
Kelvin menghajar satu persatu anak buah Bambang yang di perintahkan untuk mengamankan keadaan sampai akad nikah selesai.
Semua yang mengeroyok Kelvin akhirnya bisa di buat KO, walaupun alhasil mendapat beberapa luka dan memar di wajah, tapi setidaknya dia tidak kalah melawan mereka.
Kelvin segera masuk untuk mengacaukan acara, sungguh di luar dugaan, Kelvin bisa senekat itu hanya untuk menyelamatkan seorang gadis yang minta tolong padanya, padahal saat Akas minta bantuan darinya, seribu satu alasan Kelvin berikan.
"Hentikan..." Teriak Kelvin dengan keras, sambil menyeret sebatang kayu yang sengaja ia bawa dari halaman.
"Jika kalian tetap memaksa gadis itu menikah, aku aku tak akan segan-segan menghajar pengantin prianya sampai mampus." gertak Kelvin sambil menunjuk menggunakan kayu yang ia bawa ke arah Bambang yang ada di samping Klara.
Klara segera berlari menghampiri Kelvin yang berdiri di tengah rumah, dan langsung memeluknya sambil menangis, "Terimakasih om sudah datang untuk menolongku."
"Hai Rudi, kenapa kamu diam, melihat ada tamu tak di undang datang mengacaukan acara, apa kamu sengaja menjebak ku." tuduh Bambang pada Rudi, dan melimpahkan kesalahannya pada Rudi sebagai paman Klara.
"Tenang Bambang, akan aku urus ini semua." Rudi berjalan menghampiri Klara yang berlindung di belakang Kelvin.
"Klara, Ayo nak kembali dan selesaikan ritual nikahnya." bujuk Rudi dengan lembut.
"Tidak paman, aku tidak mau menikah dengan Lelaki tua, jelek, gendut dan sudah punya istri dua. "Saut Klara membuat Rudi geram dan ingin menarik Klara namun di tahan Kelvin.
"Jangan pernah menyentuhnya lagi, dia sudah bilang tidak mau, itu berarti dia tidak mengharapkan pernikahan ini, aku tak tahu tujuan anda sebenarnya dengan menikahkan gadis ini dengan lelaki tua jelek itu, aku melihatnya saja sudah muak."
"Apa kamu bilang, berani sekali kamu menghinaku, memangnya kamu ini siapa berani-beraninya mengacaukan acaraku, apa kamu ingin mati. Pengawal cepat singkirkan manusia brengs*ek ini." teriak Bambang, namun Tak ada satu orangpun yang datang untuk menyingkirkan Kelvin.
"Siapa yang kamu panggil? mereka semua sudah terkapar di luar dan tersisa hanya kamu seorang yang belum aku hajar."
Bambang langsung mundur beberapa langkah dengan keringat mulai bercucuran, "Rudi, aku batalkan pernikahan ini dan kamu harus bayar semua hutang ditambah bunganya serta ganti rugi biaya yang sudah aku keluarkan dan semuanya enam ratus juta."
"Apa... enam ratus juta, bukankah hutangku hanya tiga ratus juta itupun sudah dengan bunganya kenapa sekarang menjadi enam ratus juta."
"Pokoknya kamu harus bayar sekarang juga." Bambang bersikeras minta Rudi untuk melunasi hutang-hutangnya yang dia pinjam padanya.
"Tidak aku tidak bisa membayarnya, darimana aku punya uang segitu, untuk bayar tiga ratus juta saja aku sampai mengadaikan keponakanku sendiri."
Mendengar hal itu, Klara menjadi kasihan dengan pamannya. "Paman, maafkan aku, aku tidak tahu kalau paman terlilit hutang dengannya, jika aku menikah dengannya bisa melunasi hutang papan aku rela paman."
"Om maaf, gara-gara aku, om terlibat dalam masalah ini." Ucap Klara dengan tertunduk lesu. Bambang menyeringai penuh kemenangan, hanya modal gertakan sudah bisa menundukkan keluarga Rudi.
Kelvin tak percaya dengan apa yang ia dengar barusan, setelah dia berusaha membantu dengan menggagalkan pernikahannya, namun yang ia dapat hanyalah sebuah kata maaf.
