
Kelvin menyandarkan punggungnya di sandaran kursi, merilekskan tubuh dan pikirannya, setelah disibukkan oleh pekerjaan kantor.
Ketukan pintu menyadarkan Kelvin untuk kembali fokus bekerja.
"Selamat siang pak. Maaf mengganggu, saya hanya mengingatkan sebentar lagi bapak ada jadwal untuk kunjungan di perusahaan ekor group." Ucap seorang wanita yang mengantikan posisi Sonia selama Sonia belum bisa kembali bekerja.
"Ekor grup. Aaahhh aku hampir melupakannya. Sebentar lagi kita berangkat." Mendengar nama Ekor grup Kelvin kembali teringat bagaimana dendamnya Kelvin pada keluarga Santoso dan membuatnya mengambil alih perusahaan dengan memegang kendali delapan puluh persen saham perusahaan sedangkan kelurga Santoso masih memiliki dua puluh Puluh persen dari perusahaan yang sudah didirikannya puluhan tahun.
Kehidupan mantan mertua Kelvin saat ini berada di bawah kendalinya. Tinggal mengeluarkan sepatah kata sudah bisa menghancurkan keluarga Santoso dan membuatnya miskin.
Kini perusahaan Ekor grup di pimpin oleh Arumi yang menjadi direktur atas persetujuan Kelvin dan ketiga kakaknya menduduki posisi yang lebih rendah. Semua sudah di atur Kelvin, jika mereka tidak setuju, maka semuanya harus angkat kaki dari perusahaan.
Sekitar pukul dua siang Kelvin dan beberapa staf dari perusahaan induk datang untuk menghadiri rapat penting mengenai perkembangan ekor group
Semua karyawan Ekor grup memberi hormat saat Kelvin datang dan kehadirannya pun di sambut langsung Arumi dan beberapa staf lainnya.
"Selama datang pak Kelvin." sapa Arumi dan mereka semua segera menuju ke ruang rapat yang sudah di siapkan. Arumi duduk di samping Kelvin dan keduanya sama-sama profesional dalam bekerja tidak menyangkut pautkan dengan masa lalu.
Butuh waktu satu jam lebih untuk menyelesaikan rapat dan Kelvin cukup puas dengan kinerja Arumi yang profesional dalam pengembangan perusahaan tanpa memikirkan jika pemilik perusahaan adalah mantan suaminya.
Saat di dalam lift tiba-tiba saja kelapanya pusing, karena terlalu banyak pekerjaan dan juga sedikit stres, hingga membuat pandangannya sedikit kabur.
"Kau tidak papa mas?" tanya Arumi yang menyadari Kelvin sedikit goyah dari posisinya berdiri.
"Aku tidak papa, hanya pusing saja." Jawab Kelvin sambil memijat pelipisnya.
"Lebih baik istirahat dulu di ruangan saja, sebelum pulang dan saya ingin bicara sebentar dengan mas Kelvin."
Kelvin menoleh kearah yang lainnya dan berfikir sejenak, "Kalian, pulang saja duluan aku masih ingin bicara dengan nona Arumi." perintah Kelvin pada stafnya saat pintu lift terbuka. Mereka pun pergi duluan dan meninggalkan Kelvin.
"Mari mas keruangan." Ajak Arumi dan Kelvin mengikuti.
Sesampainya di ruangan Kelvin langsung duduk di sofa dan menyandarkan punggungnya di sandaran sofa, menengadahkan kepalanya dengan mata terpejam untuk mengurangi rasa sakit di kepalanya.
Arumi membawakan segelas air putih dan obat sakit kepala dan meletakkannya di meja depan Kelvin. "Diminum dulu obatnya baru istirahat." ucap Arumi dan Kelvin pun segera minum obat tersebut.
"Apa yang ingin kamu bicarakan denganku. Katakan. Jika masalah posisi ketiga kakakmu, maaf aku tidak ingin membicarakannya."
"Bukan masalah kakak, tapi masalah Ayana."
"Ayana? ada apa lagi dengannya?"
"Kenapa mas? kenapa mas gak pernah bilang padaku dengan jujur, bahwa operasi mata Ayana itu semua mas yang biayai dan mas yang mencarikan donor mata untuknya. Kenapa mas terus menumpuk rasa bersalahku pada mu mas. Kau tahu kan jika Ayana bukan anak kandungmu sejak awal, tapi kenapa mas begitu menyayanginya." penyesalan mendalam terlihat jelas dari mata Arumi.
