OB Milyader ( Menantu Sampah)

OB Milyader ( Menantu Sampah)
Musuh dalam selimut


Setelah perdebatan malam itu, Aura mengurung diri, ia terus menangis hingga sembab matanya.


Kelvin datang menghampiri dan membawakan sarapan untuknya. Sebagai seorang laki-laki dan seorang kakak, meminta maaf kepada adik sangatlah sulit di ucapkan, ditambah lagi apa yang ia lakukan demi kebaikan adiknya sendiri.


"Aura, berhentilah menangis dan makan sarapanmu setelah itu baru bisa lanjutkan tangismu." ucap Kelvin membuat Aura semakin marah.


"Pergi, Buat apa kak Kelvin memperdulikan aku lagi, bukankah aku ini hanya beban kak Kelvin." Saut Aura dalam kemarahannya.


"Apa kamu masih juga tak paham, Aku menegurmu karena aku kuatir padamu, aku takut kamu salah pergaulan. Aku gak bisa jaga kamu selama dua puluh empat jam, jika terjadi sesuatu padamu, aku yang akan disalahkan papa dan aku juga tak akan bisa memaafkan diriku sendiri. Jadi sebelum terjadi, kakak ingin pastikan kamu baik-baik saja." jelas Kelvin pada adiknya agar lebih mengerti tentang posisi dirinya sebagai kakak, namun Aura masih tak mau mengerti dan masih merajuk pada Kelvin.


"Baiklah kalau itu maumu. Setelah aku kembali bersama klara, bawa laki-laki itu untuk menemui ku, aku hanya ingin tahu, seberapa seriusnya dia denganmu. Jika kalian benar-benar sama-sama saling cinta, lebih baik kalian segera menikah, agar tanggung jawabku selesai." Kelvin pun meninggalkan Aura dengan kesal karena perkataan tak di hiraukan.


Saat keluar, Kelvin dikejutkan dengan Klara yang ternyata sedari tadi menguping pembicaraan antara kakak dan adik.


Kelvin menarik telinga Klara sedikit kuat, "Apa yang kamu lakukan, aku tidak suka ada orang menguping pembicaraanku, jika kamu penasaran kenapa tidak masuk saja."


"Sakit mas, lepaskan." Klara memohon, "Aku janji tidak akan mengulanginya lagi. Aku cuma kuatir kalau mas bersikap kasar dengan Aura."


"Apapun yang aku lakukan untuk kebaikannya, bahkan jika aku memukulnya, kau tak boleh ikut campur paham. Lebih baik sekarang kemasi beberapa bajumu dan masukkan ke dalam koper." perintah Kelvin.


"Maafkan aku mas, aku janji tidak akan melakukan apapun yang tidak kamu sukai, tapi aku mohon jangan usir aku, jangan kembalikan aku kepada paman dan bibiku." Klara terus mengiba agar Kelvin tak mengusirnya, namun Kelvin malah tertawa mendengar ucapan Klara.


"Siapa yang mengusirmu." Jawab Kelvin sambil berjalan kembali ke kamar dan Klara mengikuti.


"Tunggu mas, jika mas tak ingin mengusirku lalu kenapa mas menyuruhku mengemasi pakaianku?"


"Apa kamu benar-benar ingin tahu?" Klara berdiri di depan Kelvin yang sedang duduk di sisi ranjang. Klara tegang dengan rasa penasaran dan menunggu penjelasan Kelvin.


Kelvin menarik tangan Klara dan Klara pun jatuh di pelukan Kelvin yang merebahkan tubuhnya di ranjang.


"Mas Kelvin apa yang mas lakukan"


"Aku menikahimu beberapa hari yang lalu, tapi setiap melihat kamu yang bertingkah terlalu polos, membuatku melupakan semua masalah yang sedang aku hadapi, aku harap kamu tetap seperti ini, agar aku bisa selalu nyaman di sisimu." Ucap Kelvin sambil menangkup pipi Klara yang memerah.


"Lalu untuk apa mas memintaku untuk memasukan baju ke dalam koper? jika mas ingin tetap bersamaku?"


"Apa kamu ingin tahu? kita akan berangkat ke luar kota untuk honeymoon agar bisa fokus buat anak." Jawab Kelvin dengan nada bercanda.


"Anak? kenapa buru-buru punya anak? akan aku masih mau ujian, bagaimana nanti kalau terganggu? kan aku maunya setelah lulus."


"Tak papa, itu tak akan menggangu kamu. Aku ingin segera memiliki keturunan sebagai pewarisku kelak."


