OB Milyader ( Menantu Sampah)

OB Milyader ( Menantu Sampah)
part 67


Pertemuan antara Klara dan kakaknya menyisakan luka di hati keduanya, entah salah paham atau ada rahasia dia antara keduanya, yang jelas tidak ada keterbukaan yang membuat keduanya tak akur.


Kelvin yang sebenarnya sudah tahu apa yang terjadi pada istrinya tak ingin menambah masalah dengan bertanya tentang kesedihannya. Kelvin memilih untuk menunggu sampai Klara mau bercerita dan terbuka padanya.


Hari yang di tunggu pun tiba, tinggal menunggu beberapa jam lagi sebelum acara di mulai. dengan mendatangkan MUA terbaik untuk merias penampilan calon ibu yang tak bisa merias sendiri.


"Ini nyonya jusnya" Lily mengantarkan jus untuk Klara sesuai permintaannya.


"Makasih bi, bagaimana bi, apa semua sesuai rencana?" tanya Klara memastikan.


"Tenang saja nyonya, tinggal menunggu reaksinya saja."


"Bagus, jika berhasil, nanti aku kasih bonus buat kamu. Sekarang pergilah." Klara benar-benar senang bisa memberi pelajaran pada Klara agar tidak bisa datang di pestanya.


Dengan gaun berwarna biru laut Klara terlihat begitu anggun, dengan perut yang sudah terlihat besar walau usianya baru jalan empat bulan.


"Apa sudah siap sayang? Tanya Kelvin yang memeluk istrinya dari belakang saat Klara sedang berdiri di depan cermin.


"Eeemmm, aku sudah tidak sabar ingin menikmati pesta yang akan menjadikan aku seorang Putri."


Kelvin pun menggendong Klara dan membawanya keluar kamar dan ingin segera membawanya ke tempat pesta, karena Kelvin sudah menyiapkan hadiah spesial untuk istrinya itu.


"Mana Aura? kenapa dia belum juga turun."


"Entahlah mas, aku juga tidak tahu."


"Aura... buruan, kita bisa terlambat." teriak Kelvin.


"Tunggu sebentar." Dengan terburu-buru Aura menuruni anak tangga.


"Aku sudah siap, ayo kita berangkat." baru beberapa langkah Aura melangkah, Aura kembali memegang perutnya dan menghentikan langkahnya.


"Aauuuhhh...."


"Kenapa Aura? apa perutmu sakit? apa ada masalah dengan kehamilanmu?" Kelvin bertanya dengan ekspresi cemas.


Klara senyum-senyum penuh kemenangan, atas obat pencuci perut yang diberikan Lily melalui jus.


"Aku tidak papa, cuma mulas saja. Kakak berangkat duluan saja, nanti aku menyusul." Aura segera kembali ke kamarnya dan segera menuju toilet.


"Aura kenapa sayang? tak seperti biasanya dia begitu."


"Gak usah kuatir kan Aura, dia akan baik-baik saja,. Mas duluan ke mobil nanti aku susul, aku mau bicara sebentar dengan bi Lily.


"Baiklah mas tunggu di mobil, jangan lama-lama nanti terlambat." Kelvin pun melangkah duluan ke mobil sedangkan klara menghampiri Lily.


"Bi, jangan lupa nanti kunci kamar Aura dari luar jangan biarkan dia bisa keluar dan mengacau pestaku." pesan Klara pada Lily.


"Siap nyonya akan saya laksanakan, nyonya tenang saja dan nikmati pesta nyonya."


Dengan senang Klara pun pergi bersama Kelvin tanpa ada yang akan menggangu.


Tanpa sepengetahuan Klara banyak sekali yang di undang Kelvin, walaupun dengan penjagaan yang ketat.


Tak hanya itu saja, Kelvin sengaja mengatakan Anita dan juga Davan sebagai tamu spesial di akhir acara.


Acara di adakan di salah satu hotel dengan konsep wara biru laut, sesuai warna kesukaan Klara.


Kelvin mengundang para kerabat dan tamu penting untuk datang dan membagikan momen bahagia yang sedang di rasakan Kelvin yang sebentar lagi akan menjadi calon orang tua.


Banyak yang terkejut dengan kabar gembira itu, pasalnya tak terdengar kabar mengenai pernikahan Kelvin, dan tahu-tahu sudah mengadakan acara baby shower.