"Tahu dari mana kamu mengenai operasi Ayana? dan kenapa hal yang sudah berlalu masih kau pertanyakan.Walaupun Ayana bukan anak kandungku, Aku tetap sayang padanya. Aku yang menafkahinya dari sejak dia dalam kandungan dan sampai sekarang. Apa itu masalah?"
"Apa mas? mas Kelvin sudah menikah?"
"Ya, dan istriku seribu kali lebih baik dan lebih pengertian daripada kamu. Mulai sekarang anggap saja aku tak pernah hadir dalam kehidupanmu."
Kelvin pun bangkit berdiri dan meninggalkan Arumi. Mengabaikan panggilan darinya dan segera meninggalkan perusahaan ekor grup. Setiap Kelvin bertemu dengan Arumi emosinya selalu meluap-luap, ia selalu teringat dengan semua perjuangannya yang tak pernah di hargai, dan kini Kelvin sudah berjanji pada dirinya akan berusaha menyayangi istrinya karena tak ingin kegagalan terulang lagi.
Kelvin segera pulang masih ada satu masalah lagi yang harus ia selesaikan sebelum ia memberi kejutan pada istrinya itu.
Sesampainya di mansion, Kelvin langsung Ingin mengintrogasi Aura yang diketahui kelvin pergi bersama seorang laki-laki.
"Aura dimana kamu? cepat kemari kakak ingin bicara padamu." teriak Kelvin dan semua orang yang ada di dalam rumah pun keluar.
"Mas Kelvin, ada apa mas? kenapa mas datang langsung teriak-teriak." tanya Klara yang menghampiri.
"Ada apa kak? kenapa datang-datang langsung ingin marah padaku? apa yang terjadi kak?" tanya Aura.
"Siapa laki-laki itu. Kakak sudah pernah bilang padaku selama kamu tinggal bersamanya kakak kamu adalah tanggung jawab kakak, dan kakak tidak mengizinkan kamu untuk menjalan hubungan dengan laki-laki tanpa sepengetahuan kakak."
"Kakak tidak ada hak mengatur kehidupanku. Aku dekat dengan siapapun itu hak aku. Aku yang menjalani kehidupan ku bukan kakak."
"Aku melakukan ini karena ayahmu menitipkan kamu padaku. Aku memiliki tanggung jawab besar untuk menjagamu, jika terjadi sesuatu padamu siapa yang akan di salahkan? aku sebagai kakakmu."
"Jadi selama ini kehadiranku hanya menjadi bebanmu saja kak. Sekarang aku tahu, jika kakak tak pernah ikhlas menerima aku sebagai adik. Baiklah kalau begitu aku sekarang paham. Setelah ayah kembali aku akan pergi dari sini."Aura segera kembali ke kamarnya dengan menangis.
"Aura, bukan begitu maksud kakak, dengarkan penjelasan kakak." Ucap Kelvin mencoba untuk menjelaskan kesalahan pahaman.
"Mas, sudahlah. Nanti biar aku bantu bicara dengan Aura, mas jangan emosi." Klara berusaha menenangkan suaminya.
"Bagaimana kau harus bersikap pada Aura. Aku hanya ingin menjaganya. Aku tak ingin sesuatu yang buruk terjadi padanya, dia adik satu-satunya yang aku miliki dan aku ingin benar-benar menjaganya." Kelvin bingung bagaimana harus bersikap pada adiknya sekarang, setelah apa yang dia katakan barusan, membuatnya langsung menyesal karena gegabah dalam bersikap.
_TBC
...Eeeemmm kira-kira kejutan apa yang akan di berikan Kelvin untuk istrinya ya??...
✔️ jangan lupa tinggalkan jejak
✔️👍🎁📝🔖❤️💙 selalu di tunggu 🙏🙏🙏
✔️ update setiap malam hari.
...Buat semua readers, terimakasih sudah membaca karya receh ini dan sudah baik hati menegur typo yang masih bertebaran. Next akan saya perbaiki pelan-pelan dan akan saya cek kembali setiap babnya. Terkadang typo terjadi bukan kelalahan jari kadang hasil ketikan bisa berubah sendiri. terimakasih atas pengertiannya....