OB Milyader ( Menantu Sampah)

OB Milyader ( Menantu Sampah)
Menjadi penolong 1


Dengan nafas ngos-ngosan, dua orang lelaki itu menghampiri Kelvin yang sedang bersama gadis yang dikejarnya tersebut, "Maafkan Nona muda kami tuan, yang sudah mengganggu perjalanan ada, dia sedang berusaha kabur dari rumah." Jelas salah satu laki-laki yang mengejar gadis yang bernama Klara.


"Segera bawa pergi dia dari hadapanku, dan menyingkir dari jalanku." perintah Kelvin, tak ingin memperbesar Masalah, namun sepertinya Klara enggan ikut dengan Meraka. Dari caranya menolak saat di ajak kembali oleh kedua lelaki itu.


Saat hendak masuk kedalam mobil lengan Kelvin di tarik kembali oleh Klara, "Tunggu, Om mau pergi kemana? om jangan jadi pengecut dengan lari dari tanggung jawab, aku minta pertanggung jawaban dari Om." Wanita itu bersikeras menahan Kelvin untuk tidak meninggalkannya,


"Apa kamu sudah gila, apa yang harus aku pertanggung jawaban, aku tidak melakukan apapun, apa lagi menodaimu."


"Kalian cepat bawa pergi nona kalian, jika dia tetap mengganggu jalanku, maka aku tak akan segan-segan untuk menabraknya." ucap Kelvin dengan nada meninggi karena kesal.


"Om, harus bawa aku bersama dengan om, karena om harus bertanggung jawab. Aku mau om menikahi ku sekarang, dan bawa aku menjauh dari Meraka." rengek Klara namun tak di hiraukan Kelvin.


Kedua laki-laki itu pun berusaha membujuk Klara agar mau pulang dan meninggalkan Kelvin, namun Klara kekeh minta Kelvin tanggung jawab dan mau menikahinya.


"Cukup...!!! pusing kepalaku mendengar rengekan kamu. Apa kamu tidak punya otak, apa kamu sudah gila, kenapa kamu ngotot sekali, apa kamu gak bisa berpikir, bagaimana kalau aku sudah berkeluarga, kau tahu aku sudah tua dengan memanggilku om, dan bagaimana kalau aku ini pria kasar, apa kamu gak bisa berpikir mengenai masa depanmu yang masih panjang." Setelah berhasil melepaskan diri, Kelvin segera masuk mobil dan tancap gas segera menghindar dari gadis gila itu.


Dari kejauhan, Kelvin melirik dari spion mobilnya, yang memperlihatkan Klara yang masih meronta tak ingin mengikuti kedua laki-laki itu, namun Kelvin tak perduli, ia terus melanjutkan perjalanannya ke kantor.


Saat hendak turun dari mobil, tak sengaja Kelvin menjatuhkan selembar kertas tepat di kakinya, dan kertas itu berasal dari dalam sakunya.


Kelvin yang merasa tak pernah menyelipkan kertas dikantong celananya, lalu mengambilnya. Ia mengingat-ingat sesuatu sebelum penasaran dengan dengan isinya.


"Apa sebenarnya yang di inginkan gadis itu, sudah buat masalah dan sekarang berani memasukkan sesuatu di kantong celanaku tanpa aku sadari." gerutu Kelvin sambil membuka kertas yang di lipatnya berkali-kali.


Setelah berhasil membuka lebar kertas tersebut, berlahan Kelvin membacanya dengan serius.


"Si*l, kenapa dia tidak bilang dari tadi." Kelvin meremas kertas tersebut dan kembali masuk dalam mobil, dengan segera Kelvin pergi meninggalkan kantor mengabaikan Akas yang ingin menghampiri.


"Mau kemana lagi Kelvin? apa ada masalah, sampai ia harus buru-buru?" Akas segera menghubungi Kelvin. Saat terhubung Akas pun langsung menanyakan apa yang terjadi.


****Kediaman Rudi****


Sesampainya di sebuah rumah, Klara di tarik paksa agar masuk ke dalam, dimana Klara akan di nikahkan dengan seorang lelaki yang sudah berusia lima puluh lima tahun dan sudah memiliki dua istri.


