OB Milyader ( Menantu Sampah)

OB Milyader ( Menantu Sampah)
Bertemu 1


"Mama ... mama..." Kelvin terus mengigau memanggil-manggil mamanya. Sebelum akhirnya ia terbangun mendadak.


Kelvin mengusap wajahnya dengan kedua tangannya, menyadarkannya dari mimpi buruknya.


"Apa pertanda ini, aku tak percaya dengan sebuah mimpi, tapi ini benar-benar seperti nyata. Ma ... apa mama benar-benar belum bisa tenang di sana? hingga wajah mama terlihat begitu sedih. Jika itu bisa membuat mama tenang di sana, aku akan lakukan ma, aku akan menemuinya dan menyampaikan maaf padanya."


Jam di dinding sudah menunjukan pukul satu dini hari, Kelvin terbangun setelah bermimpi bertemu dengan mamanya.


Kelvin pun keluar kamar dan menuju dapur untuk minum, namun saat berbalik dari kulkas kelvin dikejutkan dengan kakeknya.


"Kek,... kakek belum tidur?"


"Kamu sendiri kenapa belum tidur, malah kelayapan di dapur? apa kamu masih demam?" tanya kakeknya yang mengecek suhu dahinya.


"Aku gak papa kek, hanya saja mengalami mimpi buruk mengenai mama." Kelvin duduk di meja makan sambil meletakan sebotol air mineral dingin di atas meja.


Casandro menyusul dengan duduk sebelah kelvin dan menepuk pundaknya.


"Mamamu sudah tenang di sana Kelvin, jangan di pikirkan lagi."


"Kek, apa kakek tahu keberadaan papa kandung Kelvin? aku ingin bertemu dengannya."


"Apa kamu benar-benar ingin bertemu dengannya?"


"Iya kek, aku ingin bertemu dengannya. Ada yang ingin aku katakan padanya."


"Kakek sudah mendapatkan kabar, dia sekarang berada di rumah sakit, sedang sakit parah. Kamu harus menemuinya, takut waktunya tidak akan lama lagi.


"Lebih baik besok kita sama-sama menemui dirinya, bagaimana?"


"Besok? maaf kek, aku besok ada keperluan hanya harus aku selesaikan. Besok kakek duluan saja Kelvin akan menyusul, tinggalkan saja alamat dimana dia di rawat."


"Ohhh, baiklah kalau begitu, kakek kan beritahu alamatnya besok. Lebih baik sekarang kamu istirahat biar besok bisa kembali lagi lebih fit.


Mereka pun memilih untuk melanjutkan istirahatnya dengan kembali ke kamar masing-masing.


Keesokan harinya, hari sudah menunjukan pukul delapan, dengan tergesa-gesa kelvin menuruni anak tangga, "Kek aku harus pergi sekarang, ada urusan yang harus aku kerjakan.


"Akas, jaga kakek dan antar kemanapun kakek ingin pergi."


Kelvin pun segera berangkat tanpa sarapan, untuk menyelesaikan pekerjaannya.


*****Rumah sakit******


Sesuai informasi yang didapat, Casandro pergi bersama Akas menuju rumah sakit tempat Alexo di rawat.


Setelah sampai rumah sakit, Akas langsung ke resepsionis dan bertanya mengenai pasien yang bernama Alexo.


Setelah mendapatkan informasi, Akas dan Casandro menyusuri koridor dan sampai di ruang rawat Alexo.


Sesampainya di ruangan tersebut, kehadiran Casandro di sambut Aura yang tak kenal dengannya.


"Maaf anda siapa?" tanya Aura menghadang Casandro. Aura yang sangat menjaga ayahnya tak membiarkan sembarangan orang masuk di tambah lagi Ayahnya tak memiliki kerabat.


"Kakek ingin menjenguk ayahmu."


"Ada hubungan apa anda dengan ayah saya? dan apakah ayah saya mengenal kakek?"


"Katakan padanya, Casandro ingin bertemu dengannya."


"Anak kecil tidak tahu sopan santun dengan orang tua, main tutup pintu dengan kasar." Ucap Akas dengan kesal dengan sikap Aura.


"Sudah jangan di ambil pusing, tujuanku kesini hanya ingin bertemu dengannya."


"Tapi kek, sikapnya itu seperti gadis gak punya pendidikan."


Tak lama, Aura kembali membuka pintu, "Kek, silahkan masuk, ayah ingin bertemu dengan anda." ucap Aura dan mempersilahkan. Akas ingin ikut masuk namun dihadang Aura dan di dorongnya keluar bersama dengannya.


