
Di sebuah perumahan tempat di mana pria yang sedang di cari Kelvin sedang mengadakan pesta besar bersama teman-temannya.
Kelvin dan Akas, berhenti tak jauh dari rumah tersebut dan menunggu waktu yang tepat untuk melancarkan aksinya.
Sepucuk rokok selalu ia nyalakan, menikmati sensasi menthol yang memberikan energi lebih, sebelum Kelvin melakukan aksinya.
Bagai singa keluar dari kandangnya, Kelvin menjadi sosok yang berbeda, sangar dan menakutkan, yang siap terjun untuk menghabisi para musuhnya.
Kiki mengetuk kaca mobil Kelvin," Pak di dalam ada sekitar lima puluh orang yang sedang berpesta." info yang di sampaikan Kiki yang sudah memantau dengan anak buahnya.
Kelvin masih saja santai, dengan sepucuk rokok menthol yang menemani.
Tak lama, Andra dan Reza datang dengan mobil masing-masing. Mereka pun menghampiri Kelvin.
Mereka datang atas undangan Kelvin, untuk ikut bersenang-senang.
"Apa sudah mulai, tanganku sudah lama tidak menghajar orang, rasanya sudah sangat gatal." Ucap Reza sambil mremas tangannya sendiri.
"Aku juga sudah gak sabar ingin mencincang mereka satu persatu, tapi ini tidak tersangkut dengan hukum kan." Ucap Andra yang jera dan tak ingin masuk penjara lagi.
"Kalian tenang saja. polisi pun tak akan berani ikut campur." Saut Akas.
Kelvin membuang sisa rokok yang di hsapnya ke tanah dan menginjaknya dengan sepatu.
"Mereka harus mendapatkan balasan yang setimpal, jika perlu mati malam ini juga." Ucap Kelvin dengan dingin.
Kelvin berjalan memimpin dan yang lain mengikuti masuk kedalam tempat tersebut. Pemandangan yang menjijikkan terlihat jelas melihat pasangan muda-mudi yang sedang berpesta. Kelvin menyambar sebuah botol yang berada di atas meja. Dengan ringan langsung di lemparkan ke arah DJ yang mengiringi musik, seketika DJ itu menghentikan musiknya dan semua orang yang ada matanya tertuju pada beberapa laki-laki yang sedang berdiri di ambang pintu.
"Kalian para wanita cepat keluar dari sini." Bentak Akas sambil menodong dengan menggunakan pistol.
Para wanita semua berteriak dan berhamburan keluar tak karuan dan menyisakan para pria-pria yang akan di hajar oleh para singa yang lapar.
"Siapa kalian, berani sekali mengacau pesta kami." tegur salah satu pria yang ada.
Mata Kelvin tak hentinya mencari laki-laki yang di lukis Aura dari antara semua laki-laki yang ada di dalam ruangan itu.
Pandangannya pun terhenti pada salah satu lelaki yang bersembunyi di antara yang lainnya. Kemarahan Kelvin meluap dan otot-ototnya menegang ingin segera menghajar pria itu sampai mati.
"Kenapa kalian diam saja, maju dan hajar pengganggu itu." teriak laki-laki yang di incar kelvin
perkelahian pun tak dapat di elakkan. Saling hajar dan saling menyerang satu sama lain. di pihak Kelvin hanya ada Kelvin, Akas, Andra, Reza, Kiki, dan lima anak buahnya menghajar tiga puluh laki-laki yang ada di ruangan tersebut.
Kelvin hanya mengincar laki-laki yang sudah menghancurkan hidup Aura, laki-laki yang sepintas pernah di lihat Kelvin bersama dengan Aura.
Jajaran bertubi-tubi Kelvin lakukan, hingga lelaki itu babak belur tak berdaya. Darah memenuhi wajahnya.
