OB Milyader ( Menantu Sampah)

OB Milyader ( Menantu Sampah)
part 72


Sepanjang waktu Kelvin menemani Klara, bahkan saat Klara menjalani operasi Caesar untuk menyelamatkan bayi-bayinya.


Setelah perjuangan dan drama yang menegangkan, akhirnya ketiga bayi yang ada di dalam kandungan dapat dilahirkan.


Keterangan lahir dari pasangan


Tuan : Kelvin Casandro 35th


Nyonya : Klara Alisana 19th


1.Nama : Zack Casandro


Tanggal lahir : 22 - 02- 2022


Hari : Selasa


BB : 1,7 kg


Ket : Lahir sehat


2. Nama : Zion Casandro


Tanggal lahir : 22 - 02 -2022


Hari : Selasa


BB : 1, 6 kg


Ket : Lahir sehat


3. Nama : Zaira Casandro


Tanggal lahir :22 -02 - 2022


Hari : Selasa


BB : 1,0 kg


Ket : Meninggal


Dengan berat hati, Kelvin menerima jasad putrinya yang telah diserahkan untuk dimakamkan sedangkan kedua putranya masih berada dalam inkubator.


Klara yang sempat mengalami pendarahan hanya bisa terbaring dan belum bisa melihat anak-anaknya.


Kelvin memutuskan memakamkan putrinya tepat di samping sang ibunda. Putri kecil yang diberi nama Zaira akhirnya dimakamkan, Sebagai seorang ayah Kelvin berusaha menahan air mata dan kesedihan saat mengantarkan putrinya Ke liang lahat.


"Terimakasih sayang, kamu sudah mau berjuang demi mommy, walaupun akhirnya kamu pergi meninggalkan kami, semoga kamu tenang dan bahagia di tempat barumu bersama Oma di sana." berkali-kali Kelvin menci*um nisan putrinya sebelum pulang dan meninggalkan putrinya tertidur sendirian di makam.


Setelah selesai memakamkan Zaira, Kelvin kembali menemui istrinya untuk menemani dan menguatkannya. Saat kembali Klara sudah terbangun dan memperhatikan Kelvin yang terlihat sendang bersedih.


"Mas... kamu kenapa? kenapa wajahmu terlihat sedang sedih? apa terjadi sesuatu?" tanya Klara dengan suara lemah.


Kelvin duduk di samping Klara dan memegang tangan istrinya itu lalu meletakkan di pipinya.


"Mas tidak papa, semuanya baik-baik saja. Kamu gak perlu kuatir. Kamu fokus saja dengan proses penyembuhan." Klara hanya mengguk dan mengusap pipi suaminya dengan jemari.


"Mas sebenarnya aku pengen sekali melihat anak-anak kita, tapi dokter Anabel melarangku melihatnya, akukan jadi sedih gak bisa melihat mereka, Oya mas apa putri kita mirip denganku?" pertanyaan Klara kembali mengingatkan pada wajah putrinya itu.


"Dia sangat mirip denganmu, dia sangat cantik seperti dirimu." Kelvin tak tega untuk mengatakan sejujurnya jika putri mereka sudah tiada. Banyak hal yang harus di pikirkan sebelum memberitahu berita duka pada istrinya itu.


Kelvin tak dapat barkata apa-apa selain iya-iya dan iya.


Setelah Klara kembali tidur, Kelvin menemui dokter Anabel untuk menanyakan kondisi istrinya dan kemungkinan yang terjadi jika tahu bahwa putri yang didambakannya sudah tiada.


Setelah mendapatkan penjelasan, Kelvin pun melihat kedua putranya yang masih berada di inkubator. Walaupun belum bisa mengendongnya, kelvin cukup senang dengan kondisi kedua putranya yang sehat dari balik dinding kaca penghalang.


Sebuh tangan menepuk pundak Kelvin dan menyadarkan Kelvin dari lamunannya.


" Selamat ya Vin atas kelahiran putranya dan juga turut berdukacita atas meninggalnya putrimu." Ucap Akas, yang datang bersama yang lain.


"Wah, akhirnya kita bisa jadi paman. Nanti kalau sudah besar aku akan mengajari keponakan ku yang lucu ini banyak hal." Ucap Reza


"Jangan- jangan, ajaranmu itu sesat, kamu pasti akan mengajari junior Z jadi playboy kan." Saut Andra.


