OB Milyader ( Menantu Sampah)

OB Milyader ( Menantu Sampah)
Bukan anak kandung 1


"Pagi kek." Sapa Sonia yang sedang menyiapkan sarapan untuk semuanya bersama pelayan.


"Pagi cantik, wah sarapannya menggugah selera sekali." Casandro duduk di salah satu kursi, sambil menunggu kelvin yang belum turun.


Tak lama kelvin keluar dari kamarnya, langsung bergabung dengan yang lain untuk sarapan.


"Kelvin, hari ini temani kakek pergi menemui papamu, ada yang ingin kakek bicarakan dengannya." ucap Casandro.


"Menemui papa? memangnya ada hal penting apa yang ingin papa bicarakan?" tanya kelvin yang sedikit penasaran.


"Itu urusan orang tua, kamu gak perlu tahu."


"Kek ..., aku ini sudah dewasa, bahkan aku sudah bisa melindungi kakek. Kalau aku masih jadi anak kecil tak mungkin aku bertanya dan akupun gak perduli urusan kalian." Dengan kesal, kelvin menghentikan aktivitas sarapannya dan meninggalkan yang lain.


Casandro hanya menghela nafas, "Sikapnya memang diwariskan dari kedua orang tuanya, keras kepala dan egois." ucapnya sambil terus mengunyah sarapannya.


"Bukankah tante kartika, orangnya sangat baik." Saut Akas.


"Kartika memang baik, tapi sengat keras kepala dan sama seperti suaminya, hanya karena masalah kecil dalam rumah tangga, membuat Alexo selingkuh dan berakhir dengan perceraian dengan mengabaikan bayi yang masih ada di dalam kandungan." jelas Casandro.


Akas tersedak mendengar cerita kakeknya, yang baru ia ketahui, "Maksud kakek Kelvin bukan anaknya om Mahendra?" tanya Akas dengan serius.


Sonia yang tak tahu silsilah keluarga Kelvin pun dengan serius mendengarkan.


"Apa pak Kelvin mengetahuinya?"


"Sepertinya belum. Kakek juga tidak tahu, Kakek tak ingin mengulangi kesalahan yang kakek lakukan pada mamanya Kelvin terulang lagi dengan kelvin. Biarkan di menjalani kehidupannya dengan bebas, seperti burung yang terbang bebas, yang tahu saatnya bekerja dan tahu juga saatnya untuk membina rumah tangga, kakek tak ingin ikut campur." Casandro menatap dengan lekat wajah Sonia.


"Apa kamu menyukai cucuku?" tanya Casandro, langsung membuat Sonia salah tingkah dan merasa malu.


"Ah, apaan sih kek, walau seandainya aku suka padanya, pak Kelvin gak mungkin suka denganku kek, apa lagi pak kelvin kan sekarang statusnya duda."


Casandro yang sedang meneguk air minum langsung di semburkan ke wajah Akas yang ada di sampingnya. Membuat wajah Akas saat itu juga basah sampai kemejanya pun ikut basah.


Sonia tertawa cekikikan melihat ekspresi Akas yang manyun, ingin marah tapi tak berani, "Kau sangat lucu, kau sangat mirip kucing yang kecebur got." ucap Sonia sambil menunjuk ke arah Akas.


Tanpa bicara, Akas kembali ke kamar untuk mengganti pakaiannya yang basah.


Kelvin bersama kakeknya pergi untuk menemui mahendra namun saat diperjalanan tak sengaja Casandro melihat seorang laki-laki dengan seorang anak gadis, sedang duduk di pinggir jalan dengan pakaian lusuh. Casandro hanya memperhatikan dari spion dan terus memperhatikan sampai mobil yang di bawa kelvin menjauh.


"Dia sangat mirip, tapi mana mungkin dia hidup terlunta-lunta seperti itu?" gumam Casandro.


"Ada apa kek? apa yang kakek perhatikan sedari tadi?" tanya Kelvin.


"Tidak papa."


Tak lama kemudian Kelvin dan Casandro sampai ke rumah Mahendra.


"Kalian gak perlu tahu, pergilah jangan ganggu kami."


"Kelvin, pergilah dulu, kakek ingin bicara empat mata dengan papamu." Sama seperti Mahendra yang mengusir Sofia dan Marcel, Kelvin pun di usir Casandra. Dengan patuh Kelvin pun keluar tanpa bicara.