Ditariknya kerah baju lelaki itu dengan kasar, "Katakan padaku, apa motifmu melakukan itu pada adikku. Cepat katakan atau kau akan mati sekarang juga." ucap Kelvin penuh kemarahan.
" Marcel, kali ini kamu tak akan bisa selamat lagi, sampai kapan kau akan terus bersembunyi dariku. Akan ku habisi kamu dengan tanganku." Kelvin benar-benar sudah kehabisan kesabaran.
Setelah puas menghajar, laki-laki yang sudah menikmati tubuh Aura. Kelvin dan teman-temannya meninggalkan semua orang yang sudah babak belur di hajar. walaupun luka memar juga di dapat, tapi mereka puas sudah menghajar habis-habisan.
Kelvin melepas kemejanya yang berlumuran darah lalu membuangnya dan mengganti pakaiannya dengan uang baru. Segera mengobati luka memar di wajahnya dan berusaha menutupinya agar istrinya tidak mempertanyakan apa yang terjadi.
Sekitar pukul dua dini hari, kelvin baru kembali ke mansion. Ia terkejut mendapati kakek dan papanya tidur di teras sedangkan pintu sudah tertutup.
"Kek, papa, kenapa kalian tidur di sini? dan kapan kalian datang." Kelvin membangun dan langsung mengajaknya masuk.
"Darimana saja kamu, kakek dan papamu kedinginan di luar, setelah di usir wanita aneh sore tadi."
"Wanita aneh?"
"Iya, pelayanmu yang gak punya sopan santun. Sudah berani mengusir kami keluar rumah." pertegas Kakek.
"Siapa yang di maksud kakek? apa mungkin bi Lily... atau jangan-jangan Klara yang melakukannya." gumam Kelvin.
"Lagian kenapa kakek dan papa gak bilang-bilang kalau kembali ke Indonesia. Setidaknya aku bisa menjemput dan menyambut kalian." Kelvin membuatkan kopi sendiri di dapur untuk kakek dan papanya serta untuk dirinya.
"Papamu yang memaksa, untuk kembali ke Indonesia. jadinya kami datang mendadak. Oya aku minta besok kamu ganti pelayanmu itu dengan yang baru."
"Apa keadaan Aura baik-baik saja?" tanya Alexo saat buka suara. Kelvin langsung menghentikan tangannya yang sedari tadi mengudak kopi.
"Kita bicaranya besok saja, lebih baik kamu istirahat dulu, kamu belum benar-benar pulih. Vin antarkan papamu ke kamar setelah itu baru kita lanjut ngobrolnya.
Kelvin pun mematuhi perintah, dan segera mengantarkan Alexo ke kamarnya dan kembali menghampiri kakeknya.
"Kek, apa papa sudah tahu mengenai Aura? tanya kelvin dengan ragu.
"Belum, tapi sepertinya Alexo sudah punya firasat mengenai putrinya."
"Apa yang harus aku lakukan kek, apa yang harus aku katakan pada papa, jika aku sudah gagal menjadi kakak yang tak bisa melindungi adiknya."
"Tenang Vin, kakek ada di sini. Kakek tahu, apa yang terjadi pada Aura menjadi beban berat, dan kamu sebagai seorang kakak juga menanggung itu. Tapi yang terjadi ini bukan salahmu, kamu juga tak bisa mengawasi Aura dua puluh empat jam, mungkin ini cobaan yang harus di lalui Aura."
Mereka pun ngobrol sebentar sebelum pergi istirahat.
Di kamar kelvin mendapati Klara yang sudah tertidur dengan lelap.
"Apa yang sudah klara lakukan, dan apa yang terjadi sempai dia berani mengusir orang yang lebih tua darinya." gumam kelvin kembali yang diselimuti rasa penasaran dan berfikir apa yang akan terjadi esok jika istrinya tahu bahwa yang telah dia usir adalah kakek dan juga papa mertuanya.
_TBC
✔️ jangan lupa tinggalkan jejak