
Dengan membawa coklat dan boneka kesukaan Ayana, Kelvin pergi ke sekolah taman kanak-kanak tempat dimana Ayana belajar.
Kelvin menunggu di luar gerbang sampai anak-anak pulang sekolah.
"Ayana... "Panggil Kelvin sambil melambaikan tangannya.
"Papa... "Ayana langsung berlari menghampiri Kelvin dan langsung memeluknya.
"Papa, Ayana kangen sama papa." Ayana langsung mencium kedua pipi Kelvin.
"Papa juga rindu sayang, oya ini papa bawa coklat dan boneka buat kamu sayang." Kelvin mengeluarkan coklat dan boneka yang sebelumnya di sembunyikan.
"Hore... Hore... Ayana suka." Ayana kegirangan saat mengambil hadiah tersebut.
Tak lama sebuah mobil bewarna putih datang dan berhenti tak jauh dari Kelvin dan Ayana.
"Papa, mama datang." ucap Ayana sambil menunjuk ke arah mobil tersebut.
"Mama sekarang kasih papa baru buat Ayana, tapi Ayana gak mau papa baru, maunya sama papa Joni." Ayana kembali memeluk Kelvin.
Arumi datang menghampiri, Ayana untuk dibawanya pulang.
"Mama... mama... papa datang nemuin Ayana, dan lihat ini ma, papa bawa coklat dan hadiah buat Ayana. " jelas Ayana kegirangan.
"Ayana masuk dulu ke dalam mobil, mama mau bicara sebentar dengan papamu." perintah Arumi dan Ayana mengikuti dengan masuk kedalam mobil hingga tidak bisa mendengarkan pembicaraan kedua orang tuannya.
"Mas, mulai sekarang lupakan Ayana, jangan temui dia lagi. Aku tahu mas sayang dengannya, tapi mas tahu kan kalau Ayana tidak ada hubungan apapun dengan mas, jadi aku harap mas bisa mengerti dan jangan temui dia lagi." Jelas Arumi dengan penuh penekanan.
"Tapi, aku sudah menganggap dia anakku sendiri, apa salahnya jika aku menemuinya walaupun hanya sebentar."
"Itu salah mas, dengan mas menemui Ayana, Ayana akan sulit melupakan mas. Jadi tolong lupakan Ayana, biarkan dia hidup bahagia bersamaku dan juga papa barunya." jelas Arumi sambil menahan air mata.
"Baik, jika itu maumu aku tidak bisa memaksa. Kamu benar aku tidak ada hubungan apapun dengan Ayana, yang berhak menentukan hidup Ayana hanyalah kamu, sebagai ibunya. Tapi bisa kah kamu memberikan ku kesempatan agar aku bisa menghabiskan waktu sehari saja untuk bersama dengan Ayana, setelah itu aku janji tidak akan pernah menemuinya lagi."
"Baiklah satu hari dan ini untuk yang terakhir kalinya." Arumi memberikan izin Kelvin untuk bersama hanya satu hari dan itu pun tak di sia-siakan kelvin. Dengan segera kelvin menghampiri Ayana dan membuka pintu mobilnya.
"Ayana..."
"Eeemmm"
"Ayana mau jalan-jalan dengan papa, beli boneka yang banyak sekali." bujuk Kelvin dan Ayana mengguk. Kelvin segera membawa pergi Ayana dan meninggalkan Arumi seorang diri.
Sangat terlihat jelas kebahagiaan yang di rasakan Ayana, setelah cukup lama Kelvin tak bertemu dengannya. Tak hentinya Ayana terus bercerita tentang hari-hari di sekolah dan kebersamaannya dengan yang mama.
Kelvin hanya bisa tersenyum, dan menjadi pendengar yang baik untuk anaknya dan sesekali bercanda, walaupun dalam hatinya kelvin belum bisa, jika harus kehilangan malaikat kecilnya, Walaupun bukan darah dagingnya, Kelvin puas merawatnya, menggendongnya, menimangnya mengajarinya berjalan. Ayana adalah malaikat kecil yang dititipkan untuk Kelvin jaga selama lima tahun.
Kelvin membawa Ayana pergi ke mall berbelanja banyak sekali mainan, apapun yang di tunjuk Ayana semua di beli dan rata-rata yang di ambil Ayana adalah boneka berbagai jenis.
