OB Milyader ( Menantu Sampah)

OB Milyader ( Menantu Sampah)
part 66


Klara pergi ke butik RA, dimana Klara akan fitting gaun yang akan di kenakan untuk pesta baby shower.


Kedatangan Klara di sambut langsung oleh Rara, yang merupakan sepupu dari Kelvin.


"Selamat datang Klara, Kelvin sudah mengabari aku belumnya." Sapa Rara, ibu dari tiga anak itu.


Tanpa sengaja gadis manis yang selalu mengikuti mommynya itu menabrak Klara, "Maaf Tante." ucap gadis kecil yang bernama Elina.


"Kamu tidak papa sayang." tanya balik Klara dan Elina pun menggeleng.


" Maafkan putriku, dia memang agak ceroboh. Rafa, raka, kemari nak." panggil Rara dan kedua bocah kembar itu datang menghampiri dan mereka pun menyapa Klara.


Klara pun akhirnya fitting gaun dan langsung di tangani Rara bersama desainer kecil Elina.


******


"Vin, sebenarnya apa tujuanmu, meminta Anita datang kemari, apa kamu tak pikirkan dengan perasaan Klara jika kamu sendiri yang membawanya kemari sedangkan istrimu tidak menginginkan kedatangannya. Aku tak tahu apa yang ada di pikiranmu, kamu seperti ingin memercikkan api dalam hubunganmu sendiri. "Akas yang tak setuju dengan kedatangan Anita ingin tahu alasan Kelvin.


"Karena aku sayang dengan istriku, ada alasan kenapa aku ingin mempertemukan mereka, klara gak bisa egois, cepat atau lambat klara akan membutuhkan Anita, hanya dia keluarga yang di miliki. Kamu tahu karena aku Klara kehilangan kasih sayang orang tuanya, dan sekarang dia adalah istriku sudah kewajibanku menjaga dan memberikan kebahagiaan padanya bahkan menyelamatkan hidupnya."


"Membahagiakan dia. apa kamu pernah tanya, kebahagiaan apa yang dia inginkan. Aku tak menyalahkan kamu jika itu memang baik, tapi Klara tentu punya alasan kenapa dia membenci kakaknya. Vin, aku sebagai sahabatmu hanya bisa menasehati mu dan semua keputusan ada di tanganmu, aku harap apa yang kamu rasa itu yang terbaik aku hanya bisa mendukung." Akas menepuk pundak Kelvin sebelum meninggalkannya.


*****


Sebelum pulang klara makan siang bersama dengan Rara dan ketiga anaknya di salah satu restoran terdekat dari butik.


Tak sengaja, Klara melihat seseorang yang baru saja datang dan duduk di salah satu meja yang tak jauh dari tempat duduk Klara.


Klara tak asing dengannya, karena wajahnya sangat mirip dengan papanya. Anita yang tak sengaja menoleh ke arah Klara langsung mengenali dengan adiknya itu.


"Klara..." panggil Anita saat menghampiri. klara terdiam, tak ada ekspresi apapun yang nampak di wajahnya, Klara memilih memalingkan wajahnya dari pada melihat kakaknya yang berdiri di hadapannya.


"Apa kamu mengenal Klara? duduklah gabung bersama kami." sela Rara yang mengira mereka berteman.


"Terimakasih, saya hanya ingin bicara dengan adik saya sebentar saja." Rara terkejut dan menatap keduanya yang sebenarnya ada kemiripan.


"Oh baiklah, kalau kalian ingin bicara, aku akan pindah ke meja sebelah."


"Gak usah pindah, aku harus pergi sekarang. Jika kalian ingin ngobrol silahkan." Klara berdiri dari kursi dan pergi begitu saja.


Anita mengejar, karena memang Anita ingin bicara dengan Klara, "Klara tunggu... kakak ingin bicara sebentar." Anita berusaha mengejar hingga akhirnya bisa meraih tangan Klara untuk menghentikan langkahnya.


"Klara maafkan kakak, kakak benar-benar menyesal dengan keputusan kakak, jika kakak tahu semuanya akan begini, gak mungkin kakak akan tetap nekat pergi keluar negeri. Maafkan kakak yang tidak mau mendengar kamu, maafkan kakak yang membiarkan kamu menangis."


