OB Milyader ( Menantu Sampah)

OB Milyader ( Menantu Sampah)
Kenangan


Cantik, manis, dan seksi pujian yang layak di berikan pada wanita muda yang berstatus sebagai istri dari Kelvin Casandro CEO CS company.


Kelvin begitu memanjakan Klara bak seorang permaisuri. Begitu juga dengan Klara. Perlakuan Kelvin membuatnya semakin cinta, tak perduli jarak usia terpaut jauh, namun penampilan Kelvin masih terlihat lebih muda dari usianya.


"Mas... " panggil Klara sambil memainkan jemarinya di atas dada bidang Kelvin. " Mas Kelvin kalau kalau nanti Klara hamil, mas maunya anak cowok apa cewek?" tanya Klara tanpa malu-malu lagi. Cepat ataupun lambat ia juga akan tetap melahirkan anak untuk suaminya.


"Cowok, karena dia yang akan menjadi pewaris selanjutnya dan aku ingin kamu bisa melahirkan tiga anak untukku."


"Tiga... gak ah, aku cuma mau sekali melahirkan dan punya anak kembar itu sudah cukup kan."


"Kembar... kalau kembar tiga bagaimana?" goda Kelvin.


"Yang penting kembar, mau dua, tiga, bahkan lima pun kalau kembar aku mau. Tapi cukup sekali saja."


"Iya baiklah, yang penting aku segera memiliki keturunan. Jika nanti kamu selesai ujian belum juga positif, aku akan mengajakmu setiap malam untuk membuat sampai jadi."


"iiihhhh, mas Kelvin gak sabaran banget. Kan bisa pelan-pelan gak harus tiap malam juga kan." polos dan juga manja membuat Kelvin semakin candu, ingin rasanya selalu berada di dekat istri kecilnya itu.


Setelah selesai sarapan, Kelvin menemani Klara jalan-jalan ketempat- tempat yang pernah menjadi kenangan bersama orang tuanya ketika dirinya masih berusia sepuluh tahun.


Seperti kembali menjadi anak-anak Klara bermain permainan yang sangat ia sukai saat masih kecil. Kelvin hanya menemani bahkan beberapa kali Klara mengajaknya untuk bermain bersama namun Kelvin menolak ia hanya ingin melihat istrinya terus tertawa lepas.


Setelah cukup lelah bermain Klara duduk di bangku panjang dan menyandarkan kepalanya di bahu Kelvin.


"Makasih mas, hari ini aku benar-benar bahagia, mas sudah mewujudkan semua keinginanku untuk bisa kembali bermain di sini." Tak terasa air mata menetes membasahi pipi Klara. Kenangan bersama kedua orang tuanya kembali membayangi.


Kelvin memeluk Klara, membiarkan Klara menumpahkan kesedihannya.


"Sebenarnya apa yang terjadi dengan orang tuamu?" tanya Kelvin.


"Mama dan papa meninggal saat kembali dari perjalanan bisnisnya. Aku tak tahu tepatnya bagaimana terjadinya kecelakaan itu. Bibi bilang saat dalam perjalanan ada sebuah mobil yang melaju kencang dan mengalami rem blong menghantam beberapa kendaraan termasuk mobil orang tuaku."


"Yang sabar ya, maaf mas benar-benar gak tahu kalau kamu memiliki kenangan pahit kehilangan kedua orangtuamu."


Klara menghapus air matanya dan mencoba tegar, "Aku sudah ikhlas kok mas, sudah tujuh tahun berlalu dan aku juga sudah bisa menerima kenyataan mungkin sudah takdirnya mama dan papa pulang."


"Tujuh tahun yang lalu..." Tiba-tiba saja kepala Kelvin terasa sakit, saat mengingat kejadian tujuh tahun yang lalu dan merubah semua keadaan. Kelvin memijit-mijit pelipisnya untuk mengurangi rasa sakit.


"Mas Kelvin gak papa? apa mas Kelvin sakit?" tanya Klara dengan kuatir.


"Tidak, aku tidak papa, kita kembali ke penginapan sekarang, jalan-jalannya kita lanjutkan besok ya." Kelvin pun memutuskan kembali ke penginapan agar ia bisa segera beristirahat dan Klara menyetujuinya.


