OB Milyader ( Menantu Sampah)

OB Milyader ( Menantu Sampah)
Cemburu


Hujan gerimis mengguyur kota, Klara nampak masih duduk termenung di ruang tamu sambil sesekali menengok pintu menunggu kedatangan Kelvin yang belum kunjung datang.


"Klara, kenapa kamu masih di situ. Apa masih menunggu Kak Kelvin?" tanya Aura sembari menghampiri.


"Apa mas Kelvin biasa pulang larut malam? ini kan sudah pukul sepuluh malam tapi kok belum datang." Klara nampak cemas. Klara trauma dengan masa lalunya, kehilangan kedua orangtuanya untuk selamanya saat ia tak menunggunya.


"Eeemmmm, paling sebentar juga pulang. Aku tidur duluan ya, kalau kiranya sudah ngantuk gak usah di tunggu. Orangnya tetap bisa masuk, kecuali kamu kunci kamarnya." Aura pun kembali ke kamarnya dan meninggalkan Klara yang masih setia menunggu walaupun kantuk sering menyerangnya.


Tak lama pintu utama terbuka dan sosok lelaki yang di tunggu Klara muncul, namun ia kecewa saat mendapati Kelvin sedang membopong Sonia yang tertidur.


Kelvin tak menyapa Klara yang sedang menunggunya dan memilih mengantarkan Sonia ke kamarnya.


Klara menggerutu dalam hatinya. Marah, kecewa, dan ingin menangis yang menyatu menjadi rasa cemburu.


Setelah menutup pintu kamar Sonia, Kelvin baru fokus pada istri kecilnya yang sedang duduk berjongkok dan menundukkan wajahnya.


"Klara, kenapa kamu masih di situ. Cepat kembali ke kamar, hari sudah malam." tegur Kelvin namun tak di jawab dan klara bergeming di posisinya.


Walaupun lelah, Kelvin tak bisa membiarkan istrinya. Ia pun menghampiri dan berdiri di depan Klara.


"Klara... " panggil Kelvin sekali lagi.


"Eeemmm." sautnya lalu menengadahkan wajahnya menatap suaminya dengan mata yang di penuhi air mata namun belum menetes.


"Kamu kenapa?" Tanya Kelvin lagi.


Klara mengulurkan kedua tangannya, "Gendong. Aku ini istrimu, seharusnya hanya aku wanita yang kamu gendong bukan yang lain. Kalau mas gak mau gendong aku akan tetap di sini."


"Apa aku kuat menggendong dirimu."


"Tentu saja kuat, aku lebih kecil di bandingkan dia. Mas gendong dia saja kuat apa lagi aku yang seksi ini."


Kelvin pun mengalah dan mengendong Klara kembali ke kamar," Katakan padaku, apakah mas suka dengan Sonia?" tanya Klara tanpa basa basi dan langsung pada intinya.


"Apa kau cemburu? dia itu sekertaris kantorku dan kedekatan kami hanya sebatas teman dan juga rekan kerja. Apa kau paham."


"Tapi kalau bukan aku yang duluan menikah dengan mas, pasti Sonia yang akan jadi istrimu iya kan. Tapi tak apalah, sekarang aku yang menang." Klara terus berbicara sampai Kelvin melemparkan tubuhnya di atas ranjang.


"Kau kasar sekali mas dengan istri." Kelvin tak menggubris, ia segera membersihkan diri sebelum istirahat.


"Belum tidur juga?" tanya kelvin yang baru keluar dari kamar mandi dan mendapati Klara belum juga tidur.


"Belum. Masih menunggu kelanjutannya."


Ternyata Klara sedari tadi menunggu jawaban dari Kelvin untuk mengizinkan dirinya mengikuti ujian yang akan di selenggarakan Minggu depan.


Klara yang di paksa untuk berhenti sekolah oleh paman dan bibinya, padahal tinggal menunggu ujian kelulusan dan dipaksa menikah dengan laki-laki beristri untuk dijadikan istri ke tiga Bambang.


Kelvin berjanji akan menguruskan sekolahnya agar bisa mengikuti ujian yang sebenar lagi, walau bagaimanapun Kelvin juga masih memikirkan jika semua yang terjadi bukan keinginan Klara sendiri.


"Akas sudah mengurus semuanya, kamu tinggal mengikuti ujian Minggu depan. Sekarang lebih baik kamu tidur hari sudah malam, aku juga sangat leleh."