Klara menjauhkan tubuhnya dari Kelvin dan kembali berdiri, "Apa kau tahu mas, kau adalah laki-laki pertama yang bisa membuat jantungku berdegup kencang untuk pertama kalinya, dan saat itu juga aku berjanji pada diriku sendiri, jika aku gagal menikah dengan lelaki tua itu, aku akan mengejar cintamu, tapi sepertinya Dewi asmara sedang membantuku dengan mendatangkan mas Kelvin saat itu dan mas Kelvin langsung menikahi diriku. Apa mas tahu apa yang aku rasakan? saat mas katakan jika aku mas jadikan istri ke empat." Klara menghentikan ucapannya, namun tangannya masih terus memilih baju yang akan ia masukan koper.


"Aku syok mas, apa yang akan terjadi padaku selanjutnya, apakah ketiga istrimu bisa menerimaku atau akan berusaha menindasku."


"Dan kau pikir Aura dan Sonia itu istriku." saut Kelvin dan Klara pun mengangguk.


"Ngomong-ngomong Sonia, kenapa dia bisa tinggal serumah dengan mas? aku penasaran saja sih, dan sepertinya Sonia menyukai mas Kelvin."


"Eeemmm Sonia tinggal di sini atas permintaan kakek, kakek ingin aku menjaga Sonia karena dia yatim piatu dan juga takut jika dia jadi sasaran lagi oleh orang-orang yang tidak suka denganku. Makanya aku bawa tinggal di sini." Jelas Kelvin sampai Klara selesai mengemasi barang-barangnya yang akan dibawa.


"Besok."


"Apa? besok. kenapa mas menyuruhku bersiap sekarang jika kita berangkat besok."


"Karena malam ini, kita akan menghadiri pesta pernikahan Akas, apa kau sudah lupa dengan undangannya dan kita akan honeymoon bersama."


Pesan singkat masuk di ponsel kelvin dan saat Kelvin membacanya ia langsung duduk dan nampak tegang.


"Mas, mas Kelvin ada apa? kenapa mas begitu tegang? apa ada sesuatu yang terjadi?" Tanya Klara dan menyadarkan Kelvin dari ketegangannya.


"Eeemmm tidak, tidak ada apa-apa, ini hanya urusan kantor saja."jawab Kelvin dengan wajah yang masih tegang. Ia pun segera keluar menjauh dari Klara dan melakukan panggilan secara pribadi agar Klara tidak mendengar apapun.


[ Aku minta awasi terus dia dan jangan sampai kecolongan.] perintah Kelvin pada seseorang yang dia hubungi.


[Baik bos.]


[Dan satu lagi, aku minta padamu cari tahu, siapa laki-laki yang sering bersama deng Aura, aku ingin informasi yang akurat dan dapatkan secepatnya, sebelum aku kembali dari luar kota." imbuh Kelvin, sebelum mematikan panggilannya.


'Brengsek, siapa yang sudah berani menggertak aku, jika sampai terjadi sesuatu, tak akan ku biarkan dia bisa bernapas lagi.' gerutu Kelvin. Lagi dan lagi masalah terus saja muncul mengganggu kehidupannya. Seorang yang iri atau benci pada Kelvin tak ingin melihat dirinya hidup dengan tenang bersama keluarganya.


Pesan ancaman telah mengusik pikiran Kelvin sepanjang hari, namun ia menyembunyikan kekuatirannya dari keluarganya, bahkan ia tersenyum pun dengan terpaksa.


"Siapa lagi yang berani melakukan itu padaku. Kenapa begitu banyak musuh dalam selimut. Apa salahku dan apa yang diinginkan mereka dengan melakukan ini padaku. Aaahhh, Siapapun mereka aku pasti akan segera mengetahuinya cepat ataupun lambat." Kelvin terus memikirkannya hingga membuat kepalanya kembali sakit dan ini lebih sakit dari yang sebelum-sebelumnya.


"Mas... mas...Kelvin." Panggil Klara yang berusaha membangun Kelvin yang sudah tak sadarkan diri.


_TBC


...Sesuai janji pada diriku sendiri, jika POP mencapai 1M bakal update dua bab perhari dan akan aku lakukan, Jangan lupa setelah baca tinggalkan jejak....


✔️ Jangan lupa tinggalkan jejak


✔️ update tak menentu waktunya.


...Terimakasih yang sudah mampir dan komentarnya. Buat yang belum paham alurnya. Saya pertegas ya. Ini novel...


...#MENGUBAH_TAKDIR...


...#KATEGORI_PRIA...


...jadi MC Kelvin dan menceritakan kehidupan Kelvin bukan para wanitanya ya. Paham kan....


...Kenapa ada konflik terus menerus, kalau datar dan tanpa masalah, gimana mau mengembangkan cerita. Paham kan....


...Dan kenapa ceritanya mutar-mutar, karena masih butuh revisi, dan belum ada waktu untuk merevisinya, karena itu butuh waktu, paham kan....


...Aaahhh sudahlah, Intinya Author cuma minta doanya saja, agar Author selalu sehat, agar bisa terus update, sampai menunggu hasil pengumuman event #mengubah_takdir ...