OB Milyader ( Menantu Sampah)

OB Milyader ( Menantu Sampah)
Sahabat bisa jadi musuh 1


Setelah Enam tahun menderita, Kelvin kembali hanya untuk membalas dendam kepada orang-orang yang telah berusaha menyingkirkannya. Tak peduli siapa mereka, keluarga ataupun teman dekat, mereka semua harus mendapatkan balasan yang setimpal dengan perbuatannya.


Seperti Sebuah mesin, Kelvin terkadang ingin beristirahat sejenak, untuk menikmati hidup yang sudah lama ia abaikan, ingin rasanya ia memiliki seorang pendamping menggantikan Arumi yang selama ini sudah menemaninya.


Namun bukanlah hal yang mudah, memutar roda kehidupan seperti yang diinginkan, tak halnya seperti membalik telapak tangan.


Di sela jam kerja yang tidak terlalu padat, Kelvin menyempatkan diri untuk menjenguk Sonia yang masih di rawat di rumah sakit.


Sebelumnya Kelvin pergi membeli makan siang untuk di makan bersama dengan Sonia di sana. Namun tanpa sengaja Kelvin bertemu dengan Arumi dan Ayana yang baru datang.


"Papa ..." panggil Ayana.


"Mas Joni, eemm maaf mas Kelvin." panggil Arumi


"Kalian ..."


"Ayana ngajak makan siang di sini." Arumi menjelaskan lebih dulu, sebelum Kelvin bertanya.


"Papa ayo kita makan siang sama-sama, kita kan sudah lama gak makan bersama lagi." ajak Ayana dan menarik tangan Arumi dan Kelvin bersama dan duduk di salah satu meja yang kosong.


"Kalian pesan saja, biar nanti aku yang bayar."


"Gimana kabar kalian? aku dengar kamu dan Jonathan batalkan pertunangan." tanya Kelvin.


"Aku dan Ayana baik-baik saja, Ya, kami batal menikah, papa memaksa untuk membatalkannya." ucap Arumi dengan sedih.


"Orang tua egois, hanya mementingkan bisnis ketimbang anaknya sendiri."


"Benar mas, tak ku pungkiri papa memang egois, demi bisnis dan juga kasta, papa tega menghancurkan kehidupan anak-anaknya. Bahkan sekarang mbak Riska menggugat cerai bang Ardian dan bang Bily sedang bertengkar dengan istrinya. Sama halnya denganku yang gagal membangun rumah tangga baru."


Kelvin menyandarkan punggungnya di sandaran kursi sambil melipat kedua tangannya di dada, menunjukkan dirinya pada Arumi, bahwa dia sekarang orang yang berbeda yang sudah tak perduli dengan kehidupan orang lain, bahkan Kelvin malah berencana membuat perusahaan Ekor grup bangkrut.


"Aku doakan, mudah-mudahan papamu cepat dapat teguran, jika aku yang melakukannya itu akan lebih menyakitkan. Tapi sepertinya itu akan sangat susah sekali, karena cara berpikir para pria itu sangat berbeda, pria lebih ke prosesnya sedangkan wanita lebih ke perasaan."


Mereka pun ngobrol sejenak, dan menikmati makan siang bersama hanya untuk menyenangkan hati Ayana. Jujur dalam Lubuh hati Kelvin yang paling dalam, ia belum bisa melupakan Arumi, sosok wanita keras kepala dan egois seperti papanya, tapi memiliki hati yang tulus, ia mau mengorbankan kehidupannya yang mapan hanya untuk ikut suaminya yang kere, dan ia pun tak pernah malu mengakui Ayana sebagai anaknya yang mengalami kebutaan.


Mereka menghabiskan waktu kurang lebih setengah jam, hanya untuk mengobrol tentang hal yang tidak penting, Arumi nampak tak begitu banyak bicara. Ia masih menyesali kesalahannya, dan tak ingin mengeluarkan kata-kata yang bisa menyinggung laki-laki yang ada di hadapannya.


Kelvin melihat arloji di tangannya, "Sepertinya aku harus pergi, maaf Ayana papa tidak bisa menemanimu terlalu lama, kamu makan yang kenyang ya, semuanya papa yang bayar." Kelvin mengusap kepala Ayana lalu beranjak pergi ke kasir untuk membayar sekaligus untuk mengambil pesanannya.


Kelvin pun segera pergi meninggalkan Arumi dan Ayana.


