
"Bi, kau sudah menipuku, kau bilang istriku hanya mencicipinya saja dan kamu bisa lihat ini, sampai bersih." Kelvin menunjukkan piring yang ia bawa sudah bersih, nasi goreng rasa nano-nano itu habis dimakan Klara.
"Maafkan aku tuan, aku kira nyonya hanya mencicipinya setelah tahu rasanya."
"Memangnya wanita hamil itu kehilangan Indra perasaanya ya, aku saja ingin muntah setelah mencicipinya tapi justru sebaliknya istriku bilang sangat enak." Kelvin terus saja merasa heran.
Setelah drama pagi hari, Kelvin segera bersiap untuk berangkat bekerja sedangkan Klara masih bermalas-malasan di atas ranjang.
"Hari ini, aku, kakek dan papa, akan pergi menghadiri undangan. Tolong awasi Aura dan jangan biarkan dia pergi kemana-mana. Kalau masih ada Kiki aku masih tenang. Tapi kan sekarang Kiki sudah kembali bekerja di tempat Paman ken.
"Iya. tenang saja, aku akan mengawasinya, tapi harus ada imbalannya."
"Apa itu harus?"
"Tentu. Aku cuma minta mas, buatkan sarapan setiap pagi selama satu Minggu." Kelvin menoleh ke arah istrinya yang tersenyum.
"Bukannya mas gak mau, tapi kamu tahu sendiri kan masakan mas gak enak, jadi jangan memintaku untuk melakukannya lagi."
"Siapa bilang gak enak, masakan mas rasanya mengalahkan masakan koki bintang lima." rayu Klara.
"Kita lihat besok saja, mas gak bisa janji. Kalau ada waktu biar mas kursus privat dengan bi Lily." Kelvin pun mengecup kening Klara sebelum berangkat.
Aura yang hari-hari mengurung diri di kamar, uang itu keluar kamar den hendak pergi.
Klara yang sedang nonton tv pun mendapati Aura.
"Mau kemana kamu Aura? mas Kelvin melarang mu untuk keluar rumah." Tegur Klara.
"Jangan berisik, aku mau pergi menemui seseorang, jangan pernah mengadu atau membuntuti aku." acam Aura lalu pergi.
"Klara yang tak berhasil mencegah pun mengikuti kemana perginya Aura. Klara penasaran sebenarnya siapa yang ingin di temui Aura dan ia masih punya tanggung jawab untuk menjaga Aura.
Klara mengikuti Aura dengan mengunakan taksi, karena sopir sedang mengantarkan Aura.
Klara menghubungi Kelvin, namun lagi-lagi panggilannya tak pernah di angkat." Mas Kelvin Kemana sih, situasi genting kaya gini masih gak di angkat juga penggilan dariku. Atau jangan-jangan nomor ku tidak di simpan di ponselnya. Awas saja kalau tebakanku benar, tak banting nanti ponselnya."Gerutu Klara sambil mengirim chat untuk memberitahu jika dirinya mengikuti Aura yang pergi.
Cukup jauh perjalanan yang di tempuh Aura dan Klara tetap mengikuti, hingga sampai di suatu tempat.
Aura keluar dari mobil dan meminta sopir mobil itu pergi. Klara dari kejauhan pun ikut turun dan mengintai dari kejauhan.
Kedatangan Aura di sambut seorang laki-laki dan membawanya masuk ke sebuah rumah besar namun jauh dari permukiman.
"Siapa laki-laki itu, kenapa Aura begitu menurut dengannya?" Klara pun mencari jalan untuk mendekati, namun saat hendak mendekat seseorang memukul dari belakang, membuat Klara langsung tersungkur dan pingsan. Sedangkan ponsel yang sedari tadi di pengganguran terjatuh dan terselip diantara rerumputan.
****
Setelah selesai metting, Kelvin baru menyadari ternyata ada panggilan dari Klara puluhan kali, dan mengirim satu pesan untuknya.
