
"Tuan Kelvin, untung tuan cepat pulang. Non Aura tuan, non Aura hampir bunuh orang." Ucap Lily dengan gemetar karena masih syok.
"Apa yang terjadi bi, siapa yang mau dia bunuh?" saut Klara, sambil melangkah masuk dan mendapati Kiki sedang duduk di ruang tamu.
"Itu siapa bi?" tanya Klara balik.
"Dia tamuku, kamu ganti pakaian dulu, biar aku temui dia." saut Kelvin lalu menghampiri Kiki.
Kelvin duduk berseberangan dengan Kiki, memperhatikan penampilan Kiki dari atas sampai bawah.
"Jadi kamu yang bernama Kiki? bodyguard yang di rekomendasikan paman Ken, yang memiliki pekerjaan dengan banyak cabang." tanya Kelvin
"Iya tuan saya Kiki, tuan bisa mengandalkan saya untuk menemukan pelakunya. Tuan Akas sudah memberitahu masalah yang harus saya tangani." jelas Kiki meyakinkan.
"Berapa lama waktu yang akan kau butuhkan untuk menemukan orang-orang yang sudah merusak adikku?"
"Satu Minggu, beri saya waktu satu Minggu untuk menemukan pelakunya, dan selama itu juga izinkan saya mendekati adik tuan agar saya bisa mencari informasi dengan cara saya sendiri."
"Satu Minggu, berarti kamu cukup profesional. Aku juga sudah mendengar cerita tentang kamu dari Arthur mengenai caramu yang unik."
"Jangan terlalu memuji saya tuan, saya hanya menjalankan pekerjaan saya. Saya pastikan anda tidak akan menyesal mempekerjakan saya."
Kelvin pun mempercayakan Kiki untuk menemukan laki-laki yang sudah merusak adiknya yang sampai saat ini belum di ketahui.
Klara datang ke kamar Aura yang selalu mengurung diri di kamar, Aura menjadi takut dengan dunia luar dan menganggapnya banyak sekali ancaman.
Klara duduk di samping Aura lalu mengeluarkan sebuah buku diary yang sengaja dia beli untuk adik iparnya itu.
"Aura, aku gak tahu ini akan bermanfaat buat kamu atau tidak. Dulu aku menggunakan buku diary ini sebagai tempat curhatku di saat aku tak mempercayai siapapun selain diriku sendiri. Aku menuangkan apa yang ingin aku ungkapkan yang tak bisa aku sampaikan pada orang lain."
Klara meletakkan diary bersama dengan penanya di tangan Aura.
"Jika kamu tak bisa bicara pada kakakmu, kamu bisa tulis di sini atau bisa kamu gambar. Jangan kau pendam sendiri masalahmu Aura, masih ada laki-laki yang baik di dunia ini, sama seperti kakak dan juga ayahmu. hanya saja mungkin kamu belum menemukan orangnya.
Kata-kata Klara begitu bijak, seolah dia juga merasakan apa yang di rasakan Aura hanya saja dia terpuruk kerena kehilangan kedua orang tuanya untuk selamanya, di saat dirinya belum siap untuk menata masa depan seorang diri.
Ternyata Kelvin mendengarkan perkataan Klara pada Aura, hal itu membuat Kelvin semakin mengagumi cara pikir Klara, walaupun tingkahnya masih kekanak-kanakan, tapi dia bisa berfikir jauh ke depan dari usianya.
Kelvin mengurungkan niatnya untuk menemui Aura dan segera menghubungi Akas.
[" Akas cari tahu informasi, para korban kecelakaan yang terjadi tujuh tahun lalu, aku ingin informasinya secepatnya."] perintah Kelvin yang mengejutkan Akas, setelah tujuh tahun berlalu Kelvin tiba-tiba ingin mencari tahu tentang para korban.
"[Baiklah, akan segera aku dapatkan. Jika aku boleh tahu, apa alasannya kamu ingin membuka kembali kasus yang sudah berlalu?"] tanya Akas
["Aku hanya, Ingin tahu apakah orang tua Klara turut menjadi korban kecelakaan yang aku alami."]
["Apa?? baiklah aku kan segera mendapatkannya."] Akas pun segera mematikan panggilan dari Kelvin.
