OB Milyader ( Menantu Sampah)

OB Milyader ( Menantu Sampah)
part 71


Setelah kondisi Klara membaik, Kelvin membawa istrinya itu kembali ke rumah, walaupun harus duduk di kursi roda setiap melakukan aktivitas.


"Mas, aku ingin singgah ke baby shop. Aku ingin beli perlengkapan bayi di sana." pesan klara sebelum pulang.


"Nanti biar mas minta pemilik tokonya yang mengantar langsung Ke rumah, kamu gak perlu repot-repot memilih mencari sendiri." tolak Kelvin, dengan pertimbangan kondisi istrinya.


"Gak mau, aku mau mencari sendiri, aku gak mau melewatkan momen yang jarang terjadi, seperti membeli perlengkapan bayi." saut Klara dengan kekeh tetap ingin ke baby shop.


Akhirnya Kelvin mengiyakan kemauan istrinya, dan diapun menemani. Mereka singgah di salah satu baby shop yang ingin di singgahi Klara.


Saat masuk kedalam toko, wajah Klara menjadi sangat bahagia, saat disambut dengan berbagai keperluan bayi yang di inginkan Klara.


Klara sibuk memilih-milih baju untuk bayinya dan perlengkapan lainnya.


"Mas... aku mau itu." Tunjuk Klara pada sebuah gaun baby yang berwarna pink, terlihat sangat lucu.


Jantung Kelvin seakan berhenti berdetak, saat istrinya menginginkan Baju bayi untuk putrinya yang sudah tiada. Kelvin sekuat tenaga menahan kesedihan yang mendalam, jika putrinya yang diharapkan sang istri sudah pergi duluan.


Kelvin berjongkok di depan istrinya yang sedang duduk di kursi roda dan menggegam kedua tangannya, "Sayang, bisakah kita beli perlengkapan untuk putri kita nanti saja, kan anak kita juga belum lahir." Kelvin berusaha membujuk Klara agar tidak terlalu fokus pada putrinya, sebab masih ada dua putranya yang akan lahir dengan selamat.


"Mas, kenapa sih. Kan aku cuma mau belikan buat putri kita. kan kedua putra sudah mas pilihkan dan nanti akan mengikuti gaya mas Kelvin sebagai daddy-nya, dan putriku akan ikuti gaya mommynya. Aku sudah gak sabar, pengen rasanya anak-anak kita lahir biar bisa terus couple kemana-mana." Saut Klara.


Kelvin tak lagi bisa membujuk, selain hanya berkata iya dan menuruti semua keinginan istrinya itu.


Tak hanya gaun, bahkan bandana serta boneka sudah di belikan Klara untuk menyambut putrinya itu, Klara pun tak lupa juga untuk kedua putranya, semua keperluannya juga sudah di pilihkan Klara.


Setelah kembali ke rumah Klara langsung istirahat, tapi kelvin tidak bisa, pikirannya masih kacau mengenai kabar putrinya yang meninggal.


"Aku bisa menerimanya bi, tapi aku tidak tahu dengan istriku, dia begitu mendambakan kehadiran putrinya, sampai dia sudah memikirkan jauh-jauh hari rencananya bersama putrinya yang nyatanya tak akan bisa menemani dirinya."


"Kasian juga nyonya, pasti akan jadi pukulan berat untuk nyonya, dan bibi harap nyonya bisa terobati dengan kedua putranya nanti."


"Aku harap begitu bi."


*****


Setiap hari Kelvin selalu menyempatkan waktu untuk menemani istrinya melewati masa kehamilan banyak hal yang kelvin lakukan, hingga ia bisa merasakan betapa beratnya seorang wanita yang sedang mengandung demi melahirkan keturunan dari sang suami. Kadang rasa kasihan dan tak tega menyelimuti saat sang istri meringis kesakitan akibat pergerakan bayi yang ada di dalam kandungan, momen bahagia dan haru pun tak dapat dituliskan dengan kata-kata, hanya lewat mimik yang mengartikan semuanya.


Setelah sekian Minggu menunggu waktu melahirkan di usia kandungan tujuh bulan, dan selama itu pula Kelvin tak pernah mengungkit mengenai kondisi putrinya yang sudah ada bahkan setiap dokter Anabel memantau perkembangan bayinya, dokter Anabel pun tak pernah bercerita sesuai permintaan suaminya itu.


Tak terasa waktu begitu cepat berlalu dan esok hari, Klara akan menjalani operasi sesar untuk melahirkan ketiga anaknya, dan sekarang Klara sudah berada di rumah sakit dan dalam pemantauan sebelum operasi sesar di mulai.


"Mas, aku sudah gak sabar, pengen cepet-cepet bisa melihat ketiga anak kita, pasti dia tampan-tampan dan juga cantik seperti Daddy dan mommynya." Ucap Klara yang terbaring di ranjang.


"Mas juga sama, dah gak sabar menunggu esok tiba. Maafkan aku sayang, karena aku kamu menderita selama tujuh bulan mengandung anak-anakku, setiap melihat kamu kesakitan aku merasa sangat bersalah."


"Mas ngomong apa sih, kenapa harus minta maaf, aku mau menjadi istri mas itu berarti aku sudah siap jika harus mengandung dan melahirkan, aku bahagia bisa menjadi wanita sempurna dan bisa mendapatkan seorang suami seperti mas Kelvin yang selalu ada dan selalu menemaniku melewati masa-masa ini, aku bahagia mas, benar-benar bahagia karena mas kelvin mempercayakan aku untuk melahirkan keturunanmu."


Setelah bicara panjang lebar, Kelvin membiarkan istrinya tertidur sedangkan dirinya tetap terjaga, tak ingin melewatkan apapun yang terjadi hari ini dan esok.


✔️jangan lupa tinggalkan jejak