'Mas, kenapa setiap aku telpon gak pernah di angkat, apa mas gak suka jika aku ingin dengar suara Mas. Ahh... sudahlah kita bahas nanti di rumah. Aku cuma mau ngasih tahu kalau Aura pergi. aku sudah mencegahnya namun dia tetap maksa dan saat ini aku sedang mengikutinya. Jika aku tak kunjung kembali atau terjadi sesuatu padaku dan Aura. Segera temukan aku dan lacak keberadaanku.' pesan yang di kirim klara seolah sebuah firasat yang akan terjadi sesuatu pada.
Setelah membaca pesan itu, Kelvin bergegas pergi bersama Akas mencari keberadaan kedua wanitanya itu.
*****
"Aku ada dimana ini dan dimana Aura." Klara kebingungan dan mengedarkan pandangannya sampai terhenti tepat di pintu.
klara segera turun dari ranjang dan menghampiri pintu tersebut namun sayang pintu terkunci.
Tak lama pintu tersebut terbuka dan mendapati seorang laki-laki datang menghampiri dirinya.
"Siapa kamu? dan kenapa aku ada disini?" Klara ketakutan dan terus mundur saat lelaki itu terus mendekati Klara.
"Jangan takut aku tak akan melukai kamu, Kamu aman bersamaku. Apa yang kamu lakukan di rumah itu?" tanya balik lelaki itu dan membuat Klara teringat dengan Aura.
"Dimana Aura? apa yang terjadi padanya?" Klara kebingungan.
"Maksudnya gadis yang masuk kedalam rumah itu. Aku gak tahu, karena sampai sekarang dia juga belum keluar dari rumah itu."
Davan, laki-laki yang sudah membuat Klara pingsan dan ternyata Davan sedang mengintai gerak-gerik orang-orang yang ada di dalam rumah tempat yang di datangi Aura.
Klara mencari ponselnya dan ingin menghubungi suaminya namun tak menemukannya.
"Kembalikan ponselku. Aku harus mengabari suamiku."
"Ponsel, aku tidak mendapati kamu memegang ponsel."
"jangan bohong, aku membawa ponsel tadi." Klara pun berusaha mengingat-ingat dan akhirnya dia ingat jika ponselnya terjatuh saat dirinya dipukul.
"Ponselku pasti jatuh di tempat aku berdiri tadi. Cepat lepaskan aku. aku harus menghubungi mas Kelvin dia pasti sangat cemas padaku dan juga Aura."
"Jangan konyol kamu, apa kamu ingin mati dengan kembali ke sana. Tempat itu tidak aman, dan aku tidak yakin adikmu baik-baik saja jika sudah masuk kedalam sana. Tetaplah disini, aku mengambilkannya." Davan pun meninggalkan Klara dan kembali menguncinya.
*****
Kelvin pergi di titik terakhir Klara berhenti, sesuai petunjuk arah yang dikirim Klara melalui GPS.
"Vin, sebenarnya apa yang terjadi? kenapa Aura bisa pergi sejauh ini. Sudah hampir satu jam perjalanan kita, tapi kenapa belum ada separo dari titik terakhir Klara."
"Aku tak tahu, dan mudah-mudahan tidak terjadi sesuatu pada keduanya. Aku benar-benar menyesal mengabaikan panggilan Klara, Jika seperti ini jadinya tak mungkin aku membiarkan Klara." Kelvin begitu cemas dan berharap tak terjadi sesuatu pada istri, ditambah lagi kehamilannya yang masih muda.
"Vin jejak Klara hilang. Apa yang terjadi, kita masih jauh pula untuk sampai sana." Tiba-tiba keberadaan Klara tidak bisa di deteksi dan mereka kehilangan jejak.a
"Tidak mungkin, bagaimana ini bisa terjadi. Apa terjadi sesuatu pada istriku. Cepat lacak kembali aku tidak ingin kehilangan jejak istriku." Perintah Kelvin dengan penuh kecemasan.
Devan mencari-cari ponsel Klara dan menemukannya sudah dalam keadaan mati.
"aahhh ternyata ponselnya lowbat. Menyusahkan saja." Davan pun bergegas kembali untuk mengembalikan ponsel Klara.
_TBC
✔️ jangan lupa tinggalkan jejak