OB Milyader ( Menantu Sampah)

OB Milyader ( Menantu Sampah)
masih tersegel


Kelvin menatap dengan lekat, wajah imut Klara untuk pertama kalinya. Aroma tubuhnya membangkitkan ular yang tertidur, sungguh aroma wanita yang sangat khas mer*ngsang otak untuk menginginkan yang lebih.


"Kau berani menggodaku sekarang, apa kamu sudah siap melayaniku malam ini." bisik Kelvin dengan lembut di telinga Klara.


"Aku... aku..." Klara yang belum selesai menjelaskan sudah mendapatkan serangan dari Kelvin tepat di bbrnya yang telah membuatnya terjebak dalam pernikahan.


Sambil memejamkan mata, Klara yang masih kaku berusaha mengimbangi permainan Kelvin yang sudah panas.


Kelvin mengangkat tubuh Klara dan membawanya ke atas ranjang dan meletakkannya dengan pelan dan kembali memandang wajah Klara yang tersipu malu dengan wajah yang mulai memerah.


Kelvin kembali mendaratkan cium*nanya di bibir Klara dan Klara mulai bisa mengimbangi sedangkan salah satu tangan Kelvin menyusuri tubuh Klara yang sangat halus.


"Apa kau menginginkannya baby."


"Apa setelah ini, mas akan jadi milikku seutuhnya?"


"Tentu, aku kan menjadi milikmu seutuhnya."


"Tapi aku takut mas, ini baru pertama bagiku."


"Tidak papa baby, aku akan pelan-pelan, aku pastikan kau akan puas malam ini."


"Pelan-pelan ya mas." Kelvin pun mengangguk dan tersenyum setelah mendapatkan izin dari sang istri.


Perlahan Kelvin menanggalkan lingerie yang di kenakan Klara bbrnya tak hentinya terus menci*um dan menj*lat setiap inci kulitnya.


Kejant*nannya mulai menegang dan ingin sekali segera keluar.


D*sah*n Klara terus membuat Kelvin makin tak tahan untuk segera menyatu namun ia masih bertahan, ia ingin memuaskan Klara dengan sentuhan yang baru pertama kali ia rasakan.


Gunung kembar yang masih prawn begitu menega*g dengan indahnya tak luput dari jamaah tangan kekar Kelvin.


Klara semakin mengg*liat setiap mendapatkan sentuhan dari tangan Kelvin.


Tangan kekar itu mulai menyusur ke bagian bawah, menyentuh bagian sensitif milik Klara.


Klara kembali men**sah Setelah bagian sensitif miliknya di Sentuh.


Kelvin pun menanggalkan sisa pakaiannya sehingga ular yang sedari tadi memberontak akhirnya bisa bebas.


Kelvin kembali ******* bbr yang akan membuatnya candu, begitu manis dan legit.


"Apa kau siap baby?"


"Pelan-pelan ya mas." jawab Klara dengan nafas memburu.


Kelvin pun mulai memposisikan dengan tepat dan dengan pelan-pelan mulai masuk untuk menerobos sesuatu yang masih memiliki penghalang.


Klara sedikit merintih menahan sakit untuk kali pertamanya saat milik Kelvin berhasil menerobos pertahanan yang tersegel.


Kelvin menghentikan sejenak dan menghapus air mata yang mengalir di sudut mata Klara.


Mereka pun melanjutkan aktivitas ranjang yang terhenti sesaat untuk pertama kalinya, dan keduanya pun mencapai pelepasan dengan sempurna.


Mereka pun menghabiskan malam pertama yang sempurna, Kelvin mendapatkan seorang istri yang masih segel dan sangat polos.


*********


Keesokan harinya saat sarapan, Akas dan Aura senyum-senyum mendapati Klara yang memiliki beberapa tanda di lehernya yang lupa Klara tutupi.


"Huusstt, Kak Akas, jangan buat malu kakak ipar." saut Aura.


"Kalian apaan sih, aku jadi malu." saut Klara.


"Ternyata kalian dalang dari semuanya, kalian berdua sungguh keterlaluan dengan ipar sendiri."


