin memanfaatkan dirinya dan mengadu domba dengan ke-dua Sabahat nya yaitu Kelvin dan Akas.
Makasih sudah mampir, jangan lupa tinggalkan jejak LIKE 👍 komen 📝 hadiah 🎁 vote 🔖 favorit ❤️ di tunggu.