
Di ruangan berbeda Davan menjalani perawatan, setelah luka tembak di paha dan juga demam yang di alami membuatnya tak sadarkan diri.
Saat membuka mata, Davan mengedarkan pandangannya, ruangan yang ia tempati terasa sangat asing baginya. Paha yang di balut perban dan juga infus yang terpasang membuat Davan merasa ketakutan sendiri.
"Siapa yang menyelamatkan aku? dimana dia, apa dia baik-baik saja?" gumam Davan dalam pertanyaannya. Davan tak ingat sama sekali apa yang sudah terjadi padanya. Bahkan apa yang terjadi dengan Brandon pun ia tak tahu. Setelah tembakan itu ia pun pingsan dan tak ingat siapa yang merebut Klara dari tangannya.
Dengan sekali tarik, selang infus ditangannya pun lepas, Davan segera turun dari ranjang dan ingin pergi untuk mencari Klara dan memastikan dia baik-baik saja. Namun saat membuka pintu, Davan di kejutkan dengan dua penjaga yang merupakan anak buah Kelvin menghadang Davan dan tak mengizinkan Davan keluar.
"Lepaskan aku.." Davan memberontak saat kedua tangannya di tahan oleh mereka.
"Maaf, anda tidak bisa pergi dari tempat ini sesuai perintah bos kami." Kedua laki-laki bertubuh kekar membawa masuk kembali Davan. Davan yang belum pulih tenaganya tak mampu melawan kedua pria tersebut.
"Aku bilang lepaskan aku. Aku ingin pergi, aku ingin menemukan wanita itu." Davan terus memberontak agar bisa lepas.
"Lepaskan dia..." perintah Kelvin yang datang ke ruang rawat Davan. Kedua laki-laki itupun dengan patuh melepaskan Davan.
Kelvin sengaja menjenguk Davan, untuk mengucapkan terimakasih padanya karena sudah berusaha melindungi istrinya.
Davan tiba-tiba saja menyerang Kelvin namun dengan mudah Kelvin menangkisnya. Davan kembali di tahan anak buah Kelvin karena melawan.
"Bebaskan dia, jangan pernah berani menyakitinya, atau aku akan membunuhmu." teriak Davan dan mengira Kelvin sengaja menangkap klara.
Akas yang mudah tersulut emosi, memberikan satu tamparan pada Davan lalu menjambak rambutnya.
"Jangan berani-berani melawan pak Kelvin, atau nyawamu akan melayang. Apakah kamu mencari wanita yang kamu bawa itu?"
"Iya, dimana dia, jangan pernah melukai dia, atau suaminya akan menghabisi kalian semuanya."
"Suami?..." Akas melirik Kelvin.
"Bod*oh..." Akas melepaskan jambaknya dengan kasar.
Kelvin menghampiri Davan kembali dan kali ini dia bicara dengan serius, "Katakan padaku, imbalan apa yang kau inginkan? aku akan memberikannya, dan pergilah sejauh mungkin dan jangan pernah menemui istriku." Ucap Kelvin dengan tenang.
"Kau..."
"Ya aku suaminya. Klara sekarang sudah bersamaku dan dia sudah aman. Aku tak tahu apa tujuanmu melindungi istriku dan aku tidak memiliki pikiran negatif tentang kamu, tapi aku pinta, jangan pernah menemuinya."
"Izinkan aku menemuinya sekali saja. setelah itu aku akan pergi dan janji tak akan menemuinya lagi. Aku mohon satu kali ini saja." Davan mengiba, berharap Kelvin mau mengabulkan permintaannya.
Kelvin pun mempertimbangkan permintaan Davan dan akhirnya mengiyakan. Jika tak ada Davan entah apa yang akan terjadi pada Klara.
"Baiklah, tapi tidak sekarang. Aku akan mempertemukan kalian nanti." Kelvin pun pergi begitu saja.
******
Klara sedang sibuk dengan makanan yang ada di hadapannya, sampai tak menghiraukan kedatangan Kelvin.
"Ini puding terenak yang pernah aku makan. Apa kau ingin mencobanya." Klara memberikan satu suapan untuk suaminya.