"Sudah pa, Ayana sudah dapat banyak boneka. Ayana mau pulang, ayana sudah ngantuk." Jawab Ayana sambil membuka mulutnya dan menguap sesekali.
"Baiklah, kalau begitu kita pulang ke rumah papa, besok baru papa antar ke rumah mama. Oke." Ayana mengangguk.
Akhirnya Kelvin membawa Ayana pulang ke mansion untuk pertama kalinya, namun saat itu Ayana sudah terlelap dalam tidurnya.
Sesampainya di mansion, Ayana langsung di bawa Kelvin ke kamarnya dan segera meletakkannya di atas kasur king size miliknya.
Saat Kelvin keluar kamar di dapati Aura sedang berdiri mematung menatap Kelvin seolah ingin bertanya.
"Dia putriku, Ayana namanya." jelas Kelvin sebelum Aura bertanya.
"Kak kelvin sudah menikah? lalu mana istri kakak? kok Aura gak ada lihat?" tanya Aura dengan penasaran.
"Istri! kakak sudah cerai." jelasnya singkat.
"Sudah malam kenapa belum tidur?"
"Aku gak bisa tidur kak, Kangen sama Ayah. Aku gak terbiasa di tinggal Ayah, dan disini aku juga gak ada kesibukan yang bisa membuatku melupakan sejenak kepergian ayah untuk berobat."
"Apa kamu ingin berlibur? jika ia katakan padaku kau ingin kemana, biar nanti Akas urus kan keberangkatanmu."
"Tidak kak, aku akan pergi jika ayah sudah sembuh, aku janji akan membawa ayah berlibur ke tempat yang selalu kami impikan. Eeeemmm jika boleh, apa aku bisa mencari pekerjaan, aku ingin bekerja dan mengumpulkan uang buat kami berlibur."
"Bekerja? apa fasilitas yang aku berikan padamu itu kurang? tidak, untuk saat ini kamu tidak boleh bekerja, kamu harus tetap dalam pengawasan ku. Habiskan saja waktumu untuk menikmati fasilitas yang aku berikan, jika ingin belanja atau apapun itu silahkan, tapi untuk bekerja tidak." Dengan tegas Kelvin melarang, ia pun memilih kembali ke kamarnya, membatalkan tujuannya yang hendak bersantai di ruang keluarga.
"Pa..." Panggil Ayana saat terbangun, lalu ia menangis.
"Hai sayang, kenapa kamu menangis, apa kamu sedang mimpi buruk, tenang sayang ada papa disini menemani kamu." Dengan suara lembut, Kelvin menenangkan putrinya yang tiba-tiba saja menangis.
"Ayana takut pa, Ayana mimpi papa ninggalin Ayana. Papa gak akan ninggalin Ayana kan pa?" Ayana menangis dalam pelukan papanya. Kelvin mengusap rambut Ayana yang terurai sepinggang dan berkali-kali mengecup pucuk rambutnya.
"Tenang sayang, papa akan selalu bersamamu, itu hanya mimpi buruk saja, dan tidak akan terjadi padamu."
'Maafkan papa nak, terpaksa papa berbohong padamu, papa tidak punya hak untuk mengambil kamu dari mamamu, karena papa bukan papa kandungmu. Sampai kapanpun papa akan tetap menganggap mu sebagai anak papa.' Gumam Kevin dalam hati yang tak mampu di ucapkannya.
'Aku tahu, papa bohong padaku, papa hanya berpura-pura agar aku tenang. Aku dengar semuanya pa, mama memintamu untuk meninggalkan aku, iya kan pa. Jika pada akhirnya papa akan ninggalin aku, lebih baik aku tidak bisa melihat selamanya daripada aku bisa melihat papa, tapi papa malah pergi ninggalin aku, selama ini yang menjadi penyemangat ku untuk bisa melihat itu hanya papa. Papa yang selalu bilang bahwa kupu-kupu itu sangat indah dan memiliki banyak warna, papa yang selalu bilang, bintang di langit selalu berkedip di malam hari, tapi hari ini aku tidak ingin melihatnya sama sekali, agar aku bisa mendengarkan suara papa saat menceritakan semuanya yang tak bisa aku lihat." suara hati gadis kecil yang takut kehilangan Papanya.
_TBC
✔ jangan lupa tinggalkan jejak.
✔👍📝🔖🎁💙 selalu di tunggu