"Ma, kenapa mama pisah dengan papa? bukankah papa sangat baik dengan mama, Ayana pengen mama dan papa kumpul bersama lagi." pinta Ayana dan Arumi hanya bisa menggelengkan kepalanya, sebab sangat kecil mungkin hal itu bisa terwujud, karena Arumi sadar, bahwa dia yang menjebak dan menyia-nyiakan seorang pria yang sangat baik seperti Kelvin.


****Rumah sakit****


Kelvin yang berencana menjenguk Sonia akhirnya di undur waktunya.


Kelvin membawa makan siang dan juga buah-buahan untuk Sonia.


"Aku sudah membaik pak, hanya saja tanganku masih bengkak akibat ikatan yang terlalu erat." Kelvin melirik pergelangan tangan Sonia yang terlihat bengkak dan biru.


"Apa itu sakit?"


"gak,cuma, ini teramat sangat sakit banget."


"Sudah tahu, sakit masih ditanya." gerutu Sonia.


"Manja, baru begitu aja, sudah mengeluh, paling besok juga sudah sembuh." Secara reflek Kelvin mencubit hidung Sonia.


" Aaauuhh sakit pak" Sonia menutup hidungnya yang memerah karena cubitan Kelvin.


"Ini beneran sakit pak, coba bapak jadi aku, bapak akan ngerasain gimana rasa sakitnya."


Kelvin duduk di samping tempat Sonia berbaring, memandang manik mata Sonia yang terlihat lagu, mungkin karena kurang tidur.


"Kamu gadis baik, gak seharusnya Andra manfaat kamu hanya untuk menjebak ku. Tapi tenang saja Andra sekarang sudah di jebloskan ke penjara, dan aku pastikan sampai kapanpun ia tak akan berani lagi mengusik kamu."


"Bapak sudah lama kenal dengan Andra?" tanya Sonia yang baru menyadari.


"Untuk pa kamu tanya? itu bukan urusanmu."


"Maaf, aku hanya bertanya saja, sebab Andra itu pernah menjadi orang yang spesial di hidupku, dan selama bertahun-tahun, dia gak pernah cerita kalau kenal dengan bapak."


"Andra ..." Kelvin menghela nafas, "Dia sahabatku sama seperti Akas, kami bertiga dulu berteman sangat baik, Tapi setelah aku mengalami kecelakaan dan hilang ingatan semuanya berubah, aku baru sadar selama ini yang dia inginkan bukalah persahabatan, melainkan harta yang bisa di dapat secara instan. Mungkin itu sifatnya Manusia atau aku yang terlalu royal, aku juga gak tahu. Tapi intinya karena keinginannya dia jadi gelap mata."


"Apa bapak, masih mau memaafkannya? Mungkin jika aku jadi bapak, selamanya tak akan pernah memaafkannya, sebab sekali dia sudah megincar mungkin suatu hari nanti bisa menerkam, dan itu yang perlu di waspadai." Namun Kelvin hanya tersenyum saja."


"Jika memang Andra seperti itu, kenapa kamu bisa jatuh cinta padanya? kita boleh membencinya tapi jangan selamanya, semua butuh proses menjadi orang baik."


"Aaahhh, sepertinya aku sangat cocok jadi penasehat, benar tidak." Kelvin pun tiba-tiba tertawa sendiri, menertawakan dirinya sendiri yang sok baik, padahal ia juga sama jahatnya seperti Andra, yang tega membuat orang menderita.


"Oya aku sampai lupa, ini ada makanan untuk kamu, aku rasa makanan di rumah sakit sangatlah tidak enak, jadi aku bawakan ini untukmu, Makanlah." Kelvin menyodorkan sekotak makanan.


"Apa bapak gak bisa lihat, tanganku masih sakit, bagaimana aku bisa makan."


"Lalu??" tanya Kelvin pura-pura tidak paham.


"Bapak bisa suapin aku bisa kan."


Kelvin buru-buru meletakkan nasi kotaknya di atas nakas, "Jika kamu ingin makan, makan sendiri, kalau tidak gak usah makan sekalian. Kau bawahan ku, gak seharusnya aku menyuapi kamu, itu gak pantas." ucapan Kelvin baru saja, membuat Sonia kesal, baru saja memiliki kesempatan di suapi oleh pria pujaan, tiba-tiba ditolak. rasanya seperti terhempas angin kencang.


_TBC


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK ❗❗❗