OB Milyader ( Menantu Sampah)

OB Milyader ( Menantu Sampah)
siasat 2


Akas yang sudah geram dengan ulah Andra yang sudah berani bermain-main dengan Kelvin. Jika bukan karena Kelvin yang memaksa papanya untuk membiayai sekolah Andra mungkin saat ini dia menjadi seorang gembel.


"Biarkan aku yang mengurus Andra, aku sudah geram dengan kelakuannya, yang tak ada habis-habisnya mengganggu kehidupanmu, apa sih sebenarnya yang dia cari lagi, kamu sudah memberikan dia pekerjaan, rumah untuk tinggal dan bahkan kendaraan itu tak membuatnya bersyukur dan masih menginginkan yang lebih darimu." Akas meluapkan kekesalannya.


"Andra, kali ini dia benar-benar kelewatan batas, aku membiarkannya hidup karena aku ingin memberi kesempatan padanya untuk bisa berubah, tapi sepertinya, kesempatan itu sudah habis." dengan dingin Kelvin bicara.


"Perintahkan anak buahmu untuk menyerangnya, sisakan Andra, aku ingin menghajarnya dengan tanganku sendiri."


Akas segera memerintahkan anak buahnya yang sudah mengambil posisi untuk menyerang.


Setelah sampai di tempat dimana Sonia sedang di sekap, Kelvin di sambut dengan pemandangan yang sudah biasa Kelvin lihat, banyak darah yang berceceran dan juga banyak yang bergeletakan, tapi semuanya tidak mati hanya saja sudah tak berdaya.


"Dimana dia?" tanya Kelvin.


"Ada di dalam tuan, masih menyekap wanita itu."jawab salah satu anak buahnya.


Kelvin mengepalkan kedua tangannya menahan amarahnya, ia segera melangkah masuk ke dalam dan dalam sekali tendang pintu yang dikunci dari dalam pun jebol akibat tendangan yang cukup tenaga.


Andra yang terkejut dan sudah ketakutan karena semua anak buahnya sudah di kalahkan oleh anak buah Akas, Ia menghampiri Sonia dan langsung menodongkan pisau ke leher Sonia.


"Jangan mendekat atau akan aku bunuh dia." dengan suara gemetar Andra terus menodongkan pisau di leher Sonia hingga membuat leher Sonia tergores.


"Bunuh saja kalau kau mau, aku tidak peduli. Dia tidak ada urusannya denganku, walaupun dia mati akupun tak rugi. Ayo lakukan, aku ingin tahu seberapa nyalimu, sampai berani menyiapkan perangkap untukku."


"Lebih baik, kamu menyerah atau aku sendiri yang akan menghabisi kamu. Aku tak perduli lagi kalau kita pernah bersahabat, kau sudah berulang kali menyia-nyiakan kepercayaan yang sudah aku berikan, apa yang kau dapat dengan menyekap Sonia disini? kau pikir aku ini bodoh, bisa dengan mudah masuk perangkap mu."


Diam-diam dari belakang dan tanpa di sadari Andra, Akas memukul Andra hingga dirinya langsung tergeletak di lantai.


"Sudah sangat lama aku menunggu kesepakatan ini, agar bisa menghabisi nyawamu, tapi sayangnya Kelvin tak menginginkan kamu mati."


"Apa yang harus aku lakukan dengan si brengsek ini, dia harus di beri pelajaran."


" Jangan bunuh dia, lebih baik jebloskan saja dia ke penjara, aku ingin dia sadar dengan perbuatannya, walau bagaimanapun dia pernah jadi bagian dari kita."


"Walaupun kau terlihat kejam, tapi sisi baikmu masih selalu ada. Baiklah aku akan membawanya ke kantor polisi, lebih baik kau bawa Sonia ke rumah sakit, kasihan dia sudah tidak berdaya.".


Kelvin pun segera melepaskan ikatan yang mengikat tubuhnya. Sonia yang sudah tak berdaya dibopong Kelvin untuk di bawa ke rumah sakit.


Andra yang sudah sadar pun mulai memberontak, ia tidak ingin dimasukkan kedalam Penjara, "Jangan penjarakan aku Akas, aku tidak ingin di kurung disini, aku minta maaf, aku khilaf, please tolong lepaskan aku. Aku janji tidak akan menggangu kalian lagi, aku akan pergi sejauh mungkin." Andra memohon-mohon pada Akas namun tak di hiraukan Akas sama sekali.


"Lepaskan aku, jangan merengek seperti anak kecil, mana lagi nyalimu, Setelah gagal menjebak Kelvin, jika bukan karena Kelvin yang mencegahku, aku pastikan kamu sudah mati di tangan ku."


"Pak, tahan dia. hukum dia selama mungkin, kerena sudah merencanakan pembunuhan."


****Rumah sakit ****


Sesampainya di rumah sakit, Sonia langsung ditangani untuk mendapatkan pertolongan pertama. Luka memar di wajahnya dan juga goresan pisau di lehernya sudah mendapatkan penanganan, tinggal menunggu kondisi Sonia membaik, setelah mengalami dehidrasi dan juga kelaparan.


Kelvin merasa sedikit bersalah, kerena sonia ikut terlibat dalam masalah yang sama sekali tak ada hubungannya dengan dirinya.


Kelvin terus menunggu sampai Sonia sadar. Bahkan Kelvin sampai tertidur di kursi karena terlalu lelah.


Sonia tiba-tiba saja terbangun, ia sedikit terkejut melihat bosnya yang menjaga dirinya.


"Pak Kelvin, aku tidak menyangka pak Kelvin mau menyelamatkan aku, ternyata dia orang yang sangat baik dan juga perduli, gak salah aku mengaguminya." gumam Sonia sambil senyum-senyum sendiri.


"Kau sudah sadar rupanya." ucap Kelvin tiba-tiba membuat Sonia terkejut.


"Pak Kelvin, i-ya pak, terimakasih sudah menyelamatkan hidup saya, saya pikir saya akan mati di tangan Andra."


"Gadis bodoh, mana mungkin aku membiarkan kamu mati di tangan si brengsek itu. Dia memanfaatkan kamu untuk menjebak ku, dan sekarang dia akan mendekam di penjara dalam waktu cukup lama."


"Lain kali, selalu jaga diri, di manapun kamu berada, tak akan ada yang tahu, bahaya apa yang akan mengintaimu."


"Iya pak, lain kali, aku kan lebih berhati-hati lagi. Sekali lagi terimakasih banyak."


Kelvin hanya mengangguk saja. "Lebih baik kamu sekarang istirahat lagi, aku harus pergi ,besok aku akan menjenguk mu lagi." Kelvin pun meninggalkan Sonia dan berlalu pergi.


Sonia hanya bisa melihat punggung Kelvin saat dirinya ditinggalkan sendirian.


_TBC


Jangan lupa tinggalkan jejak ya!!!!