*****


Hal buruk baru saja menimpa Aura, lelaki yang ia percaya dan dia cintai tega menjebaknya dan merenggut kesucian Aura dengan paksa.


Ternyata minuman yang diberikan laki-laki itu telah di bubuhi obat per*ngsang, Aura yang tak berdaya menjadi santapan lelaki bajingan itu bersama kedua kawannya. Tak hanya kekerasan s*ksual saja yang di alami namun kekerasan fisik juga di alami Aura.


Reza yang baru keluar dari klub malam dan hendak pergi di kejutkan saat kakinya di sentuh dan mendapati Aura yang sudah tergeletak pingsan.


Reza berjongkok dan memperhatikan wajah wanita yang tergeletak tersebut. Sebelum Reza menolong, ia sempat memotret wajah Aura beberapa kali.


Di tolehnya ke kanan dan ke kiri terlihat ada orang yang memperhatikan karena posisi mobil Reza yang berbeda di ujung.


"Siapa dia? apa yang terjadi padanya? dan kenapa dia bisa ada ditempat seperti ini dengan keadaan begini? apa yang harus aku lakukan? menolongnya atau membiarkannya?" Reza berfikir sejenak.


Akhirnya Reza memutuskan untuk membawa Aura ke rumah sakit agar segera mendapatkan pertolongan.


Karena Tak ada identitas yang dapat membantu Reza menghubungi keluarganya, Reza berinisiatif menanyakan identitasnya di akun sosial media pribadinya dengan memajang foto Aura.


Kelvin yang sudah membaik, menyandarkan tubuhnya sandaran ranjang sambil menunggu Klara yang sedang membersihkan diri.


Kelvin membuka-buka sosial media miliknya dan melihat- lihat status, tanpa sengaja saat scroll ke bawah Kelvin melihat foto yang sama persis seperti Aura hanya saja wajahnya lebam yang di pajang Reza di media sosial miliknya.


"Tidak... ini tidak mungkin Aura. Aura pasti baik-baik saja di rumah." gumam Kelvin yang mulai diliputi rasa cemas. Ia pun segera menghubungi pelayan Lily dan menanyakan keberadaan Aura, namun jawab Lily membuat Kelvin semakin cemas.


Kelvin segera menghubungi Reza beberapa kali dan untuk kesekian kalinya baru di angkat Reza.


["Ada apa Vin?"] tanya Reza.


["Reza, bisakah kamu mengirimkan foto gadis yang terluka itu dengan jelas padaku. Aku ingin memastikan."] perintah Kelvin


["Ooohhh maksudmu gadis yang menjadi korban pelecehan itu. Apa kamu mengenalnya? tak ada identitas yang dapat di ketahui dan di media sosial pun tak ada yang mengenalnya."] jelas Reza sambil mengirim foto yang lebih jelas kepada Kelvin.


Tak lama foto di terima Kelvin dengan gambar yang lebih jelas. Kelvin benar-benar terkejut saat mendapati bahwa gadis itu benar-benar Aura dari kalung yang masih melekat di lehernya. Kalung tersebut adalah penerimaan darinya dengan liontin berinisial yang khusus di pesan untuk Aura.


Kelvin benar-benar syok dan geram kepada para pelaku yang sudah tega menganiaya adiknya.


"Siapapun kalian, sampai ke ujung dunia pun kalian sembunyi, aku pasti akan menemukan kalian. Dengan tanganku sendiri aku akan menghabisi kalian semuanya ." Amarah Kelvin meluap hingga wajahnya merah karena menahan emosi.


Klara yang baru keluar dari kamar mandi d kejutkan dengan ekspresi Kelvin yang sangat marah.


"Kemasi barangmu kita akan pulang." ucap Kelvin singkat dan Klara tak berani bertanya alasan dan hanya mengiyakan saja.


Akas yang mendengar kabar tentang Aura, langsung bersiap untuk kembali bersama dengan kelvin dengan penerbangan yang paling awal dan itu tinggal satu setengah jam lagi.


_TBC


✔️ Jangan lupa tinggalkan jejak


✔️👍📝🎁🔖💙❤️ ditunggu.