"Tidak ... ini tidak boleh terjadi, aku tidak bisa di permalukan seperti ini." gumam Kelvin lalu menatap Bambang.
"Aku akan membayar semua hutang-hutangnya, dengan syarat, hentikan pernikahan ini."
"Apa kamu bilang? ingin membayarkan hutang-hutang Rudi yang enam ratus juta itu, aku tak percaya, tampang mu sudah tidak menyakinkan seperti itu, masih sok-sokan mau melunasi hutang Rudi." Hina Bambang.
"Baik jika kamu tak percaya, akan aku transfer sekarang juga."
"Baik, jika kamu yakin ingin membayarnya, aku ingin uang tunai sekarang juga."
"Tunai ya, eeemmmm jika itu maumu, kamu harus sedikit bersabar menunggu uang tunai itu datang." Kelvin segera menghubungi Akas.
[what!!, untuk apa uang sebanyak itu, tunai lagi?]
[Buat bawa anak orang pulang, sudahlah jangan banyak tanya, aku butuh sekarang cepat.]
[Baiklah, akan aku siapkan. Kirim alamatnya dan aku akan segera kesana.]
[eeemmmm]
Kelvin pun memutus sambungan telponnya.
"Uangnya akan datang sebentar lagi." ucap Kelvin dengan santainya, baginya uang enam ratus juta itu tak seberapa nilainya.
Klara menghampiri, "Om, jangan lakukan itu, uang enam ratus juta itu banyak om, aku tak akan sanggup mengembalikannya om.
"Tak perlu kuatir, kamu tinggal bekerja denganku seumur hidup itu sudah bisa melunasi hutangmu. " Kelvin pun tersenyum sinis, setelah dirinya dipermalukan dengan beberapa kata.
Tak lama kemudian, Akas datang dengan membawa tas yang berisi uang tunai enam ratus juta yang memenuhi ruang dalam tas.
Akas yang tak tahu apa yang terjadi hanya bisa menerka-nerka kejadiannya.
"Apa kamu bawa uang yang aku pinta?" tanya Kelvin dan Akas mengangguk dan menyerahkannya pada Kelvin. Tanpa membukanya lagi, Kelvin langsung melemparkan tas tersebut tepat di depan Bambang.
"Itu uangnya, jika tak percaya bisa kamu hitung lagi dan segera pergi dari tempat ini dan jangan pernah menampakkan wajahmu di hadapanku lagi, Aku muak melihat tampang jelekmu." Bambang segera membuka isi tas tersebut dan langsung tercengang melihat tumpukan uang di depan matanya.
"Aku terima uang ini dan aku akan pergi sekarang juga." Bambang menatap ke arah Rudi, "Kau sungguh beruntung kedatangan dewa keberuntungan di waktu yang tepat yang bisa menyelamatkan kamu dan juga keponakanmu yang cantik itu."
"Tunggu dulu, pernikahan ini lanjut atau tidak?" tanya seorang laki-laki yang sedari tadi
menyaksikan perdebatan orang-orang yang tak ia kenal.
"Tanya saja pada mereka. Aku sudah tidak perduli, Aku akan pergi dan bersenang-senang dengan kedua istriku." Saut Bambang lalu pergi bersama kedua istrinya yang lain.
"Lanjutkan saja, dan aku akan menjadi pengantin prianya."Saut Kelvin
"Apa...Om bercanda, om mau nikahi saya?" tanya Klara yang terkejut.
"Iya, bukankah kamu yang minta aku untuk bertanggung jawab, dan sekarang aku mau tanggung jawab kenapa malah terkejut. Sekarang kamu harus menikah denganku dan akan ku jadikan kamu istri ke empat ku." Kelvin menarik tangan Klara dan membawanya menghadap penghulu.
Paman dan bibi Klara tak bisa berbuat apa-apa selain restui pernikahan dadakan antara Kelvin dan Klara, sedangkan Akas masih tak percaya dengan keputusan yang di ambil Kevin dengan menikahi gadis yang usianya terpaut dua belas tahun dengan dirinya.
_TBC
βοΈJANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK
βοΈππππβ€οΈπ
βοΈ TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR πππ