"Mas... kapan aku bisa pulang? aku lebih suka di rumah daripada di sini. Dokter Anabel selalu memarahiku, bahkan apapun yang aku lakukan selalu salah, gak boleh beginilah begitulah."
"Benarkah? apa seketat itu dokter Anabel menjagamu?" tanya Kelvin dan Klara mengangguk.
"Kalau begitu, bersiaplah kamu akan bertemu dengannya empat kali dalam satu bulan, itu berarti selama masa kehamilan, dokter Anabel yang akan memantau perkembangan kehamilanmu."
"Aku baik-baik saja, dan tidak ada masalah pada kehamilanku, jadi aku gak usah sering ketemu dokter Anabel ya, aku mohon."
"Tidak, jika perlu aku akan menambah dokter yang lebih galak lagi dari dokter Anabel. Sayang semua mas lakukan demi kebaikan kamu dan juga anak kita. Aku gak mau terjadi sesuatu pada kalian. Kamu ingat kan apa yang dikatakan dokter, usiamu masih terlalu muda untuk mengandung dan melahirkan anak kembar, jadi mas berusaha untuk menjaga kalian dari hal-hal buruk yang tidak di inginkan."
Klara pun memeluk suaminya, Ia sangat bersyukur bisa bertemu dengan seorang pria yang benar-benar menjaganya, "baiklah itu tak jadi masalah tapi dengan satu syarat, aku ingin pulang sekarang, tidak nanti atau besok."
Saat sedang berdebat ingin pulang, tiba-tiba rudi dan istrinya datang menjenguk. Setelah pernikahan dadakan mereka belum bertemu dengan Klara lagi.
"Paman, bibi, kalian ada di sini!" Klara terkejut dengan kedatangan mereka.
"Iya sayang, suamimu memberitahu kami, makanya kami kesini. Bibi kangen kamu sayang" Wati pun memeluk Klara untuk menunjukkan kerinduannya namun Klara tak membalas pelukan Wati.
"Klara bibi benar-benar minta maaf dengan kejadian waktu itu. Maafkan bibi yang tidak bisa berbuat apa-apa untuk membatalkan pernikahan dengan Bambang yang sudah di sepakati pamanmu, Semua itu kami lakukan karena..."
"Sudahlah bi, jangan di bahas lagi, aku tidak ingin mendengar alasan apapun, aku sudah terlanjur kecewa dengan paman dan bibi yang sudah menghianati kepercayaan mama dan papa, apakah semua harta peninggalan orang tuaku itu tidak cukup untuk membayar biaya membesarkan aku, sampai kalian tega menjual ku enam ratus juta."
"Maafkan bibi Klara, bibi benar-benar menyesal dan khilaf." Wati terus menerus meminta maaf pada Klara sedangkan Kelvin sendiri sedang serius berbicara dengan Rudi yang menjadi pamannya juga.
"Paman, aku memberitahu keadaan Klara Karena aku menghormati paman sebagai keluarga Klara. Tapi ingat jangan mengambil kesempatan dari sikap baikku, jika aku sudah marah aku bisa melakukan apapun tak perduli siapapun itu."
"Iya nak, maafkan paman atas sikap paman waktu itu." Rudi seperti kucing yang ketakutan, tak berani bertingkah di depan Kelvin.
"Aku cuma ingin tahu, apakan istriku punya saudara kandung, dia tak pernah cerita apapun tentang keluarganya."
" Saudara? ada tapi tidak ada di sini, dia berada di luar negeri, sejak kepergian orang tuanya dia menetap di luar negeri, bahkan dia tak pernah lagi menjenguk Klara. Anita namanya, dia menjadi seorang dokter." Jelas Rudi.
"Baiklah...sudah cukup informasinya, terimakasih paman."
"Memangnya ada apa nak, jika paman boleh tahu?"
"Nanti kamu juga akan tahu, untuk apa aku menanyakan tentang saudaranya." Kelvin tak menjelaskan apapun pada Rudi, bahkan tak memberitahu pada istrinya jika dirinya mencari tahu mengenai saudaranya.
Setelah selesai bicara dengan Rudi, Kelvin kembali menghampiri istrinya yang sedang berdebat dengan bibinya.
_TBC
✔️ jangan lupa tinggalkan jejak