"Maaf tuan, Ayahku hanya ingin bertemu dengan kakek itu dan anda tidak di izinkan." Ucap Aura sambil melipat kedua tangannya di dada dengan tatapan tak suka, begitu jaga dengan Akas yang merasa jengkel dengan sikap Aura.


"Kamu... Anak kecil..." Akas menghentikan kata umpatan yang hampir keluar dari mulutnya.


Di dalam ruangan, Alexo yang dengan terbaring di ranjang dengan badan yang sudah kurus kering dengan tubuh yang tak terawat. Menatap kedatangan Casandro, laki-laki yang pernah menjadi mertuanya itu.


"Ayah..." panggil Alexo, air mata pun tak terasa mengalir keluar dari sudut mata Alexo, dia malu dengan keadaan dirinya sekarang yang sudah jatuh miskin.


"Gimana kabarmu nak? apa sudah membaik." tanya Casandro dengan lemah lembut. Alexo hanya mengangguk.


"Apa yang sebenarnya terjadi Alexo, kenapa nasibmu jadi seperti ini. Ayah benar-benar terkejut mendengar keadaanmu sekarang yang seperti ini."


"Ayah, aku benar-benar minta maaf, atas khilaf ku pada putrimu, aku benar-benar menyesal yah, tak bisa menjadi suami yang baik dan tega meninggalkannya saat kondisinya tengah hamil anakku."


"Kamu tidak salah Alexo, putriku yang salah, dia tidak bisa melihat dengan mata dan hatinya, berapa kamu mencintainya, sempai melakukan berbagai cara agar bisa berpisah denganmu. Tapi semuanya sudah berlalu, Kartika kini sudah tenang di sana, aku kesini hanya untuk menyampaikan amanah terakhirnya padamu."


"Amanah? apa yang ingin Kartika sampaikan yah? apa aku masih bisa melakukannya, aku sendiri sudah tidak berdaya."


"Kartika hanya ingin aku mempertemukan kamu dengan putra kandungmu yang sekarang sudah dewasa dan sangat mirip denganmu."


"Anakku? Kartika mengizinkan aku bertemu dengan putraku? Setelah sekian lama aku menunggu, akhirnya aku bisa bertemu dengannya sebelum aku menutup usia."Alexo tersenyum.


"Bahkan putramu juga ingin bertemu denganmu, nanti dia akan datang kesini setelah selesai dengan perkerjaannya." Jelas Casandro membuat Alexo sangat bahagia, setelah dua puluh sembilan tahun menunggu, akhirnya sebuah kesempatan datang dengan sendirinya.


"Aku harus pergi sebenar, satu jam lagi aku kan kembali menemui mu bersama putramu, kamu harus sehat dan jangan terlihat menyedihkan seperti ini."


Casandro pun keluar dan langsung melihat dua anak muda yang seperti sedang bermusuhan.


"Akas, kita pergi sebenar, ada seseorang yang perlu kakek temui, setelah selesai kita kan kembali kesini."


Casandro dan Akas pun segera pergi meninggalkan rumah sakit, saat sampai di halaman parkir Mereka selisihan dengan kedatangan Kelvin yang ingin mengunjungi orang yang dirinya tolong kemarin.


Kelvin segera menyusuri koridor untuk sampai ke tempat dimana orang tersebut dirawat.


"Aura..." Panggil Kelvin, saat Aura hendak masuk kedalam ruangan. Mendengar namanya di panggil ia pun menoleh dan mendapati Kelvin sedang berdiri di belakangnya.


"Tuan kelvin?" ucap Aura saat berhadapan dengan Kelvin, "akhirnya tuan mau datang juga, ayah ingin sekali bertemu dengan anda, untuk mengucapkan terimakasih banyak." Kelvin hanya tersenyum saja.


"Aku ada waktu sebentar, makanya aku usahakan datang kesini, sekalian aku ingin menemui seseorang di rumah sakit ini. Kalau begitu bisakah aku masuk kedalam untuk bertemu dengan Ayahmu?"


Aura pun memberikan jalan untuk Kelvin bertemu dengan ayah Aura.


_TBC


✔Jangan lupa tinggalkan jejak,


✔HADIAH, VOTE, FAV, KOMEN SELALU DI TUNGGU


✔Komen yang sopan ya, agar tidak di hapus sistem NT