'Aku harap, apa yang aku takutkan tidak menjadi kenyataan, jika orang tua Klara ikut menjadi korban kecelakaan itu. Jika benar apa yang harus aku jelaskan pada Klara.' Gumam Kelvin. Tiba-tiba tangan kecil Klara melingkar di pinggang Kelvin dan memeluknya dari belakang.
Kelvin menjadi gugup, dan segera membalikkan tubuhnya untuk melihat ekspresi Klara, Kelvin takut jika Klara mendengar ucapannya.
Namun yang di dapat, Klara tampak bahagia dengan senyum manisnya. Kelvin pun lega karena kemungkinan Klara tak mendengar dan Kelvin langsung memeluknya.
"Kau mengagetkanku baby." Kelvin memeluk erat Klara dan sesekali mencium keningnya.
"Ada apa mas? kenapa mas Kelvin terlihat begitu tegang? apa ada yang kau sembunyikan dariku?" tanya Klara.
"Tidak, aku tidak papa, hanya terkejut saja."
Klara meninggalkan Kelvin yang masih berdiri di balkon, untuk mengambil sesuatu yang akan di tunjukkan Klara padanya.
Klara mengambil sesuatu dari laci nakas, sebuah kotak kecil berwarna biru. Lalu ia menghampiri kembali Kelvin.
"Ini buat mas Kelvin, tapi bukanya pelan-pelan ya biar mas kelvin gak syok saat buka."
"Apa isinya? jangan buat mas penasaran."
"Buka saja."
Kelvin pun membuka kotak kecil pemberian Klara namun saat hampir terbuka, ponsel Kelvin berdering dan memilih mengangkat panggilan ketimbang membuka kotak pemberian Klara.
Terlihat begitu serius obrolan Kelvin,sampai dirinya melupakan sang istri yang terlihat kecewa dengan sikap Kelvin.
Klara yang terlanjur kecewa meninggalkan Kelvin yang masih sibuk dengan obrolannya yang membelakangi dirinya.
Setelah selesai, Kelvin baru menyadari Klara sudah tak menemaninya lagi.
"Dia pergi?" Kelvin menghembuskan nafas kasar.
Kelvin baru ingat dengan kotak kecil yang ia letakkan di atas meja dan belum sempat di bukannya.
Kelvin pun membukanya dan mendapatkan kejutan yang sangat di harapkan.
Kelvin terharu karena bahagia saat melihat garis dua yang ada di taskpack. Kelvin mengambil taskpack dari kotak kecil itu dan memandangnya lekat-lekat, "Aku akan memiliki penerus. istriku akan memberiku anak."
Kelvin segera mencari keberadaan istrinya dan menyesal sudah mengabaikannya. Kelvin berkeliling mencari keberadaan Klara namun tidak menemukannya.
"Bi, apa kamu melihat Klara?" tanya Kelvin yang putus asa tak bisa menemukan Klara.
"Oh... nyonya Klara tadi pergi di antar pak supir."
"Pergi? pergi kemana dia?" Kelvin segera menghubungi Klara namun tak kunjung di angkat.
Setelah beberapa kali baru lah Klara mengangkat panggilan dari suaminya itu.
["Ada apa mas?"] tanya Klara
[Kamu dimana? kenapa pergi tidak bilang-bilang."]
[Bagaimana mau bilang, mas sibuk sendiri. Aku gak kemana-mana, aku sedang makan es krim."] jawab Klara sambil sesekali menyuap es krim.
["Jangan kemana-mana, aku akan menyusul"]
["Eeemmm... kemarilah, sebenarnya tadi aku juga ingin ngajak mas."]
Kelvin pun segera menyusul Klara, dan mendapati Klara sedang makan eskrim dengan lahapnya. Kelvin langsung duduk di sampingnya Klara.
"Kenapa kamu meninggalkan aku?" tanya Kelvin sambil ikut menyuap es krim Klara.
"Mas terlalu sibuk, dan mas sudah mengabaikan aku.Jadi apa salahnya jika kau meninggalkan mas."
"Baiklah, aku minta maaf, dan Janji tidak akan mengabaikan istri dan calon anakku lagi. Makasih sayang, sudah mengabulkan keinginanku."
Klara begitu senang saat Kelvin sudah membuka kejutan yang diberikannya.
_TBC