"Cukup kak, penyesalan kakak sudah tidak ada gunanya lagi. Apa kakak tahu betapa sakit hatinya aku, Kakak mengabaikan aku, saat kakak bersikeras untuk pergi keluar negeri. Gara-gara kakak, mama dan papa pergi menjenguk kakak, seharusnya mereka sudah pulang dari perjalanan bisnis tapi demi menjenguk kakak dan akhirnya apa... mereka tak pernah kembali lagi untuk memelukku dan selama ini kakak kemana, tak pernah menanyakan kabar atau datang menjenguk, kakak sudah melupakan aku kan. Aku ini bukan adikmu, aku ini hanya orang asing bagimu."


"Tidak Klara, kamu tetap adikku, selamanya kamu adalah adikku satu-satunya." Klara menepis Anita yang ingin memeluknya.


"Apa kakak bilang, adik... jika aku ini adikmu, di mana kakak selama ini, di saat aku sekarat dan membutuhkan kakak, apa kakak datang, dengan seribu satu alasan kakak enggan berkorban demi menyelamatkan aku, itu kakak bilang sayang. Aku sudah tidak percaya lagi dengan kakak, dan sampai kapanpun aku tidak akan pernah menganggap aku pernah punya kakak." Dengan tegas Klara menolak untuk memaafkan Anita dan pergi begitu saja meninggalkan Anita yang menangis dan berteriak memanggil nama adiknya.


"Seperti itu kak rasanya, saat kau meninggalkan aku tanpa perasaan hanya mementingkan egomu yang tinggi, sedangkan aku... aku menderita seumur hidupku. Saat ini aku hanya memiliki suamiku yang aku percaya, jika dia mengecewakan aku juga lebih baik aku menutup mata." gumam Klara dan berusaha menahan air mata agar tidak jatuh.


Rara hanya menyaksikan kedua kakak beradik yang bertengkar, "Mommy, kasihan Tante Klara, dia pasti sedih sekali. Mommy, Elina akan kasih sesuatu buat Tante di pesta nanti."


"Elina sayang, kamu boleh kasih hadiah buat Tate klara tapi jangan ikut campur urusan orang dewasa ya sayang." ucap Rara menjelaskan pada putrinya.


"Iya mommy." kerena pun melanjutkan makan siang. Tak lupa Rara menyampaikan apa yang ia lihat pada sepupunya itu.


Mendapat kabar dari Rara pikiran Kelvin langsung kacau, dan semua di luar rencana. Buru-buru Kelvin pergi dari tempatnya bekerja, membuat Akas penasaran dan takut sesuatu terjadi padanya.


"Vin tunggu." Akas langsung masuk kedalam lift sebelum tertutup.


"Ada apa Vin? apa ada sesuatu, sampai kamu begitu tergesa-gesa ingin pergi."


"Gagal sudah rencanaku, istriku sudah bertemu dengan kakaknya dan mereka habis bertengkar."


"Tu kan apa aku bilang, semua pasti ada alasannya, kenapa mereka tak akur." Akas pun malah menyudutkan Kelvin menyalahkan langkahnya yang dengan gegabah dan tanpa pemberitahuan berani mendatangkan kakak dari istrinya.


"Kenapa kamu malah menyudutkan aku, bukannya cari solusi, aku juga mendatangkan Anita juga gak cuma-cuma, ada sesuatu yang harus dia Korbankan untuk adiknya."


"Jadi...jadi kamu juga maksa mendatangkan Anita kemari. Sebenarnya apa sih tujuanmu, setidaknya beri petunjuk agar aku bisa menebaknya."


"Darah..." satu kata keluar dari mulut Kelvin lalu segera pergi setelah lift terbuka.


"Darah??? ada apa dengan darah?... apa ada masalah dengan darah? Atau jangan-jangan, ini bahaya, ini benar-benar bahaya. mereka harus akur kalau begitu, Kelvin harus bisa membuat mereka akur agak tak terjadi salah paham." ucap Akas seorang diri saat sudah paham dengan maksud Kelvin.


_TBC


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


✔️ jangan lupa tinggalkan jejak