OB Milyader ( Menantu Sampah)

OB Milyader ( Menantu Sampah)
Trauma


Hancur, begitu hancur perasaan Kelvin yang telah gagal menjadi seorang kakak. Kelvin menyalahkan dirinya sendiri yang tak bisa melindungi adiknya sehingga sesuatu yang buruk terjadi padanya seperti yang ditakutkan Kelvin.


Lalu apa? apa yang harus dilakukan sebagai seorang kakak yang melihat adiknya yang sedang terbaring tak berdaya. Apakah harus menyalakannya karena tak mendengar nasehatnya? tidak Kelvin hanya ingin berusaha menjadi seorang kakak yang kuat dan harus bisa membangkitkan adiknya bahwa semuanya akan baik-baik saja.


Kelvin menggenggam tangan Aura yang belum sadarkan diri dan juga mengusap pucuk rambutnya.


"Kamu harus kuat sayang, kakak yakin kamu bisa melewati ini semua." Kelvin terus menggenggam tangan Aura dan tak ingin melepaskannya walau sedetik saja. Penyesalan masih terus menyelimuti perasaan Kelvin.


Akas dan juga Reza masih menemani Kelvin,


"Apa hubungan gadis itu dengan Kelvin?" tanya Reza pada Akas yang berdiri agak jauh dari Kelvin.


"Dia adiknya Kelvin." jawab singkat Akas Sambil menoleh kearah Reza, laki-laki yang masih tak disukai Akas.


"Sejak kapan dia punya adik? setahuku sampai Tante Kartika meninggal Kelvin masih jadi anak tunggal." Reza benar-benar ketinggalan informasi tentang keluarga Kelvin.


"Sejak, Kelvin bertemu dengan papa kandungnya." lalu pergi begitu saja meninggalkan Reza.


Jemari Aura mulai bergerak, dan perlahan membuka matanya, Aura menatap wajah Kelvin yang kusut, karena begitu lelah. Air mata langsung lolos begitu saya lewat sudut mata Aura.


"Kak... aku..." panggil Aura, yang begitu tertekan dan trauma.


Hhhuuussstttt!!!


"Jangan katakan apapun, dan kakak tak akan bertanya dan menyalahkan, kakak yakin kamu bisa melewati ini semua, kakak janji akan menemani kamu menghadapi ini semua, jangan pernah berfikir yang tidak-tidak oke, kamu pasti bisa melewatinya." Kelvin membelai rambut Aura dengan lembut.


"Kak, dia jahat. Dia benar-benar jahat, tega menghancurkan masa depan Aura. Aura bodoh kak, Aura gak mau mendengarkan nasehat kakak." Aura kembali menangis sejadinya.


"Tenang sayang, kakak akan mengurus semua laki-laki bejat itu, mereka semua akan mendapatkan balasannya. Kamu harus tenang ya."


Dokter yang menangani Aura memberitahukan, jika kondisi Aura secara fisik tidak terlalu parah namun kondisi mentalnya terganggu, akibat trauma yang di alami membuat Aura akan mengalami depresi dan akan mengalami ketidakpercayaan kepada orang disekitarnya. Dokter juga menyarankan agar Aura di bawa ke spikiater agar mentalnya bisa di sembuhkan.


*****


Beberapa hari berlalu, Aura mengalami trauma yang berat. Klara selalu ketakutan dan tak ada orang yang di percayanya dan semua diagagapnya jahat. Hanya Kelvin satu-satunya orang yang dipercaya yang melindungi dirinya. Kelvin terus merawat dan menyayangi Aura dan tak membiarkan dia terus-menerus merasa bersalah karena melawan nasehatnya.


Kabar mengenai Aura sudah sampai ke telinga Casandro. Namun Casandro meminta agar semuanya menutupi kabar tersebut dari Alexo karena kondisinya yang tak memungkinkan untuk mendapatkan kabar buruk dan bisa memperburuk kondisi Alexo.


Kelvin pun tak tinggal diam, ia mencarikan spikiater terbaik untuk memulihkan kondisi stres pasca trauma yang di alami Aura, agar adiknya itu bisa kembali hidup normal dan semuanya akan baik-baik saja.


******


Kelvin terpaksa meninggalkan Aura di rumah bersama bi Lily karena harus menghadiri rapat penting sedangkan Aura sedang melaksanakan ujian sekolahnya.