[Vin, Aku ingin bertemu denganmu. aku tunggu di restoran biasa kita ketemu.]


[Baiklah aku kan segera ke sana.]


"Klara, aku harus pergi sekarang, nanti aku kan sarapan di kantor." Kelvin bergegas pergi, tak memberi celah untuk Klara menahannya.


Sonia yang masih sakit kakinya, izin untuk tidak bekerja terlebih dulu sampai kondisinya membaik.


"Pak Kelvin mau kemana kok buru-buru?" tanya Sonia sambil menuruni anak tangga dengan pelan-pelan.


"Gak tahu. Perhatian amat kamu dengan suamiku. Aku kasih tahu ya, jangan dekat-dekat dengannya, dia sudah jadi milikku dan hanya milikku, sekali lagi kamu merayu suamiku akan ku buat kau jadi perkedel."Dengan ganasnya Klara mengingatkan Sonia dengan statusnya, lalu pergi.


Ketidaksukaan Klara pada Sonia berawal dari Aura yang menceritakan pada klara jika Sonia memiliki rasa dengan suaminya.


"Kenapa dia sangat marah padaku? memangnya salahku apa?" tanya dalam hati Sonia sendiri melihat sikap Klara yang sepertinya membenci dirinya.


Kelvin segera pergi ke restoran tempat dimana seseorang sedang menunggu dirinya. Di meja yang sama seperti terakhir kalinya mereka bertemu bertahun-tahun yang lalu. Seorang lelaki tengah menyeruput secangkir kopi sambil menunggu kedatangannya.


"Kau selalu tepat waktu Vin, aku selalu suka dengan prinsip mu dari dulu. Selalu bisa datang tepat waktu sesuai janji." Ucap lelaki itu.


Kelvin duduk berhadapan dengannya yang di batasi meja bulat di tengahnya.


"Kapan kamu kembali. Aku kira kamu akan menetap di Amerika." tanya Kelvin basa-basi yang sebenarnya sangat malas untuk menemui dirinya.


"Rencana. Tapi setelah aku pikir-pikir aku masih suka di sini." jawabnya dengan santai.


"Oh begitu, aku harap kamu sudah berubah dan tidak nakal seperti dulu."


Reza salah satu teman Kelvin yang sangat di benci Akas dan Andra, karena kenakalannya saat remaja, namun Kelvin diam-diam masih berteman dengannya, karena Reza anak dari teman dekat mamanya dan Mamanya selalu mengingatnya dirinya untuk tetap menganggapnya teman, walaupun prilakunya buruk sekalipun.


Kini Reza sudah menjadi pria sukses dan mampu membangun perusahaannya sendiri dari kerja kerasnya selama ini.


Reza terkekeh mendengar ucapan yang selalu di katakan Kelvin saat dirinya meminta maaf, saat berbuat salah pada Kelvin.


"Aku gak nakal Vin, hanya main-main saja, menggoda wanita sampai baper itu sebuah kepuasan tersendiri lalu memutuskannya seperti memutuskan benang itu sebuah nilai tersendiri." Reza membanggakan apa yang sudah menjadi kebiasaannya yang tak bisa hilang. Menjadi Playboy cap karet yang selalu bisa membuat wanita lengket dan ujung-ujungnya di buangnya.


Setelah selesai berbincang-bincang sebentar, Kelvin segera meninggalkan restoran untuk kembali bekerja. Sedangkan Reza kembali ke apartemen.


Diperjalanan tak sengaja Kelvin melihat seorang gadis yang sangat mirip dengan adiknya tengah berada di sebuah cafe bersama seorang laki-laki yang terlihat aneh dan sepertinya sangat mencurigakan.


"Siapa laki-laki yang bersamaan Aura? kenapa penampilannya begitu mencurigakan dan dia tidak pernah cerita kenal dengan lelaki aneh seperti itu." Gumam Kelvin. Namun saat ingin singgah di cafe tersebut tak ada tempat untuk parkir, akhirnya membuat Kelvin mengurungkan niatnya untuk menghampiri dan berencana untuk menanyakannya saat kembali.


_TBC


✔️ jangan lupa tinggalkan jejak


✔️🎁📝👍🔖❤️💙 di tunggu.


✔️ update setiap malam.