"Mereka tampan-tampan, perpaduan antara mamanya yang cantik dan papanya yang tampan, menghasilkan dua junior yang sangat tampan. Selamat ya Vin atas kelahiran putranya, Semoga kelak jadi Anak yang membanggakan. Oya bagaimana kabar Klara, bolehkah aku melihatnya?" Ucap Davan.


"Dia sedang istirahat, jangan di ganggu dulu, nunggu dia bangun baru kamu bisa menemuinya"


"Ohhh begitu, tak papa nanti saja aku akan menjenguknya." Saut Davan.


*****


Setelah dua hari menjalani istirahat total, Akhirnya Klara di izinkan untuk melihat anaknya. Hal tersebut membuat Klara benar-benar bersemangat untuk segera bertemu.


Untuk pertama kalinya Kelvin dan Klara masuk ke ruang NICU tempat kedua putranya yang sedang berada di inkubator.


Klara dan Kelvin menghampiri putra pertamanya Zack yang sedang terbangun dan tersenyum saat melihat kedua orang tuanya.


"Zack anak mommy yang paling tampan, sehat terus ya nak, biar kamu bisa segera mommy gendong." Tak terasa bulir-bulir air mata lolos begitu saja kerena kebahagiaan yang tak terhingga.


Setelah puas memandangi Zack mereka melihat putra keduanya Zion yang masih tertidur pulas.


"Lihatlah hidung dan bibir sangat mirip denganmu" ucap Kelvin sambil menunjuk.


"Dia juga tampan. Zion anak mommy yang pintar, sehat terus ya sayang, mommy juga gak sabar pengen segera gendong kamu dan melihat senyummu setiap saat.


Klara ingin melihat putrinya namun tak menemukan keberadaannya." Mas dimana putri kita? bukankah seharusnya dia juga ada disini? katakan padaku di mana putri kita mas." Klara mulai bingung dan panik saat tak mendapati keberadaan putrinya.


"Kita keluar dulu, nanti mas akan ksaih tahu." Kelvin membawa keluar Klara.


"Mana mas putriku, ditawat dimana dia, katakan padaku mas, cepat katakan."


"Maafkan aku sayang, putri kita..."


"Putri kita kenapa mas, katakan kenapa dengan putri kita..."


"Dia sudah pergi meninggalkan kita, dia sudah tenang di surga. Maafkan mas yang tidak mengatakan semuanya dari awal, karena mengingat kondisi kamu pasca operasi." Jelas Kelvin dan membuat Klara langsung syok, seakan tak percaya dengan ucapan suaminya itu.


"Gak mungkin, gak mungkin Zaira meninggal, mas pasti bohong kan, mas sedang buat kejutan padaku kan katakan dimana Zaira aku ingin melihatnya mas, aku benar-benar ingin melihatnya." Klara tak percaya dengan ucapan Kelvin dan terus meminta Kelvin untuk mempertemukan dengan putrinya.


"Klara, apa yang mas katakan benar, putri kita sudah meninggal sejak dalam kandungan, itu sebabnya kamu harus melahirkan secara prematur demi menyelamatkan kedua bayi kita yang bertahan." jelas Kelvin sekali lagi, dan membuat Klara langsung terdiam, dan tubuhnya melemah.


"Apa mas bilang, dia sudah meninggal sejak dalam kandungan, kenapa mas... kenapa mas baru bilang sekarang, kenapa mas gak kasih tahu aku kalau putriku sudah meninggal di dalam kandungan, Kenapa mas membiarkan aku terus berangan-angan bisa menggendong putriku, Kenapa mas...kenapa mas gak jujur dari awal kalau mas sudah tahu..."Klara pun menangis sejadi-jadinya hingga tubuhnya tak mampu lagi bertahan dan akhirnya pingsan, klara benar-benar tak siap menghadapi kenyataan jika putrinya yang diharapkan sudah tiada dan tak bisa memeluknya walau hanya sekejap.


Klara mendapat perawatan kembali dan selama itu pula Kelvin terus menerus memberikan pengertian pada istrinya, jika masih ada dua putranya yang ingin bersamanya.


✔️ jangan lupa tinggalkan jejak