"Bi, tolong jaga baik-baik Aura. jika terjadi sesuatu atau dia melakukan sesuatu yang tak terkendali segera kabari." pesan Kelvin sebelum berangkat bekerja.


"Mas tunggu..." panggil Klara yang sudah siap dengan seragam SMA, menuruni anak tangga dengan cepat.


"Bagaimana mas, apa aku masih cocok pakai seragam ini?" tanya Klara sambil memutar badannya.


"Ah, mungkin teman-temanku pada kaget dengan penampilanku sekarang."


Kelvin dan Klara pun pergi meninggalkan Aura di rumah.


"Mas, apa mas gak kuatir dinggalin Aura di rumah tanpa pengawasan, aku gak yakin bibi sanggup mengawasi Aura." tanya Klara.


"Aku tidak bisa terus menerus menjaganya, pekerjaanku juga menuntutku, kamu gak usah kuatir, aku sudah mempekerjakan seseorang untuk menjaganya. Kamu fokus saja ujian dan tunjukkan nilai terbaikmu." saut Kelvin sambil mengacak rambut istrinya dengan gemas.


Seorang lelaki datang dengan membawa tas ransel dan berpakaian sederhana datang ke rumah Kelvin.


"Maaf anda siapa? sedang mencari Siapa?" tanya bi Lily saat membukakan pintu untuk pria tersebut.


"Saya datang kemari untuk bekerja, ini benarkan rumahnya pak Kelvin."


"Ooohhh, bekerja di bagian apa? kok pak Kelvin gak ada berpesan." tanya Bi lily yang belum yakin.


Tiba-tiba terdengar teriakan Aura yang membuat terkejut bi Lily dan mendapati Aura berlari mengambil pisau dan menodongkan ke arah Laki-laki tersebut yang mengira dia adalah laki-laki yang sudah menodainya.


"Pembunuh, kamu harus mati." teriak Aura lalu mendekati Kiki dan ingin membunuhnya.


Kiki terus menghindar setiap Aura menyerang sedangkan bi Lily ganti yang teriak-teriak melihat apa yang di lakukan Aura yang terus menyerang Kiki.


Kiki yang sudah mendapat penjelasan mengenai kondisi Aura, tak terkejut dengan sikap yang ditunjukkannya.


"Non dengar! aku ini bukan orang jahat, aku datang kemari atas perintah pak Kelvin." jelas Kiki, seketika Aura berhenti setelah nama Kelvin di sebut lalu melepaskan pisau dari tangannya.


"Tidak, apa yang sudah aku lakukan, kakak pasti marah. Aku tidak melakukan apa-apa kak, jangan marah padaku."Ucap Aura terus menerus sambil berlari kembali ke kamarnya.


Di sekolah, Klara begitu semangat mengikuti ujian dengan bekal yang sudah di pelajari dan di ajari Kelvin, ia pun dengan segera bisa menyelesaikan soal ujian.


Saat hendak keluar dari ruangan, tiba-tiba saja rasa mual bergejolak, Klara dengan buru-buru segera ke toilet, ingin sekali muntah namun sangat sulit mengeluarkannya.


"Apa yang terjadi, kenapa aku sangat mual sekali, padahal aku tadi sarapan dan tidak punya riwayat lambung" gumam Klara dengan wajah yang terlihat pucat.


Klara duduk merenung di bangku tempat menunggu jemputan sambil *******-***** tali tas yang ada di pangkuannya.


"Apa mungkin aku hamil? masa secepat itu aku bisa hamil?" Klara terus-menerus bertanya pada dirinya sendiri sampai tak menyadari Kelvin sudah datang menjemput.


"Klara, Klara kamu kenapa? apa kamu sakit? wajahmu sangat pucat." tanya Kelvin yang mengejutkan Klara.


"Mas Kelvin, sejak kapan mas datang?" jawab Klara dengan gugup karena terkejut.


"Aku sedari tadi sudah memanggilmu. Kamu Kenapa? apa kamu sakit? lihatlah wajahmu terlihat pucat."


"Aku gak papa mas, Ayo pulang, aku sangat lelah." Klara menarik tangan Kelvin dan mengajaknya segera pulang.


_TBC


...Ada yang tahu siapa Kiki itu? dia pernah muncul di salah satu novel author....


jangan lupa tinggalkan jejak