Mahendra terlihat tegang saat berhadapan dengan mertuanya itu, seperti ada sesuatu yang akan terjadi.


Casandro memecahkan put bunga hias yang ada di atas meja, ia jatuhkan kelantai. Pecahan pot keramik itu berhamburan di lantai.


"Kamu lihat, pot keramik ini pecah saat jatuh ke lantai bukan." ucap Casandro datar tanpa ekspresi.


"Jangan di kira selama ini aku diam, tak tahu apa yang sudah kamu lakukan pada anak dan juga cucuku, kamu benar-benar licik Mahendra, kamu bermain halus untuk menghancurkan pewarisku. Apa kamu masih dendam padaku karena aku sudah menolak lamaranmu pada putriku? kamu benar-benar sudah gila Mahendra, kamu seharusnya berada di rumah sakit jiwa." Ucap Casandro dengan emosi yang memuncak.


Mahendra tertawa dengan paksa lalu menatap Casandro dengan tajam, "Kamu benar yah, aku memang layak masuk ke dalam rumah sakit jiwa, dan semua itu karena ulahmu yang membuatku gelap mata untuk balas dendam. karena kamu sudah menghinaku, aku berjanji pewarismu akan merasakan bagaimana menjadi aku, yang dulunya hanya seorang OB rendahan, yang kamu hina dan kamu tolak mentah-mentah lamaran ku pada putrimu."


"Aku tak peduli, dengan siapa aku bekerja sama, bahkan pada musuhku pun aku tak perduli, selama aku bisa balas dendam pada padamu dengan menjadikan Pewarismu, merasakan sama seperti yang aku rasakan, menjadi seorang OB dan di rendahkan semua orang. Apa kamu tahu, Laki-laki yang kamu jodohkan pada kartika, sudah ku buat melarat dan hidup terlunta-lunta."Mahendra tertawa lepas.


"Aku hanya duduk manis untuk menyaksikan, cucumu menderita bahkan hampir gila. Oya aku juga harus berterima kasih padanya, sudah menghancurkan musuh-musuh ku tanpa repot- repot turun tangan sendiri. Dan karena cucumu juga bertahun-tahun aku dan istriku bisa bersatu serta menikmati hartanya sampai saat ini."


Ternyata, semua pembicaraan antara papa dan kakeknya di dengar langsung oleh Kelvin, dan saat itu juga, Kelvin naik pitam dan menerobos masuk dan langsung memberikan tinjuan pada Mahendra.


"Hentikan kelvin..." Casandro mencoba menahan Kelvin untuk tidak bertindak gegabah.


"Aku harus memberinya pelajaran kek, berani-beraninya dia menjadikan ku alat untuk balas dendam padamu."


Mahendra masih bisa tertawa, melihat kelvin yang emosi, "Kamu benar-benar anak yang bodoh Kelvin, kamu itu anak yang tak berguna, aku membesarkan kamu memang ini tujuannya, hanya untuk balas dendam. " Kelvin memberikan sekali tinjuan di wajah Mahendra namun sempat di tahan Marcel yang tiba-tiba muncul dan langsung mendorong tubuh Kelvin menjauh dari Mahendra.


"Papa gak papa?" tanya Marcel pada Mahendra.


Sedangkan Kelvin di tolong Casandro, " kamu gak papa Vin?" tanya Casandro, dan Kelvin yang menggelengkan kepalanya.


"Kalian sudah berani mempermainkan ku, ingat kata-kataku, aku akan buat kalian jatuh miskin dan hidup di jalanan. Camkan itu." teriak kelvin yang sangat emosi.


Casandro pun, membawa Kelvin pergi meninggalkan Mahendra dan yang lain, walaupun awalnya emosi Kelvin meledak-ledak, namun bisa kembali di kontrol dan segera pergi.


"Aku akan muat meraka jatuh miskin kek, aku akan membuat mereka benar-benar menderita kek." Kelvin yang selama ini menjadi laki-laki yang kuat, akhirnya rapuh, tak mampu menahan rasa sakit hati saat mengetahui kebenarannya. Kelvin pun menangis di pelukan sang kakek.


"Yang sabar Kelvin, sebesar apapun rahasia di sembunyikan, cepat atau lambat pasti akan terungkap. Maafkan kakek juga yang selama ini diam dan tak memberitahu kebenarannya karena kakek sudah berjanji pada mamamu yang ternyata otaknya sudah di cuci Mahendra."


_TBC


✔UPDATE MALAM HARI...


✔JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK,