
Setelah sah menjadi istri Kelvin, Klara langsung dibawa Kelvin ke mansion miliknya. Sebelum pergi Kelvin sempat memperingatkan Rudi.
"Dengarkan aku, sekarang aku telah mempersunting keponakanmu dan dia sekarang sudah sah menjadi milikku, Aku akan membatasinya untuk bertemu dengan kalian, karena aku sudah melihat bagaimana Kalian memperlakukan Klara."
"Tapi dia masih keponakanku."
"Aku tahu itu, aku tidak memutus hubungan kalian, aku hanya akan membatasinya saja. Sekarang aku akan membawanya pergi bersamaku" Kelvin menarik tangan Klara untuk pergi.
"Tunggu sebentar om, aku ingin bicara pada mereka sebentar saja." Ucap Klara menghentikan langkah Kelvin.
"Baik, aku beri waktu lima menit."
"Paman, bibi. Maafkan aku, gara-gara aku semuanya jadi kacau, sekarang aku sudah menjadi istri Om Kelvin dan aku akan tinggal bersamanya, sebelum aku pergi, bisakah kalian memaafkan aku jika selama ini aku selalu bersikap keterlaluan pada kalian." Klara memeluk paman dan bibinya bersamaan.
"Maafkan kami juga nak, kami khilaf dengan perbuatan kami. Semoga kalian bisa hidup bahagia."
Akhirnya Klara pun melepas paman dan bibinya lalu pergi bersama dengan Kelvin.
Karena pernikahan dadakan dan keduanya sebelumnya tidak saling mengenal, membuat Klara menjadi canggung dan malu-malu sangat berbeda dengan sikapnya saat pertama kali bertemu, sedangkan Kelvin nampak biasa dan tak menunjukkan ekspresi apapun.
Tak lama kemudian tibalah mereka di mansion, Klara merasa takjub melihat tepat kediaman Kelvin.
"Ya Tuhan, ternyata om Kelvin kaya raya, pantas aja enam ratus juta bisa dia keluarkan dengan mudah." Gumam Klara yang baru menyadari jikalau suaminya orang yang sangat kaya.
"Mau masuk atau tetap berdiri di sini." tegur Kelvin yang membuat Klara terkejut, lalu mengikuti Kelvin masuk ke dalam.
Salah satu pelayan membukakan pintu dan langsung menyapa majikannya. Akas masuk paling belakang sambil membawakan koper Klara.
"Kau sungguh keterlaluan Vin, kenapa memutuskan menikah seperti orang dikejar-kejar rentenir, Apa sudah gak sabar mau belah apel." Akas nampak kesal karena pernikahannya di dahului Kelvin.
"Yang menikah aku, kenapa kamu yang kesal, toh kamu juga Minggu depan bakal menikah, bahkan sangat mewah."
"Ngomong-ngomong mewah, setelah ini kamu mau gelar pesta pernikahan atau tidak?" tanya Akas.
Kelvin melirik Klara yang sedari tadi masih mematung di samping Kelvin.
"Tuan, nona ini siapa?" tanya Lili salah satu pelayan kepercayaan Kelvin.
"Tanya padanya sendiri, aku ingin istirahat, antarkan Kompres buatku, sepertinya luka dan memar di tubuhku sudah mulai terasa sakit." Kelvin pergi menuju kamar dan mengabaikan Klara yang memperhatikan dirinya pergi ke kamar.
"Baik tuan." Saut Lili dan segera mengambil kompresan dan menyerahkannya pada Klara.
"Klara, kenapa kamu masih di situ, sana urus suamimu yang terluka itu dan sekalian di kompres." suruh Akas lalu meninggalkannya juga.
"Iya baiklah."
Klara pun menyusul Kelvin ke kamar sambil membawa koper sekaligus kompresan. Sesampainya dalam kamar, Klara mencari sosok Kelvin yang tidak di temukan keberadaannya, ia pun mengedarkan pandangannya ke seluruh karmar sebelum berhenti pada sosok yang tengah berdiri di ambang pintu kamar mandi dengan telanj*ng dada dengan handuk yang melilit di pinggang.
Buru-buru Klara menutup wajahnya dengan tangan. Ini adalah kali pertamanya Klara melihat seorang laki-laki tanpa pakaian di depan matanya.
"Om mesum, kenapa gak pakai baju." ucap Klara tiba-tiba.
"Kenapa kamu menutup wajahmu? bukankah kamu minta aku bertanggung jawab. Aku akan melakukan itu setelah aku menodaimu malam Ini." Senyum menyeringai terukir di bibir Kelvin, lalu menghampiri Klara yang masih malu-malu.
"Berikan kompres itu padaku." Ucap Kelvin membuat Klara langsung salah tingkah.
"Apa...!! Oh, kompres ya. Ini dia kompresnya." Klara menyerahkannya dengan gugup.
"Astaga, aku kira om Kelvin mau ngapa-ngapain, aaahhh, aku jadi malu sendiri." gumam Klara dan memilih membersihkan diri ke kamar mandi.
Kelvin mengompres memarnya yang mulai membiru, di depan cermin, "Kenapa aku bisa senekat ini buat nolongin dia, apa kamu ingin menjadi pahlawan kesiangan atau mencari kesempatan buat nikahin bocah." Kelvin menggerutu pada dirinya sendiri.
"Om..." panggil Klara saat keluar dari kamar mandi.
"Dari tadi kamu selalu memanggilku om, apa aku ini om kamu." Protes Kelvin yang merasa risih selalu dipanggil om oleh istrinya sendiri.
"Maaf, lalu aku harus panggil bagaimana? eeemmm panggil mas aja ya enaknya." Kelvin hanya menggelengkan kepalanya dengan istri barunya, dia yang bertanya dia juga yang menjawab.
Terdengar pintu kamar di ketuk oleh salah satu pelayan, "Tuan makan malamnya sudah siap, yang lain sudah menunggu" ucap bi Lili.
"Baiklah, sebentar lagi kami turun." Saut Kelvin.
***Di meja makan****
"Aura, sekarang kamu punya keluarga baru." ucap Akas.
"Keluarga baru? memangnya siapa yang datang? aku gak tahu kalau kak Kelvin masih punya Keluarga yang lain."
"Dia anggota keluarga baru yang di bawa Kelvin ke rumah ini. Kalian sih dari mana saja, jadi gak bisa menyambut istri baru Kelvin."
"Istri!!!" jawab serentak Aura dan Sonia.
"Iya, Kelvin sudah menikah sore tadi, dan langsung bawa Istrinya pulang. Aaahhh nanti kalian sendiri saja yang tanya langsung pada Kelvin, aku sendiri saja terkejut dengan keputusannya."
"Apa... pak Kelvin sudah menikah, lalu dengan siapa dia menikah? kenapa secepat ini, pak Kelvin memupuskan harapanku. Aku pikir selama ini pak Kelvin juga ada rasa denganku, ternyata aku salah. Selama ini ternyata cintaku hanya bertepuk sebelah tangan." Wajah Kecewa Sonia nampak dengan jelas walaupun dia sendiri belum mendengar langsung dari Kelvin.
Tak lama kemudian Kelvin menuruni anak tangga bersama Klara dan menuju meja makan. Klara duduk berhadapan dengan Sonia.
"Vin, sepertinya kedua wanitamu ini butuh penjelasan, atas pernikahanmu dengan Klara secara mendadak dan aku juga masih belum paham yang terjadi sebenarnya." ucap Akas, Kelvin melirik ke arah Sonia dan Aura.
"Apa yang perlu aku jelaskan. Ini kehidupanku dan ini pilihanku, kalian tinggal terima Klara menjadi bagian dari kalian itu sudah cukup." Jawab Kelvin dan memilih segera makan malam daripada menjelaskan kepada mereka.
Klara sendiri masih asing dengan Aura dan juga Sonia, Bahkan Kelvin tak menjelaskan padanya.
"Apa benar mas Kelvin punya tiga istri dan kedua wanita yang ada ini merupakan kedua istri mas Kelvin, lalu dimana yang satu lagi, kok aku tidak melihatnya. Aku harap ketiga istri mas Kelvin bisa menerima aku dalam keluarga ini." ucap Klara dalam hati, dan masih was-was dengan kedua wanita yang sedang duduk bersamanya.
_TBC
βοΈJangan lupa tinggalkan jejak
βοΈπππβ€οΈππ ditunggu
βοΈ Terimakasih sudah mampir πππ