"Aura. jangan lagi kamu mengikuti ajaran Akas, dia itu menyesatkan. Kakak gak mau kamu mengenal hal begitu dengan salah." Tegur Kelvin yang yang mengetahui jikalau mereka berdua yang melakukannya dengan memberikan obat perngs*Ng dosis rendah pada Klara namun Kelvin tak ingin menjelaskannya dihadapan Klara agar ia tak salah paham.


"Maafkan aku kak, aku tak akan mengikuti ajaran kak Akas lagi, janji." jawab Aura.


"Pak, sepertinya bapak hari ini harus ke kantor, banyak dokumen yang harus bapak tanda tangani. Oya dan malam nanti ada undangan klien untuk makan malam." Jelas Sonia, menyela pembicaraan Kelvin dan Aura.


"Makan malam, kenapa baru kamu kasih tahu sekarang." protes Kelvin dengan jadwal yang mendadak.


"Maafkan aku pak, karena lupa menyampaikannya pada bapak."


"Baiklah, atur saja waktunya. Aku akan datang."


"Maafkan aku Klara, sepertinya malam ini aku tidak bisa makan malam bersamamu, kau dengar sendiri aku ada janji dengan klien. "


"Gak papa mas, lagian aku masih sangat lelah, lain kali juga gak papa. mas sudah mengabulkan permintaan aku itu sudah cukup." Jawab Klara.


Hari ini Sonia begitu berbeda, penampilannya jauh lebih cantik dan seksi di banding sebelumnya, Akas yang jeli pun tak luput memberikan pujian.


"Sania hari ini kamu terlihat berbeda, kamu terlihat lebih cantik di tambah penampilanmu sekarang kau terlihat lebih seksi.


"Benarkah? aku hanya mengikuti saran teman-teman, buat memperbaiki penampilanku. Apa aku terlihat lebih cantik pak Kelvin."


Kelvin memperhatikan penampilan Sonia dari ujung rambut hingga ujung kaki lalu mengangguk, "Kau terlihat lebih cantik, aku lebih suka penampilanmu yang sekarang." jelas Kelvin membuat Sonia tersipu malu, walaupun sebenarnya Kelvin hanya berusaha menghargai usaha Sonia yang ingin merubah penampilannya.


"Aku berubah juga karena kamu pak, aku akan berusaha mendapatkan hatimu, walaupun hanya secuil, tapi aku akan berusaha." gumam Sonia dan mereka pun segera pergi ke kantor bersama.


Selama dalam mobil, Sonia begitu gelisah karena tak nyaman dengan pakaian yang ia kenakan, sangat terlihat jelas dari pergerakannya.


"Jika kamu tak nyaman, jangan di kenakan lagi pakaian itu, Aku tak menuntutmu berpenampilan seksi."


"Aku nyaman kok pak." Sonia berjuang untuk mendapatkan perhatian dari Kelvin.


Kelvin meminta Akas agar singgah di butik yang dilewati. Ia pun turun seorang diri dan masuk kedalam butik. Tak lama kemudian ia keluar membawa paper bag dan kembali kedalam mobil.


"Sesampainya di kantor, ganti pakaianmu dengan yang ini." Kelvin menyerahkan paper bag pada Sonia.


"Apa ini, dia bilang padaku kalau suka penampilanku, tapi kenapa dia memintaku untuk mengganti pakaian lagi." Sonia nampak kecewa, namun tak ia tampakkan.


Sesampainya di kantor Sonia segera mengganti pakaiannya beberapa kali ia memandang tubuhnya sendiri saat mengenakan pakaian dari Kelvin, ia terlihat lebih nyaman dan tak mengurangi penampilannya yang cantik.


"Ternyata pak Kelvin tahu,style yang cocok buatku. Aku jadi bersalah dengannya, sepertinya selama ini dia juga perhatian padaku tapi akunya yang tak peka, buktinya dia bisa tahu pakaian mana yang cocok tanpa perlu bertanya padaku. Aku makin yakin kalau aku pasti bisa mendapatkan hati pak Kelvin, jadi simpanan pun tak papa aku ikhlas." oceh Sonia pada dirinya sendiri di depan cermin, sebelum ia kembali untuk bekerja dengan nyaman.


_TBC


...Jangan ada yang komen typo ya, itu memang di sengaja. Dan seharusnya update tadi malam tapi gagal....


✔️ jangan lupa tinggalkan jejak


✔️👍🎁📝🔖❤️💙🙏🙏🙏