Satu persatu tamu datang dan memberikan hadiah untuk calon ibu dan juga calon bayi yang masih di rahasiakan gender nya.


Saat sedang menikmati pesta, Anita datang seorang diri dengan membawa sebuah kado, dan kedatangannya atas undangan langsung dari Kelvin.


Kelvin yang melihat kedatangan Anita langsung datang menghampiri seorang diri, karena Klara sibuk dengan para calon mommy muda termasuk Maya.


"Selamat datang dokter Anita, Terimakasih sudah mau datang memenuhi undanganku." Ucap Kelvin sambil menjabat tangan Anita.


"Tentunya aku yang berterima kasih bisa dapat undangan VVIP langsung dari pimpinan CS company. Bisakah kau perkenalkan aku dengan istrimu, aku ingin memberikan hadiah kecil untuknya."


"Tentu saja, dia ada di sana." Kelvin menunjuk kearah para calon ibu. Mata Anita langsung menunjuk para kerumunan wanita."


"Yang mana?"


"Yang mengenakan gaun wanita biru laut." jelas Kelvin. Anita langsung tertuju pada wanita yang sangat ia kenal.


"Klara... apa dia istrimu?" tanya Anita yang terkejut melihat sosok adiknya yang sedang mengenakan gaun berwarna biru laut.


"Iya dia istriku, namanya Klara. Mari aku antar untuk bertemu dengannya. Dia pasti senang bisa bertemu denganmu." Dengan ragu-ragu Anita mengikuti langkah Kelvin untuk bertemu dengan Klara.


"Klara..."


"Iya mas, ada apa?"


"Ada yang ingin bertemu denganmu." Anita pun muncul dari belakang Kelvin dan memberi kejutan yang tak terduga di hari bahagianya.


"Klara..." Panggil Anita. Klara menatap suaminya lalu menatap kembali Anita


"Oh... anda tamunya mas Kelvin ya, terimakasih sudah berkenan datang, silahkan dinikmati pestanya. Permisi sebentar ya, aku mau ke toilet dulu." Klara pun langsung pergi tanpa basa-basi lagi. Anita terdiam dia tak berkata apa-apa lagi, melihat adiknya menghindar ketimbang bertengkar lagi dengannya.


Saat hendak pergi ke toilet, tak sengaja Klara menabrak seseorang yang baru saja dari toilet.


"Maaf, maafkan aku... aku gak sengaja." Klara beberapa kali meminta maaf tanpa tahu siap yang sedang ia tabrak.


"Klara..." panggil pria itu.


Mendengar namanya dipanggil, Klara langsung menatap laki-laki itu, yang sudah mengenal dirinya. Siapa sangka, orang yang dikiranya sudah meninggal tiba-tiba saja bertemu dalam keadaan baik-baik saja.


"Davan... kamu masih hidup, kamu baik-baik saja. Aku kira..." Klara memeriksa tubuh Davan dan semua baik-baik saja, karena begitu senang pertemuannya dengan Davan, Klara pun langsung memeluknya.


"Kamu bisa lihat sendiri kan aku baik-baik saja." Davan membalas pelukan Klara. Davan pun merasa senang, akhirnya bisa bertemu kembali dengan Klara.


Tanpa mereka sadari, Kelvin yang mengikuti Klara mendapat kejutan yang luar biasa, melihat adegan tak terduga, istrinya sedang memeluk laki-laki lain.


Seketika itu juga, Kelvin marah dan tak rela istrinya di peluk laki-laki lain selain dirinya sebagai suaminya.


"Apa yang kamu lakukan Klara?" pertanyaan Kelvin yang langsung mengejutkan keduanya. Klara dan Davan langsung melepaskan pelukannya begitu di lihat Kelvin.


"Mas..." Aku bisa jelaskan semuanya. Dia laki-laki yang..."


"Yang sudah menyelamatkan kamu, itu kan yang ingin kamu jelaskan." sela Kelvin, klara langsung menunduk tak berani menatap suaminya yang sedang marah.


"Pak... Saya bisa jelaskan."


"Diam kamu, jangan ikut campur dengan urusan keluargaku." Bentak Kelvin.


_TBC


❤️❤️❤️ Author akan crazy up kalau kalian mau mampir, kalau gak ada yang mampir, gak akan crazy up, maksa nie🤣🤣❤️❤️❤️


✔️ jangan lupa tinggalkan jejak