OB Milyader ( Menantu Sampah)

OB Milyader ( Menantu Sampah)
Menjaga hati


Hampir satu jam Kelvin tak kunjung sadar. Klara begitu cemas, bahkan dokter pun tak kunjung datang.


Sonia yang mendengar kondisi Kelvin segera kembali dari kantor untuk melihat kondisi Kelvin.


"Gimana kondisi pak Kelvin? kenapa dia bisa pingsan? apa yang terjadi?" Sonia mencecar pertanyaan pada Klara.


"Pak bangun, jangan buat saya jadi kuatir." Sonia menggenggam tangan Kelvin dan berusaha membangunkan.


Klara yang cemburu pun menarik tangan Sonia dan menjauhkan Sonia dari suaminya.


"Apa-apaan kamu Klara?" tanya Sonia yang terkejut dengan sikap Klara.


"Jangan dekat-dekat dengan mas kelvin, dia itu suamiku, kamu harus sadar diri, sampai kapanpun mas Kelvin tidak akan tertarik padamu." ucap Klara dengan kasar pada sonia karena terbakar api cemburu.


Sonia membalas perlakuan Klara dengan mendorong tubuhnya, "Jika bukan karena kamu yang menjebak pak Kelvin, aku pasti sudah nikah dengannya. Kamu disini orang baru, seharusnya kamu sadar diri, belum tentu pak Kelvin benar-benar mencintaimu." saut Sonia yang terbawa emosi.


Keduanya pun adu mulut sampai tak menyadari kehadiran Aura dan juga dokter yang di panggil.


"Cukup, apa yang kalian lakukan, kenapa kalian malah bertengkar di saat kak Kelvin sedang tidak berdaya." Amuk Aura dan mengusir Klara dan Sonia keluar kamar.


Dokter pun memeriksa kondisi Kelvin dan memberikan obat untuk diminum saat sudah sadar.


Setelah dokter pergi, Klara dan Sonia langsung bertanya pada Aura, "Gimana keadaannya?" tanya keduanya serempak.


"Kak Kelvin baik-baik saja, dia hanya kelelahan saja. Klara, obat dari dokter aku letakkan di meja, jika mas Kelvin bangun, suruh minum obatnya."


"Biarkan aku yang menjaganya. Aku tak yakin Klara bisa mengurus pak Kelvin." Saut Sonia.


"Kamu, sudah aku katakan mas Kelvin itu suamiku, dan sampai kapanpun aku tak akan membiarkan kamu mendekati suamiku, lebih baik kamu pergi dari sini, atau aku yang akan meminta mas Kelvin yang mengusirmu."


"Kamu..."


"Sudah kak Sonia, jangan bertengkar lagi. Lebih baik kakak pergi dari kamar kak Kelvin, biar Klara yang mengurusnya." Aura menahan Sonia agar tidak masuk dan segera saja Klara mengunci pintunya.


Dengan kesal, Sonia pergi meninggalkan Aura yang sudah menahannya hingga dirinya tidak bisa masuk.


Tak lama, Kelvin mulai bangun dan terbatuk. Klara langsung mengambilkan air minum dan membantu Kelvin untuk minum.


"Mas, kenapa mas bisa pingsan? aku benar-benar kuatir sekali." Tanya Klara sambil membantu Kelvin yang ingin duduk bersandar.


" Aku tidak papa, aku hanya kelelahan saja, Kamu gak usah kuatir." Jawab Kelvin sambil membelai lembut pipinya.


"Bagaimana aku tak kuatir, laki-laki segagah mas bisa ambruk begitu saja, untung tak sampai kejedot kursi, kan bisa tambah fatal." omel Klara karena kuatir pada suaminya.


"Jam berapa sekarang?" bukan menjawab Omelan Klara Kelvin malah menanyakan jam.


"Kok malah nanya jam. Sekarang pukul lima sore, memangnya kenapa nanya jam?" saut Klara dengan ketus sambil memberikan obat untuk diminum kelvin.