Klara di paksa paman dan bibinya berhenti sekolah dan diminta untuk menikah dengan laki-laki tua untuk di jadikan istri ketiganya.


Klara yang tak mau dipaksa menikah, akhirnya memilih kabur, namun sayang pelariannya terhenti saat bertemu dengan Kelvin.


Plaaakkk...


Tangan besar Rudi, paman Klara mendarat tempat di pipi kanan Klara.


"Lancang sekali kamu Klara, sudah berani kabur di hari pernikahanmu, apa kamu pikir dengan kamu kabur, kami tidak bisa menemukan kamu." Rudi meluapkan kemarahannya.


"Tidak bisa, kamu harus tetap menikah dengan Bambang, paman sudah berjanji padanya kalau paman akan menyerahkan kamu padanya sebagai istri ketiga dan sebentar lagi dia akan datang untuk meminang kamu menjadi istrinya."


Klara memandang bibinya lalu bersimpuh di kakinya, "Bi, tolong aku, hentikan pernikahan ini. Aku tidak mau menikah dengan lelaki tua itu bi


Bi apa bibi lupa dengan amanah orang tua Klara, bibi sudah janji akan melindungi Klara." Namun sayang bibinya hanya bisa memalingkan wajahnya dan tak mau menolong Klara.


Tangan Klara di tarik paksa oleh Rudi, saat Rombongan Bambang berserta kedua istrinya datang.


"Hapus air matamu dan tersenyumlah, calon suamimu sudah datang." bisik Rudi ditelinga Klara. Klara hanya bisa menggelengkan kepalanya ingin menolak.


Kelvin melajukan kendaraannya menuju alamat yang sudah tertera dalam kertas tersebut. Bukan tanpa alasan Kelvin ingin menggagalkan pernikahan Klara, saat membaca isi surat tersebut, Klara terus memohon agar dirinya di tolong.


Butuh waktu cukup lama untuk sampai alamat yang tertera, alamat rumah tersebut masuk di dalam gang, Sesaat Kelvin tiba di depan gang dan baru masuk beberapa meter, tiba-tiba Mobil Kelvin di hadang beberapa orang dengan tubuh kekar.


Salah satu dari mereka mengetuk kaca mobil. Kelvin menyempatkan diri melepas jas yang ia kenakan, melonggarkan dasi dari lehernya dan mengambil sepucuk rokok.


Kelvin menurunkan kaca mobilnya lalu menyalakan rokok yang sudah ada di mulutnya dan menghisap dalam-dalam untuk menikmati sensasi menthol dan mengeluarkan asapnya dari hidung.


"Kenapa kalian menghadangku di sini, ini bukan jalan milik kalian, cepat minggir atau akan aku tabrak kalian semua." Ucap Kelvin pada seseorang yang mengetuk kaca mobilnya.


"Tidak bisa, jalan ini di tutup, tidak di izinkan siapapun melewati jalan ini."


"Oya, kalau begitu kita lihat siapa yang bisa menghentikanku." Kelvin menghembuskan asap rokok tepat di wajah pria kekar itu lalu menutup kembali kaca mobilnya. Kelvin bersiap untuk menerjang siapa saja yang berani menghadang jalannya.


Kelvin segera tancap gas untuk menabrak siapa saja yang menghalangi jalannya. Ternyata semuanya memilih lari tunggang langgang menghindar dari terjangan mobil Kelvin yang nekat.


Sesampainya Di halaman rumah Klara, Kelvin segera turun dengan pakaian yang sedikit berantakan. Yang pertama kali menyambut Kelvin adalah dua orang yang ia temui saat mengejar Klara.


"Kamu... bukankah kamu laki-laki yang ditemui Klara, untuk apa kamu datang kesini."


Tak perlu menjawab, Kelvin langsung melayangkan tinjuan ke wajah pria yang bertanya itu.


Beberapa pria segera mengerumuni Kelvin untuk menyerangnya, dan mencegahnya masuk ke dalam rumah, dimana Klara sebentar lagi akan resmi menjadi istri ke tiga.


_TBC


✔️ Jangan lupa tinggalkan jejak


✔️👍🎁📝🔖💙❤️ ditunggu


✔️ TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR 🙏🙏🙏