"Apa kamu lupa, malam ini pesta pernikahan Akas, tak mungkin aku sampai melewatkannya. "


"Mana mungkin aku bisa melewatkan hari bahagia sahabatku. Jangan pikirkan kondisiku, aku baik-baik saja. "


"Kau terlalu menjaga hati orang lain mas, Selalu memikirkan perasaan mereka. Sedangkan orang lain belum tentu bisa bersikap sama dengan yang mas lakukan." gerutu Klara sekaligus menyindir.


"Biarkan mereka tersenyum bahagia dengan perbutan baik ku, karena Itu lebih berharga daripada membuatnya menangis karena ku, itu juga menyakiti hatiku."


"Jika mas bisa menjaga hati orang lain, apa kah mas bisa menjaga hatiku, agar tak ada air mata yang menetes karenamu."


"Aku akan berusaha, agar kau bisa tersenyum seperti bunga mawar yang sedang mekar, aku akan menjadi duri yang akan menjagamu."


"Baiklah, aku tidak bisa membujuk mas lagi, Setiap kata-kata mas Kelvin selalu bisa meluluhkan hatiku. Sekarang istirahatlah masih ada waktu untuk memulihkan tenaga mas, sebelum menghadiri undangan Akas."


Belum saja keduanya selesai berdebat, spam pesan singkat sudah di kirim Akas, tak hanya puluhan jika dihitung bisa di atas seratus pesan singkat dengan isi yang sama, menunggu kedatangan Kelvin dan istri.


"Lihatlah Klara. bagaimana aku bisa tidak menghadiri pestanya, sedangkan dia sangat mengharapkan kedatanganku." Kelvin menunjukkan pesan singkat yang dikirim Akas membuat Klara hanya geleng-geleng kepala.


Dengan mengenakan pakaian dengan konsep gold, Klara terlihat begitu cantik dan terlihat sempurna di mata Kelvin. Sonia dan Aura yang mengenakan pakaian dengan warna yang sama sesuai dengan konsep yang di usung Akas dan Maya di acara resepsinya.


Sesampainya di hotel tempat resepsi di adakan, nampak kehadiran Arumi, Riska, dan juga Siska. Mereka hadir atas undangan Maya.


Untuk kali pertamanya Klara menghadiri pesta sebagai nyonya Kelvin Casandro, nama keluarga yang sekarang juga melekat pada diri Klara.


Kelvin melingkarkan tangannya di pinggang Klara yang ramping, menunjukkan kepada semua wanita yang menyukainya bahwa ia sudah memilih wanita pilihan hati.


"Mas, kenapa mereka memperhatikan kita?" tanya Klara dengan polosnya dan merasa risih dengan tatapan para wanita muda.


"Biarkan saja, mereka hanya iri padamu." bisik Kelvin agar Klara tetap percaya diri.


Akas secara langsung menyambut sendiri kedatangan Kelvin yang paling ditunggu-tunggu.


"Selamat datang Kelvin, aku merasa lega, akhirnya kamu bisa datang juga." Akas langsung memeluk Kelvin yang sudah beberapa hari tidak bertemu.


"Oya, selamat datang juga Klara, mungkin ini adalah kali pertama kamu datang bersama dengan Kelvin." goda Akas sambil terkekeh.


Di kejauhan, Sonia yang sedang berdiri seorang diri sambil memegang segelas minuman, tiba-tiba terkejut saat seseorang dengan sengaja meletakkan kedua tangannya di pinggang Sonia dari belakang. Ia pun berbisik di telinga Sonia dengan suara khasnya, "Apa kabar sayang, aku sangat merindukanmu. Malam ini kamu begitu cantik."


"Siapa kamu?" tanya Sonia yang ketakutan, karena tak bisa melihat wajah lelaki tersebut yang berada tepat di belakangnya.


"Kamu jahat sekali sayang, saat aku kembali kamu sudah melupakan aku, bahkan suaraku pun tak kau ingat." Laki-laki itu membalikkan tubuh Sonia hingga keduanya saling bertatapan dan laki-laki itu tersenyum.


"Kau..."


_TBC...


✔️jangan lupa tinggalkan jejak.